Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Cemari Lingkungan, Pangkalpinang Segera Kelola Sampah Plastik Jadi Barang Siap Pakai

Bonifasius Sedu Beribe

Cemari Lingkungan, Pangkalpinang Segera Kelola Sampah Plastik Jadi Barang Siap Pakai

Dian Rasyid saat mengunjungi Pameran Plastics & Rubber Indonesia 2019 di JIExpo, Jakarta | AKURAT.CO/Bonifasius Sedu Beribe

AKURAT.CO, PT Pamerindo Indonesia telah berhasil menggelar Pameran Plastics & Rubber Indonesia ke-32 selama empat hari sejak 20-23 November 2019 lalu di Jakarta International Expo Kemayoran (JIExpo Kemayoran).

Pameran bertaraf internasional ini diikuti lebih dari 500 perusahaan dari 22 negara dan 7 paviliun negara. Pameran Plastics & Rubber Indonesia 2019 ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan industri pada mesin, pengolahan, teknologi dan inovasi terkini untuk pengemasan, cetakan, pewarnaan serta bahan plastik dan karet.

Pameran Plastics & Rubber Indonesia 2019 juga bisa dimanfaatkan dari sisi sebaliknya, yakni sebagai salah satu solusi pengolahan sampah plastik yang sejauh ini sudah sangat parah mencemari lingkungan.

baca juga:

Dan salah satunya yang serius melirik hal ini adalah Kota Pangkalpinang, Ibukota Provinsi Bangka Belitung.

Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang, Dian Rasyid, saat hari terakhir pameran itu menjelaskan kepada AkuratTren bahwa Pangkalpinang selama ini belum mengolah sampah plastiknya secara mandiri.

"Selama ini di Pangkalpinang, di daerah kita belum ada. Hanya pengolahan biasa aja, gak ada output dan input," buka Dian Rasyid.

Dian Rasyid saat mengunjungi Pameran Plastics & Rubber Indonesia 2019 di JIExpo, Jakarta. AKURAT.CO/Bonifasius Sedu Beribe

Tahapan yang dimaksud Dian Rasyid adalah limbah sampah plastik yang dikumpulkan para pemulung belum bisa didaur ulang kembali agar dapat menjadi barang yang bernilai ekonomis. Padahal, jumlah total sampah plastik di kota ini sudah sangat besar. Membengkak.

"Kita kalkulasi per hari aja, (sampah) plastik itu bisa sampai 700-an kilo. Artinya per minggu itu bisa sampai 5 ton," bebernya.

Memang, seluruh BUMN di Pangkalpinang sudah mengampanyekan program 'Indonesia Bersih' agar kota ini sedikit lebih sadar soal sampah plastik. Namun, gerakan ini tentu saja belum cukup.

Menumpuknya sampah plastik di Pangkalpinang ini salah satunya dikarenakan oleh belum adanya regulasi pemerintah yang mengatur tentang pembatasan penggunaan bahan plastik, khususnya dari air minum kemasan.

Ditambah lagi, tidak ada larangan yang mengikat, khususnya yang berlaku di lingkungan kantor pemerintah dan swasta di kota ini. Kampanye bahaya sampah plastik juga belum banyak dilakukan. Ini yang membuat sampah plastik makin bejibun.

"Kita tidak seperti Jakarta yang setahu saya di kantor pemerintah harus bawa botol atau gelas sendiri. Kantor hanya sediakan galon. Kita belum seperti itu," akunya.

Tapi sebenarnya separah apa masalah limbah plastik di Ibukota Bangka Belitung ini? Dian Rasyid menggambarkan bahwa memasuki musim penghujan seperti saat ini, Pangkalpinang sudah rutin menerima "kiriman" sampah karena banjir dari beberapa kabupaten penyangga yang berbatasan langsung dengan Kota Pangkalpinang.

"Kota kita itu kayak kuali. Jadi kalau hujan, banjir datang semua. Terutama dari Bangka Tengah," katanya.

Dian Rasyid saat mengunjungi Pameran Plastics & Rubber Indonesia 2019 di JIExpo, Jakarta. AKURAT.CO/Bonifasius Sedu Beribe

Maka, DPRD Kota Pangkalpinang merasa perlu merekomendasikan kepada walikota agar dapat menganggarkan pengadaan seperangkat mesin pengolahan sampah plastik dalam APBD 2020 nanti.

Dian Rasyid menilai bahwa beberapa mesin pengolah plastik ini dibutuhkan agar Pangkalpinang bisa mengolah sampahnya sendiri secara mandiri. Tak hanya sekedar mengumpulkan dari pemulung, dibersihkan lalu diangkut ke Palembang atau Jakarta seperti yang selama ini terjadi.

"Kita mau seperti Surabaya yang punya mesin pengolahan semacam ini. Kita mau belajar seperti itu," terang kader Partai Demokrat ini.

Memang, tiap unit mesin pengolah sampah bukanlah barang murah. Harganya tentu cukup tinggi. Namun, ini adalah salah satu bentuk investasi jangka panjang untuk Pangkalpinang ke depan, agar bisa mendaur ulang sampah plastik dan menghasilkan produk plastik yang baru secara mandiri.

"Satu unit mesin itu harganya sekitar Rp500 juta," bebernya.

Angka ini persis dengan yang dikonfirmasi AkuratTren kepada beberapa perusahaan peserta Pameran Plastics & Rubber Indonesia 2019 ini.

