Ekonomi

Gedor Kinerja Ritel, Pusat Perbelanjaan Diingatkan Manfaatkan Momentum Puasa dan Lebaran

Konsultan properti Colliers Indonesia mengingatkan pemilik properti ritel memanfaatkan momentum bulan puasa dan lebaran untuk Tingkatkan kinerja sektor ritel


Gedor Kinerja Ritel, Pusat Perbelanjaan Diingatkan Manfaatkan Momentum Puasa dan Lebaran
Calon konsumen berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/1). Menurut Menko Perekonomian Darmin Nasution, penetrasi ekonomi digital dalam lima tahun terakhir dinilai langsung memberikan pengaruh terhadap sektor perdagangan dan ritel. (ANTARA FOTO/R. Rekotomo/ama/18.)

AKURAT.CO Konsultan properti Colliers Indonesia mengingatkan pemilik properti ritel seperti supermarket dan pusat perbelanjaan perlu benar-benar memanfaatkan momentum bulan puasa dan lebaran untuk meningkatkan kinerja sektor ritel yang ada di dalam properti mereka.

" Kinerja penjualan ritel biasanya mencapai puncaknya selama bulan Ramadan dan Idul Fitri. Jadi, retailer akan mendapat keuntungan dari musim Ramadan dan Idul Fitri ini. Bahkan dalam kondisi saat ini, kinerja ritel diproyeksikan meningkat meski tidak sebesar sebelum pandemi Covid-19," kata Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto dalam rilis di Jakarta, melansir Antara, Kamis (22/4/2021).

Untuk itu, ujar dia, momentum tersebut perlu untuk betul-betul dijaga agar pasca-Ramadan dan Idul Fitri kalangan peritel tetap memiliki kinerja penjualan yang stabil.

Apalagi, lanjutnya, Colliers memperkirakan setelah Ramadan dan Idul Fitri penjualan ritel akan menurun, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Retailer harus mengembangkan strategi untuk memastikan penjualan tidak turun ke angka terendah seperti yang dialami ketika awal pandemi Covid-19," tuturnya.

Ia berpendapat ada beberapa faktor tambahan yang dapat membantu sektor ritel untuk pulih lebih cepat, antara lain meningkatnya jumlah orang yang divaksinasi, serta operator pusat perbelanjaan dan retailer yang tetap dengan patuh memberlakukan protokol kesehatan.

Hal tersebut, masih menurut dia, seharusnya meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengunjungi pusat perbelanjaan serta akan berdampak positif terhadap kinerja ritel dan bagi pusat perbelanjaan.

"Setelah Ramadan dan Idul Fitri, retailer bisa menganalisa kinerja mereka. Jika dalam beberapa bulan setelah Ramadan dan Idul Fitri angka penjualan dianggap tetap stabil, insentif atau diskon yang diberikan oleh pengembang kepada retailer dapat ditinjau kembali, sehingga sewa-menyewa dapat kembali normal. Namun, bagi retailer di segmen tertentu yang terus berjuang untuk meningkatkan penjualan, pengembang dapat tetap fleksibel dalam hal sewa-menyewa dan service charge yang dibayarkan," ujarnya.

Sebelumnya, perusahaan teknologi ritel Eyos (Emporio Analytics Indonesia) menerbitkan hasil riset yang menunjukkan bahwa bisnis perdagangan independen modern di Indonesia tidak terpengaruh pandemi Covid-19 bahkan mengalami pertumbuhan.

Sumber: Antara

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu