image
Login / Sign Up

Muhasabah ala Imam al-Harits al-Muhasibi

Ahada Ramadhana

Image

Imam al-Harits al-Muhasibi | Pena Santri

AKURAT.CO, Nama Imam al-Harits al-Muhasibi (165-243 H atau 781-837 M) kelihatannya masih cukup asing. Dibanding tokoh sufi lain dari generasi setelahnya, Imam al-Ghazali, namanya kalah tenar. Padahal, Imam al-Harits adalah sosok cukup berpengaruh dalam perjalanan spiritual Imam al-Ghazali.

Idris Masudi dalam artikel “Al-Harits al-Muhasibi: Sufi yang Memengaruhi Pemikiran dan Karya Imam al-Ghazali” menuliskan, dengan mengutip Syaikh Abdul Halim Mahmud, bahwa kitab monumental Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali begitu terpengaruh karya Imam al-Harits al-Muhasibi yang berjudul al-Ri’ayah li Huquq Allah. Sedangkan pengakuan Imam al-Harits menemukan kelompok-kelompok yang saling klaim kebenaran selama perjalanan spiritualnya, yang dikisahkan dalam pengantar kitab al-Washaya, menurut Idris Masudi mengingatkan pada kitab al-Munqidz min ad-Dhalal karya Imam al-Ghazali.

"Selain keterpengaruhan al-Ghazali terhadap karya-karya al-Harits al-Muhasibi, secara pemikiran tasawuf, sumbangsih al-Haris al-Muhasibi juga cukup kuat dalam membentuk pemikiran tasawufnya al-Ghazali. Di mana jauh sebelum al-Ghazali muncul, al-Haris al-Muhasibi sudah membangun konsep moderatisme tasawuf atau yang biasa dikenal dengan tasawuf sunni. Penilaian banyak sarjana bahwa al-Ghazali adalah sufi pertama yang telah berhasil dengan gemilang mendamaikan tasawuf dan syariat perlu ditinjau ulang. Sebab, 3 abad sebelum al-Ghazali, Imam al-Haris al-Muhasibi sudah berhasil melakukannya," tulis Idris Masudi di bagian akhir tulisan.

baca juga:

Riwayat Hidup Imam al-Haris al-Muhasibi

Nama lengkap sang imam adalah Abu Abdullah Al-Harits bin Asad al-Basri. Kata terakhir dari namanya merujuk pada tanah kelahirannya yaitu Basrah di Irak, sekitar 545 km dari Baghdad. Dia sangat terkenal sebagai sosok yang begitu sering muhasabah hingga hal itu menjadi sifat khasnya, itulah mengapa ia digelari al-Muhasibi. Imam al-Harits hidup sezaman dengan Imam Ahmad ibn Hanbal (164-241 H atau 780-855 M).

Ayahnya adalah seorang kaya-raya penganut muktazilah, tetapi dia lebih tertarik menekuni dunia tasawuf. Imam al-Harits mendapat uang warisan dari ayahnya sebesar 70 ribu dirham, tapi tak sepeser pun dia ambil. Dituturkan Abdul Moqsith, dengan mengutip tulisan Abdul Halim Mahmud pada pengantar kitab al-Ri'ayah li Huquq Allah, hal itu dikarenakan sang imam beda pemikiran dengan ayahnya.

"Al-Muhasibi berbeda pandangan dengan ayahnya. Jika sang ayah mengagungkan rasionalisme murni, maka sang anak mendambakan kebersihan hati melalui perpaduan antara rasionalisme dan spiritualisme. Abdul Halim Mahmud menambahkan, keengganan al-Muhasibi mengambil warisan orang tuanya sebagai salah satu usahanya untuk membersihkan hati dari syubhat," tulis Abdul Moqsith dalam tulisannya berjudul "Kajian Tasawuf Al-Harits ibn Asad al-Muhasibi: Studi Kitab al-Ri`ayah li Huquq Allah".

Jika diasumsikan 1 koin dirham saat ini senilai Rp80 ribu (versi logammulia.com), maka warisan itu setara Rp5,6 miliar di masa kini. Atau jika diasumsikan dirham sebagai mata uang yang dipakai di Uni Emirat Arab, saat ini 1 dirham = Rp3.800, maka warisan itu setara Rp266 juta di masa kini. Namun, angka-angka itu hanyalah asumsi sebagai upaya penggambaran yang lebih familiar bagi kita yang hidup di masa sekarang.

Jauh sebelum hari ini, sang imam telah memberi wejangan soal merenungi urutan amal, perihal yang sering membuat kita tertipu. Seperti bisa dilihat hari ini, kita sering kebingungan tentang mana amal yang harus didulukan, ditunda, atau diakhirkan. Misalnya, salat tahajud yang sifatnya sunah malah dilakukan dengan semangat, tapi salat subuh malah bablas hingga baru dikerjakan di waktu duha.

Contoh lain, puasa Ramadan dijalani dengan semangat yang biasa-biasa saja, tapi puasa sunah justru lebih diseriusi. Ada lagi, menuntaskan tanggung jawab pekerjaan yang sifatnya wajib dan penting malah ditunda demi bisa ikut salat tarawih berjemaah. Atau bagi pedagang, lebih memilih menutup warung saat pelanggan sedang ramai demi mengejar salat duha. Kata sang imam, setan membuat kita terbolak-balik menentukan prioritas amal hingga tanpa sadar kita telah merugi. Untuk bisa mengatasi itu, diperlukan ilmu pengetahuan agar kita bisa lebih arif dalam memutuskan.

Perkara Bisikian pada Manusia

Fahruddin Faiz dalam Ngaji Filsafat edisi Muhasabah di Masjid Jendral Sudirman Yogyakarta, Rabu (18/12) menjelaskan, Imam al-Harits al-Muhasibi mengklasifikasikan tiga sumber bisikan yang datang kepada manusia.

Pertama, nafsu. Bisikan ini sifatnya menggoda untuk memenuhi hasrat. Namun perlu dicatat, bukan berarti nafsu ini buruk semua. Hanya saja, perlu ditata agar dituruti seperlunya (tengah- tengah). Sebab, jika kekurangan akan jadi buruk, berlebihan juga buruk.

Kedua, setan. Bisikan ini sifatnya menipu, yang sebenarnya jelek ditampilkan bagus. Bisikan setan mampu menjerumuskan manusia menuju perbuatan keji dan munkar. Misalnya, bisikan "Mencontek saat ujian nggak papa biar lulusnya cepet, bisa membahagiakan orang tua, pahalanya besar. Daripada nggak lulus, bakal membebani orang tua..."

Ketiga, Tuhan. Bisikan dari sini sifatnya hidayah, mengarahkan pada pahala, keridaan, dan kebahagiaan. Berbeda dengan bisikan nafsu yang memenuhi kepuasan atau bisikan setan yang berakhir menjerumuskan, bisikan Tuhan sejalan dengan akal sehat dan mengerahkan pada kebaikan.

Sebagai pribadi yang telah begitu gandrung akan evaluasi diri, Imam al-Harits al-Muhasibi punya penjabaran tahap demi tahap muhasabah ini, yakni sebagai berikut.

1. Seputar jasad

Lidah kita, dipakai untuk bicara atau membuat status apa saja hari ini? Seberapa banyak yang penting dan yang iseng? Mata kita, di layar smartphone dan komputer melihat apa saja? Sudahkah kita mengoptimalkan fungsi mata untuk hal-hal bermanfaat? Telinga kita, sudah mendengar apa saja hari ini? Seberapa omongan penting yang masuk? Sudahkah menyaring mana yang perlu didengar dan mana yang tidak?

Tangan kita, apa saja yang sudah dilakukan dengan tangan hari ini? Apa saja yang telah dihasilkan, pekerjaan ataukah masalah? Kaki kita, sudah melangkah ke mana saja hari ini? Sudahkah kita memberi kesempatan istirahat yang cukup setelah terus menopang tubuh? Perut kita, bisakah menjamin kehalalan apa yang dimasukkan. Tak lupa juga kemaluan, wadah dari nafsu ini seberapa bisa dikontrol.

2. Rida Allah

Jika urusan jasad sudah beres, maka pertanyaan berikutnya, kira-kira Allah bakal rida atau tidak? Kita perlu mencermati amal apa yang dilakukan dengan pamrih. Rajin tahajud, misalnya, apakah hanya karena punya hajat lulus ujian semester atau lolos CPNS?

3. Takjub pada diri

Berikutnya yang perlu kita tanyakan pada diri adalah, adakah rasa takjub/membanggakan diri? Apa yang membuat kita merasa pantas untuk bangga pada diri sendiri?

4. Penentu keberhasilan

Tanyakan pula keberhasilan yang kita peroleh itu karena diri sendiri ataukah bantuan Allah? Adakah yang bisa kita lakukan jika Allah tak memberikan taufik-Nya, meskipun kita punya bermacam sumber daya?

5. Motivasi

Pertanyaan berikutnya di tingkat yang lebih tinggi, apakah motivasi semua itu hanya Allah? Level ini berarti telah meninggalkan berbagai orientasi bersifat duniawi.

6. Perasaan mulia

Terakhir, tanyakan adakah semua yang kita lakukan itu menciptakan perasaan bahwa diri kita jadi mulia di muka bumi?