Nah, untuk mengolah sampah plastik menjadi barang plastik baru yang bernilai ekonomis seperti tumbler, botol air, gelas, mangkuk, ember, dll, dibutuhkan hingga minimal empat mesin dengan fungsi yang saling berkaitan. (Belum ada mesin yang mengerjakan semua proses sekaligus).

"Kalau tidak komplit mesinnya, tetap gak jadi barang juga. Jadi harus semua unit kita siapkan. Total yang kita butuhkan sekitar 2 miliar. Paling mahal 3 miliarlah," jelas dia.

Lagi-lagi, ini adalah investasi jangka panjang, karena barang dari hasil pengolahan limbah plastik ini akan dijual kembali ke UMKM.

"Ini kan bisa membantu PAD kita. Ini bisa dijual ke UMKM," jelasnya.

Dian Rasyid juga memastikan bahwa mesin yang akan dipesan nanti rata-rata buatan China, karena harganya yang lebih murah, tapi dengan kualitas yang bisa diuji dengan barang hasil produksi negara lain.[]

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Prihatin, Astra Kumpul dan Kelola 47.013 Kilo Sampah Plastik

Image

Iptek

Anies Terbitkan Pergub Larangan Plastik, LIPI: Sampah Harus Dikelola dari Hulu

Image

Gaya Hidup

Go Green, Hotel Ibis Styles Terapkan 'Say No To Plastic'

Image

Iptek

Sains

Sampah Plastik Bisa Ubah Perilaku Hewan di Habitatnya

Image

Iptek

KLHK: Indonesia Jadi Sasaran Vendor Teknologi Pengolahan Sampah

Image

Gaya Hidup

Ecobrick Solusi Kurangi Sampah Plastik Melalui Kerajinan Tangan

Image

Gaya Hidup

Melirik Harga Sampah Plastik yang Punya Nilai Jual Tinggi dan Bermanfaat

Image

Iptek

Pengelolaan Berkelanjutan Membuat Plastik Tidak Berakhir di Tempat Sampah

Image

Gaya Hidup

KLHK Jawab Keluhan Pemulung Soal Tipis Penghasilan Gegara Kampanye Tekan Sampah Plastik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

5 Tips Mudah Merawat Tanaman di Rumah agar Semakin Subur

Selain sebagai hobi, mengurus tanaman juga menjadi salah satu cara untuk mengisi waktu karantina selama pandemi virus corona atau COVID-19.

Image
Gaya Hidup
Lawan Covid-19

Pentingnya Peran Media untuk Pariwisata di Era Pandemi

Contohnya menyosialisasikan program protokol kesehatan berbasis CHSE

Image
Gaya Hidup

BPS: Kunjungan Wisatawan di Bangka Belitung Meningkat

Dibanding bulan sebelumnya, Kunjungan Wisatawan terhadap hotel bintang di Bangka Belitung meningkat

Image
Gaya Hidup

Wajib Tahu, Ini 5 Jenis dan Sejarah Soto di Indonesia

Asal-usul soto berasal dari makanan khas China dalam dialek Hokkian bernama cau do.

Image
Gaya Hidup

6 Cara Merawat Sneakers Agar Tak Cepat Rusak Saat Musim Hujan

Bisa bersihkan sol dengan pasta gigi

Image
Gaya Hidup
Lawan Covid-19

Di Sekitarmu Ada yang Positif Covid-19, Lalu Bagaimana?

Pakai masker serta rajin cuci tangan

Image
Gaya Hidup

Kopi yang Kamu Minum Kini Bisa Ditelusuri Asal-usulnya

Penerapan teknologi Block Chain bisa membantumu

Image
Gaya Hidup

Resep Oseng-oseng Mercon ala Bu Narti Jogja, Pedasnya Nampol!

Yuk cobain di rumah!

Image
Gaya Hidup

Ramalan Zodiak Tentang Asmara Hari Rabu 2 Desember 2020, Cancer Perjuangkan Kekasihmu!

Kehidupan asmara sejumlah zodiak sedang diuji

Image
Gaya Hidup

Klik, dan Kamu Akan Tahu Alasan Mengapa Wanita Mendesah

Kamu pasti makin bersemangat. Huh!

terpopuler

  1. PA 212 Ancam Kerahkan Massa Saat Rizieq Diperiksa, Denny Siregar: Ini Sudah Provokasi

  2. Deddy Corbuzier Sebut Hubungan Kalina Oktarani dan Vicky Prasetyo Bukan Settingan

  3. Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

  4. Jadi Ibu Sambung, 7 Potret Kehangatan Nathalie Holscher dan Anak-anak Sule

  5. Pemerintah Harus Tanggung Biaya Perawatan Rp184 Juta per Orang Pasien Covid-19

  6. Persiapan Personel TNI Jelang Pemeriksaan Rizieq Shihab

  7. Dua Nama Ini Dinilai Jadi Kandidat Kuat Menteri Kelautan dan Perikanan Baru

  8. Perbedaan Swab PCR dan Swab Antigen seperti yang Dilakukan Anies Baswedan

  9. 5 Aktris Hollywood Termahal Tahun 2020, Tembus Rp600 Miliar Sekali Kontrak!

  10. CEO Dorna: Terima Kasih Jokowi karena Coba Kembalikan MotoGP ke Indonesia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memangkas Birokrasi

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Wawancara

Image
News

Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan