image
Login / Sign Up

Kolaborasi antar Lembaga dapat Tingkatkan Pertumbuhan Wisata Medis Indonesia

Jackobus Jack Newa

Image

Ilustrasi berwisata | SHUTTERSTOCK.COM

AKURAT.CO Singapura merupakan salah satu destinasi utama bagi masyarakat Indonesia untuk melakukan perjalanan medis. Dengan sederet rumah sakit yang memiliki fasilitas dan teknologi terbaik di Asia, didukung dengan dokter-dokter serta perawat profesional.

Tidak heran jika setiap tahun ada 250 ribu pasien luar negeri yang berkunjung ke Singapura untuk mendapatkan perawatan klinis. 

Tidak saja dari Indonesia, namun juga dari negara-negara lain seperti Malaysia, Australia, Burma, India, China, Timur Tengah hingga Afrika. Bahkan pasien-pasien dari negara maju seperti Amerika dan Eropa pun memilih Singapura karena relatif terjangkau dan berkualitas.

baca juga:

Menurut Wakil Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Panca Sarungu, secara fasilitas Indonesia tidak kalah dengan Singapura. Bahkan dokter-dokter yang bekerja di rumah sakit-rumah sakit di Kuala Lumpur, Penang dan lainnya rata-rata lulusan universitas di Indonesia.

“Kekurangan kita adalah tidak bisa berkolaborasi antara pemangku kepentingan di dunia medical tourism ini. Belum jelas siapa yang harus mempromosikan tentang pariwisata medis ini, apakah Kementerian Pariwisata, Kementerian Kesehatan atau lembaga lain,” jelasnya dalam rilis yang diterima AKURAT.CO.

Menurutnya, keunggulan industri kesehatan di Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara lain adalah pengobatan tradisionalnya. Obat-obat herbal yang diproduksi dan dipasarkan di Indonesia sudah divalidasi oleh Kemenkes.

“Jadi poin pentingnya adalah kita mau sinergi atau tidak karena secara treatment quality pun kita cukup bersaing. Setelah itu kita tentukan destinasinya, apakah di Jakarta, Bali, Jogja, Medan, Lombok, atau Batam. Bicara destinasi berarti bicara akses, karena kalau orang mau berobat mereka tidak mau kalau harus transit lagi,” ungkap Ketua Umum DPP Masyarakat Sadar Wisata tersebut.

Di sisi lain, pendiri digital platform multi-channel mengenai Singapura SGB, Tatiana Gromenko, bependapat bahwa sudah sejak lama masyarakat Indonesia menjadikan Singapura sebagai tempat melakukan pemeriksaan medis dikarenakan teknologi serta fasilitas-fasilitasnya yang cukup lengkap.

“Apalagi sektor medis juga mendapat dukungan dari lembaga pemerintah, maka wajar apabila Singapura menjadi pusat medis pilihan di Asia,” katanya.

Menurut wanita Rusia yang akrab dipanggil Tania ini, dalam beberapa tahun terakhir rumah sakit dan pusat-pusat medis di Singapura telah memperoleh akreditasi Joint Commision International (JCI) di bawah Joint Commission. Selama lebih dari 50 tahun The Joint Commission telah mendedikasikan diri dalam peningkatan kualitas dan keselamatan kesehatan.

“Tentu tidak semua rumah sakit bisa mendapatkan akreditasi seperti ini. Dengan rasio jumlah pasien dan rumah sakit yang cukup seimbang, cukup lumrah apabila banyak pasien dari negara-negara lain seperti Indonesia lebih memilih berobat ke Singapura,” jelasnya.

Tania mengungkapkan bahwa rumah sakit di Indonesia tidak kalah berkualitas dan memiliki fasilitas yang juga lengkap, termasuk teknologi di bidang kesehatan.

“Namun karena jumlah penduduk yang sangat besar dan keberadaan rumah sakit yang rasionya masih terlalu kecil, membuat sebagian kelompok middle class memilih terbang ke Singapura untuk wisata perawatan medis,” tuturnya.

