News

Gedung Rupbasan KPK Ternyata Bekas Aset Koruptor, Polisi dan Kejaksaan Boleh Titip Sitaan

Gedung Rupbasan KPK Ternyata Bekas Aset Koruptor, Polisi dan Kejaksaan Boleh Titip Sitaan
Gedung Rupbasan KPK di Cawang (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini memiliki gedung Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) yang baru. Gedung diresmikan hari ini, Rabu (10/8/2022).

Sekretaris Jenderal KPK Cahya H Harefa mengatakan gedung akan digunakan untuk memaksimalkan aset hasil sitaan tindak pidana korupsi. 

"Dalam rangka pemulihan aset hasil tipikor secara optimal, efisien dan akuntabel KPK membutuhkan gedung fungsional untuk penyimpanan barang sitaan dan rampasan atas perkara tipikor yang ditangani KPK serta untuk penyimpanan arsip penindakan KPK," kata Cahya di Gedung Rupbasan KPK, Jakarta Timur, Rabu, (10/8/2022).

baca juga:

Gedung Rupbasa milik KPK dibangun di atas lahan hasil sitaan kasus Fuad Amin Imran, terpidana KPK dalam kasus APBD Bangkalan senilai Rp 414 miliar. 

Gedung terletak di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, dengan luas 7.381 meter persegi. Gedung terdiri dari empat lantai.

Cahya menuturkan gedung dapat menampung setidaknya 180 mobil dan 120 sepeda motor. Tak hanya itu, gedung ini juga memiliki 12 spot parkir untuk bus.

"Serta ruang barang bukti seluas 588 meter persegi," ujar Cahya.

Cahya juga mengatakan gedung memilki mesin untuk mencuci mobil. Mesin itu dipasang,kata Cahya, untuk menjaga kebersihan kendaraan dan perawatan agar tidak rusak selama disimpan.

Pada tiap lantai di penyimpanan mobil dalam gedung terdapat sensor alarm pengingat. Sensor dipasang untuk menghindari pencurian maupun penggunaan kendaraan sembarangan.

Gedung juga dipakai untuk menyimpan perhiasan dan uang terkait kasus korupsi. Lokasi pasti penyimpanannya dirahasiakan demi keamanan penyimpanan.

Lantai paling atas gedung memiliki solar panel, menindaklanjuti instruksi pemerintah untuk menggunakan energi bersih. 

Sementara itu, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan gedung Rupbasa juga bisa digunakan oleh penegak hukum lainnya. Tapi, barang yang boleh dititipkan hanya terkait kasus korupsi.

"Kita berharap dengan peresmian ini maka benda sitaan dan rampasan tetap terjaga, kualitasnya tetap terjamin, dan nilai jualnya tetap bisa dipertahankan," ujar Firli.[]