News

Gazalba Saleh Penuhi Panggilan Kedua Penyidik, Langsung Ditahan?

Gazalba Saleh Penuhi Panggilan Kedua Penyidik, Langsung Ditahan?
 Hakim Agung Gazalba Saleh hadir di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memenuni panggilan penyidik pada hari ini, Kamis (8/12/2022). (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO Hakim Agung Gazalba Saleh telah hadir di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memenuhi panggilan penyidik hari ini, Kamis (8/12/2022).

Ini panggilan kedua yang dihadiri Gazalba. Pada panggilan pertama tak dipenuhinya dengan alasan berhalangan. 

Jurubicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri membenarkan telah menjadwalkan pemeriksaan Gazalba hari ini. 

baca juga:

"Informasi yang kami peroleh benar," kata Ali dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (12/8/2022).

Pantauan di markas antikorupsi, Gazalba tiba sekitar pukul 09.50 WIB. Ia terlihat mengenakan kemeja warna biru dengan jaket berwarna cokela serta celana panjang hitam. 

Gazalba langsung masuk ke dalam gedung tanpa berkata apapun dan duduk di ruang tunggu sebelum naik ke lantai dua ruang pemeriksaan penyidik KPK.

Hakim Agung Gazalba Saleh akan diperiksa terkait kasus dugaaan suap penanganan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Dalam kasus ini, Gazalba Saleh diduga diiming-imingi uang sebesar SGD202 ribu atau Rp2,2 miliar terkait pengurusan kasasi pidana terhadap pengurus KSP Intidana, Budiman Gandi Suparman. Uang itu diberikan oleh pengacara Yosep Parera dan Eko Suparno usai mendapat perintah dari debitur KSP Intidana, Heryanto Tanaka.

Yosep bersama Eko kemudian menindaklanjuti dengan meminta bantuan PNS di MA bernama Desy Yustria. Selanjutnya, Desy menghubungi staf Kepaniteraan MA, Nurmanto Akmal lewat bantuan staf Hakim Agung, Gazalba Saleh, yakni Redhy Novarisza dan Hakim Yustisial, Prasetio Nugroho. Hasil kesepakatan tersebut membuat jaksa memenangkan kasasi, sehingga Budiman dinyatakan bersalah dan dihukum lima tahun penjara.

Lantaran berhasil memenjarakan Budiman, Yosep dan Eko menyerahkan uang secara tunai ke Desy, namun pembagiannya belum terlaksana. 

Sudrajad, Gazalba Saleh, Desy, Elly, Muhajir, Nurmanto, Albasri, Prasetio dan Redhy disangka melanggar Pasal 12 huruf (c) atau Pasal 12 huruf (a) atau (b) Juncto Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara pihak pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat 1 huruf (a) atau (b) atau Pasal 13 atau Pasal 6 huruf (c) UU 31/1999 Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.[]