Rahmah

Abu Nawas Tuai Pujian Gegara Bantu Pemuda Mesir, Baginda Raja Langsung Terpukau

Suatu ketika, ada seorang pemuda Mesir yang datang ke negeri Baghdad untuk berdagang sambil membawa harta yang banyak sekali.


Abu Nawas Tuai Pujian Gegara Bantu Pemuda Mesir, Baginda Raja Langsung Terpukau
Abu Nawas (PWNU Jatim)

AKURAT.CO  Siapa yang tak mengenal Abu Nawas, sosok penyair cerdik yang dikenal memiliki selera humor tinggi ini begitu masyhur di kalangan umat Islam.  Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.

Dilansir dari NU Online, pada suatu ketika, ada seorang pemuda Mesir yang datang ke negeri Baghdad untuk berdagang sambil membawa harta yang banyak sekali. Sebelumnya, di suatu malam, ia bermimpi menikah dengan anak Tuan Qadhi (hakim) dengan mahar yang sangat banyak.

Ternyata setelah mendengar kabar tersebut, si Tuan Qadhi itu langsung mendatangi  pemuda Mesir dan meminta mahar anaknya. Namun tentu saja, pemuda Mesir itu tidak mau membayar mahar hanya karena sebuah mimpi. Apalagi mahar tersebut sangatlah banyak, jelas dirinya tidak akan mau.

baca juga:

Namun dengan arogan, Tuan Qadhi itu langsung merampas semua harta benda milik pemuda Mesir. Singkatnya, pemuda itu menjadi seorang pengemis gelandangan dan akhirnya ditolong oleh wanita tua penjual qahwa (kopi).

Hingga pada suatu sore, saat sedang mengajar murid-muridnya, Abu Nawas didatangi oleh wanita tua dan pemuda Mesir tersebut. Maksud kedatangannya itu adalah tak lain untuk mengadukan masalah Tuan Qadhi kepada Abu Nawas.

Wanita tua itu lalu berkata beberapa patah kata dan diteruskan dengan si pemuda Mesir. Begitu mendengar pengaduan mereka, Abu Nawas langsung menyuruh murid-muridnya menutup kitabnya.

"Sekarang pulang lah kalian. Ajak teman-teman kalian datang kepadaku pada malam hari ini sambil membawa cangkul, penggali, kapak dan martil serta batu," titah Abu Nawas kepada murid-muridnya.

Usut punya usut, ternyata Abu Nawas dan murid-muridnya itu berencana akan memporak-porandakan rumah Tuan Qadhi. Sehingga, tak ada yang bisa dilakukan oleh Tuan Qadhi selain melaporkan perbuatan Abu Nawas dan murid-muridnya kepada Baginda Raja Harun Ar-Rasyid.

Akhirnya masalah ini dibawa ke ranah hukum.

"Mengapa kamu dan murid-muridmu menghancurkan rumah Qadhi?” tanya Baginda Raja Harun Ar-Rasyid.

“Mohon izin, karena mimpi, Paduka yang mulia,” jawab Abu Nawas singkat.

“Hanya bermodal mimpi kamu hancurkan rumah Qadhi?” tanya Baginda penasaran.

“Betul sekali Paduka, hal itu juga yang dilakukan oleh Tuan Qadhi kepada pemuda Mesir,” tutur Abu Nawas.

"Apa maksudmu, wahai Abu Nawas?” tanya Baginda Raja belum mengerti.

Beberapa saat kemudian, Abu Nawas memanggil pemuda Mesir beserta wanita tua penjual qahwa agar memberikan keterangan  terkait perbuatan Tuan Qadhi.

Setelah mendengar penuturan mereka, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid akhirnya memecat Tuan Qadhi dan diperintahkan mengembalikan seluruh harta kepada pemuda Mesir itu. Sementara langkah Abu Nawas menuai pujian dari banyak pihak. []