Wallahu a'lam. []

Editor: Dian Dwi Anisa

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Tingkatkan Kualitas, NTB Targetkan 4,5 Kujungan Wisatawan

Dengan kualitas kelas dunia, tentu tak sedikit wisatawan mancanegara yang akan spending lebih banyak di Indonesia

Image
Gaya Hidup

Cara Mudah Bikin Tempura yang Renyah ala Restoran Jepang

Gunakan air dingin dan es batu untuk mencampurkan tepung

Image
Gaya Hidup

Meski Hidup Sehat, Bams Eks Samsons Sulit Hindari Nikmatnya Gorengan

Saat cheating day itulah menjadi kesempatan untuk Bams agar tetap bisa menikmati sajian makanan tidak sehat yang disukainya

Image
Gaya Hidup

Intip Persiapan Sirkuit Mandalika: Pembangunan Hotel dan Akomodasi Terus Ditingkatkan

Sudah ada 10 ribu kamar hotel yang tersedia

Image
Gaya Hidup

Harus Tersedia di Dapur, Ini 5 Makanan Sehat dengan Harga yang Terjangkau

Telur salah satu olahan makanan yang wajib ada. Sebab, mengandung banyak protein yang baik untuk kesehatan tubuh

Image
Gaya Hidup

Miliki Tubuh Sixpack Bukan Lagi Statement Hidup Sehat Bams Eks Samsons

Bams tidak berpatokan pada badan-badan aktor Hollywood yang kekar, berotot, serta sixpack

Image
Gaya Hidup

Tenang, Begini Cara Memutihkan Kuku Secara Alami

Meskipun kuku mudah dirawat, kadang-kadang kuku bisa terlihat tidak menarik saat menguning atau tampak bernoda.

Image
Gaya Hidup

Singkirkan Bekas Jerawat Dengan Jus Lemon

Jika Kamu memiliki jerawat yang parah, Kamu akan menemukan bekas yang membandel.

Image
Gaya Hidup

Cegah Rambut Rontok Dengan Triphala

Rambut rontok adalah salah satu masalah yang semakin sering terjadi setiap harinya.

Image
Gaya Hidup

Jika Pasangan Kamu Suka Berbohong, Lakukan 5 Hal Penting Ini

Padahal, sebelum menjalin hubungan harus ada kepercayaan yang dibangun satu sama lain.

terpopuler

  1. Pembunuh Berantai Thailand Tertangkap, Polisi Temukan 298 Kerangka Wanita di Kolam Kebun

  2. Fadli Zon Bikin Polling Jelang 100 Hari Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, 84 Persen Responden Sebut Ekonomi Masyarakat Memburuk

  3. Bule ini Bilang Bubur Ayam Sarapan Terenak di Dunia, Warganet Indonesia Malah Ribut

  4. Dari Cleaning Service hingga Jadi Artis Terkenal, 5 Fakta Perjalanan Karier Dede Sunandar

  5. Dikritik Gegara Gunduli Monas, Anies Baswedan: Itu Ramai di Twitter Saja

  6. Usia Pernikahan 30 Tahun, ini 10 Potret Romantis Tantowi Yahya dan Dewi Handayani

  7. Oknum Brimob Lepas Tembakan di Tempat Wisata, Mabes Polri: Polisi Harus Beri Tauladan

  8. Pembunuh Sadis Pelajar Astrid Aprilia Terungkap, Ternyata Supir Angkot Langganannya

  9. Dilatih Ade Rai, Aria Permana Remaja yang Dulu Berbobot 193 Kg Kini Bikin Pangling

  10. Berdiri 324 Sebelum Masehi hingga Bisa Kendalikan Nuklir, 5 Klaim Bombastis Sunda Empire

fokus

Menyambut Shio Tikus Logam
Toleransi vs intoleransi
Problematika Kota

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Negara Sengketa

Image
Ujang Komarudin

Dicari Pimpinan KPK Bernyali Tinggi

Image
Pangi Syarwi Chaniago

Politik Dinasti Jokowi dalam Pilkada 2020

Image
Harmaini Sitorus

Menimbang Tes DNA dalam Penetapan Hak Waris

Wawancara

Image
Video

VIDEO Jejak Sepotong Roti Jakarta

Image
Sea Games

Milos Sakovic

"Polo Air Indonesia Butuh Liga dan Banyak Turnamen"

Image
Gaya Hidup

Pertama Kali Akting Bareng, Giorgino Abraham Langsung Nyaman dengan Sophia Latjuba

Sosok

Image
Ekonomi

Jadi Orang Terkaya Jepang hingga Bantu Jokowi Susun Ibu Kota Baru, ini 6 Fakta Menarik Masayoshi Son

Image
News

Usia Pernikahan 30 Tahun, ini 10 Potret Romantis Tantowi Yahya dan Dewi Handayani

Image
News

Kerap Habiskan Waktu Bersama, 10 Potret Dirut Baru Garuda Irfan Setiaputra bareng Keluarga