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Gaya Hidup

5 Destinasi Super Prioritas Dinilai Wishnutama Berpotensi Datangkan Wisatawan

Image

Gaya Hidup

Datangkan Wisman ke Indonesia, Wishnutama Tak Fokus 1 Negara Saja

Image

Gaya Hidup

Ancam Keselamatan, Puluhan Objek Wisata Jembatan Kaca di Cina ditutup

Image

Gaya Hidup

Kyoto Larang Wisatawan Berfoto di Tempat Wisata Populernya

Image

Gaya Hidup

Serunya Bermain di Nickelodeon Universe, Taman Hiburan Indoor Terbesar

Image

Gaya Hidup

Setelah Ditutup 35 Tahun, Bangunan Kuno Casa del Bicentenario Kembali Dibuka

Image

Gaya Hidup

San Fransisco Mulai Larang Kendaraan Pribadi Lewati Jalur Pusat Kota

Image

Gaya Hidup

Aek Sijorni, Sensasi Air Terjun di Antara Pohon Kelapa

Image

Gaya Hidup

Ini Oleh-oleh Wajib Saat Berwisata ke Taiwan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Kecanduan Belanja Online Bisa Jadi Gangguan Mental Jenis Baru

Buying-shopping disorder (BSD) jadi venomena baru

Image
Gaya Hidup

Ada Kopi Terhitam di Dunia, Mau Coba?

Ada di New York, Amerika Serikat, harga segelasnya tak sampai 100 ribu

Image
Gaya Hidup

Bisa Lahir Prematur, Stop Mom Shaming pada Ibu Hamil!

Ketika anak sudah lahir, bisa saja ia menjadi pribadi yang mengalami potensi kecemasan lebih tinggi

Image
Gaya Hidup

Melihat Bahaya Self Love Berlebih

Awas, bisa sampai depresi!

Image
Gaya Hidup

Cara Terbaik Hadapi Mom Shaming

Kalaupun mau menanggapi mom shaming, tetaplah terlihat percaya diri

Image
Gaya Hidup

Bedanya Narsis dan Self Love

Orang yang melakukan self love juga akan semakin peka dan semakin menghargai lingkungan dan orang-orang lain

Image
Gaya Hidup

Konsumi Minyak Kelapa dan Kunyit Dapat Atasi Penuaan Dini

Jahe dan kunyit adalah rempah-rempah akar yang memiliki manfaat anti penuaan yang meningkatkan elastisitas kulit dan melawan peradangan

Image
Gaya Hidup

Peneliti Buktikan, Dengar Lagu Adele dalam Mobil Bisa Redakan Stres

Musik memang mampu mengurangi fluktuasi detak jantung dari waktu ke waktu

Image
Gaya Hidup

Pengobatan dan Harapan Hidup Pasien Kanker Akan Terus Membaik

"Penelitian saat ini sangat maju dan bergerak terus, jangan putus semangat"

Image
Gaya Hidup

Jangan Terlalu Sering Rontgen untuk Deteksi Dini Kanker Paru

"Harus ada alasan kuat untuk melakukan rontgen"

trending topics

terpopuler

  1. Jika Kapolri Tak Usut Kasusnya, Tengku Zul Sarankan Ummat Islam Tak Sholatkan Sukmawati Jika Meninggal

  2. Pemprov DKI Bongkar Bangunan Liar di Sunter, Teddy Gusnaidi: Fadli Zon Gak Baca Puisi 'Tukang Gusur' Lagi?

  3. Makan Lesehan hingga Naik Pesawat kelas Ekonomi, Ini 5 Bukti Kesederhanaan Aamir Khan

  4. Pukul TKO Petinju Afsel, Daud Yordan Rebut Gelar IBA dan WBO

  5. Korban Penggusuran Sunter Nyesel Doakan Anies Jadi Gubernur Saat Pilkada DKI 2017?

  6. Guntur Romli: Tokoh FSPPB yang Menolak Ahok Diduga Terpapar Virus Radikalisme

  7. Penting Diketahui, Ini Gejala Kanker Paru-paru Stadium Awal

  8. Aksi Sadio Mane Bawa Botol Minuman Banjir Komentar Positif, Salut

  9. Bandingkan Nabi Muhammad dengan Soekarno, Habiburokhman Yakin Sukmawati Tak Ada Niat Lecehkan Agama

  10. Kekasih Dituding Pansos, Kekeyi Bakal Tempuh Jalur Hukum?

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara

kolom

Image
Erizky Bagus Zuhair

Heritage Port Sunda Kelapa, dari Rempah-rempah ke Pariwisata

Image
UJANG KOMARUDIN

Memerangi Radikalisme

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Wawancara

Image
Video

VIDEO Sepak Terjang Erna Hernawati Mengawal UPN Veteran Jakarta

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Sosok

Image
News

Dipuji Presiden Jokowi, Ini 5 Fakta Menarik Arvila Delitriana Sosok Perancang Jalur LRT Jabodetabek

Image
News

Dari Basket hingga Lari, 8 Gaya AHY saat Berolahraga

Image
News

Tolak BTP Jadi Bos Pertamina, 4 Fakta Menarik Presiden FSPPB Arie Gumilar