image febui
Login / Sign Up

Hukuman Fisik Tuk Mendisiplinkan Siswa Bukan Solusi

Abdul Haris

Image

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti (tengah) dan Wakil Ketua Rita Pranawati (kanan) serta kepala sekolah Syamsudin (kiri) saat memberikan keterangan terkait perundungan di kantor KPAI, Jakarta, Selasa (23/7/2019). KPAI menepis kabar perundungan yang dialami oleh anak pelawak Tri Retno Prayudati alias Nunung di sekolahnya pasca penangkapan yang dilakukan pihak kepolisian karena kasus narkoba. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

AKURAT.CO Dunia pendidikan kembali berduka, kali ini seorang anak peserta didik inisial FL (14 tahun), siswa salah satu SMP swasta di Manado, Sulawesi Utara diduga meninggal dunia saat menjalani hukum fisik karena datang terlambat ke sekolah. Anak korban dan tujuh siswa lain yang terlambat, awalnya dijemur di halaman sekolah selama 15 menit di bawah terik matahari.

Setelah itu, guru memerintahkan para siswa yang terlambat untuk lari keliling lapangan halaman sekolah sebanyak 20 kali putaran, baru putaran ke-4, FL ambruk tersungkur ke depan dan tak sadarkan diri. Korban segera dilarikan ke rumah sakit AURI, kemudian di rujuk ke RS lain, namun nyawanya tidak dapat ditolong, sehingga FL menghembuskan nafas terakhirnya di RS Malalayang. 

Melihat peristiwa ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat menyayangkan kejadian itu. Melalui Komisioner KPAI bidang pendidikan, Retno Listyarti menyampaikan sikap KPAI kepada awak media sebagai berikut.

Pertama, KPAI mengecam sekolah-sekolah yang diduga masih menerapkan hukuman fisik atas nama mendisiplinkan siswa. Padahal, hukuman fisik selain tidak menimbulkan efek jera, juga akan berdampak buruk pada tumbuh kembang seorang anak.

"Sementara masih banyak orang dewasa, baik orangtua maupun guru yang beranggapan bahwa kekerasan dan hukuman fisik adalah cara paling ampuh mendisiplinkan anak. Ini cara pandang keliru dan berpotensi kuat melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak," jelas Retno tegas.

Kepala sekolah SMP tempat anak korban bersekolah membenarkan bahwa korban dan tujuh anak lainnya sempat mendapatkan hukuman fisik di jemur dan lari keliling lapangan sekolah karena terlambat hadir ke sekolah. Dari penjelasan Kepala Sekolah, diduga kuat hukuman fisik bagi anak yang terlambat biasa dilakukan pihaknya, alasannya pasti mendisiplinkan siswa agar memiliki efek jera.

"Padahal, banyak cara mendisiplinkan peserta didik tanpa harus melakukan kekerasan dan hukuman fisik lain, yaitu dengan membangun disiplin positif sebagaimana di terapkan sekolah-sekolah ramah anak," tambah Retno.

Kedua, Hukuman fisik yang tidak mempertimbangkan kondisi anak kerap dilakukan oleh orang dewasa di sekitar anak, meskipun korban sudah banyak berjatuhan. Dari olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menyebut ukuran lapangan yang diputari 68 meter persegi, kalau perintahnya harus 20 kali putaran maka semua anak dihukum berlari sejauh 1360 meter persegi (68 M x 20). 

Saat mengelilingi lapangan, FL sempat bicara ke temannya sudah dalam kondisi tidak lagi kuat berlari, namun korban maupun temannya pastilah takut menyatakan hal tersebut kepada sang oknum guru yang memberikan hukuman. 

Ketiga, KPAI menyayangkan sikap Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan  setempat yang menyatakan akan melakukan pendampingan pada semua, baik oknum guru maupun sekolah karena merupakan keluarga.

Jika pernyataan yang dikutip media online itu benar, maka KPAI mengingatkan bahwa sikap tersebut tidak sesuai dengan amanat Pasal 39 UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, yang prinsipnya menyatakan bahwa pemerintah pusat dan pemerintah daerah wajib memberikan perlindungan hukum kepada guru ketika guru menjadi KORBAN bukan sebagai PELAKU pidana. 

Menurut Retno, Kadisdik seharusnya melakukan pemeriksaan kepada pihak sekolah dan menonaktifkan oknum guru terduga pelaku selama proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

"Hal ini bertujuan untuk menimbulkan efek jera dan shock therapy bagi sekolah lain yang mungkin menerapkan pendisiplinan dengan hukuman fisik. Maka pihak sekolah anak korban seharusnya mendapatkan teguran keras, bahkan sanksi atas peristiwa ini karena diduga kuat telah menerapkan disiplin dengan pendekatan hukuman fisik yang membahayakan keselamatan anak-anak," lanjutnya. 

Bagi KPAI, sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman buat peserta didik sebagaimana diamanatkan dalam pasal 54 UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak, bahwa selama berada di sekolah anak-anak harus dilindungi dari berbagai kekerasan. Membangun sekolah ramah anak tanpa kekerasan adalah tugas dan  tanggung jawab pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan setempat. 

Keempat, KPAI mengapresiasi pihak kepolisian yang bertindak cepat tanpa menunggu laporan keluarga korban. Polisi juga yang mengarahkan keluarga korban untuk membuat laporan dan mengijinkan visum serta otopsi. Olah TKP sudah dilakukan, meminta keterangan para saksi termasuk 7 siswa lain yang juga dihukum bersama korban juga sudah dilakukan.

"Para saksi, yang masih usia anak harus mendapatkan perlindungan dan perlakuan sebagaimana amanat UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), apalagi mereka bersaksi untuk guru dan sekolahnya sendiri," tutup Retno.

baca juga:

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

News

KPAI: Kecanduan Gadget Lebih Berbahaya daripada Narkoba

Image

Gaya Hidup

Saat Narasi Jihad di Medsos Rasuki Anak Ikut Demo

Image

Gaya Hidup

KPAI: Demonstran Anak Dikeluarkan dari Sekolah Bukan Solusi

Image

Gaya Hidup

KPAI Harap Demo Anarkis Melibatkan Pelajar Tak Terulang Lagi

Image

Gaya Hidup

Sampai Menyamar, Heroiknya KPAI Kawal Demostran Pelajar

Image

Gaya Hidup

Hindari Demonstrasi Pelajar Terulang, KPAI Harap Setiap Sekolah Ciptakan Ruang Dialog

Image

Gaya Hidup

KPAI Himbau Orangtua Awasi Anak Saat Nonton Berita Kerusuhan

Image

Gaya Hidup

Pelajar Pakai Narkoba Saat Demo, KPAI Khawatir Anak-anak Jadi Korban Uji Coba

Image

Iptek

Serangan Siber

Feature Retas Situs Pemerintah, Cara Baru Masyarakat Sampaikan Aspirasi?

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Jadi Menu Sarapan Ideal, Ketahui 10 Manfaat Hebat Kacang Hijau

Kacang hijau memiliki nutrisi yang sangat baik untuk pencernaan

Image
Gaya Hidup

Tindakan Orangtua Saat Kakak Kasar pada Adik

Penting memberi kakak kepercayaan untuk bersama adik, tapi tetap dalam pengawasan

Image
Gaya Hidup

Manfaat Kacang Hijau dari Atasi Masalah Pencernaan Hingga Berat Badan

Kacang hijau mengandung antimikroba dan anti inflamasi yang berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh

Image
Gaya Hidup

Terlalu Cinta, Putri Marino Jadikan Zumba sebagai Me Time

Putri Marino: Zumba itu titik aku menyukai olahraga lagi

Image
Gaya Hidup

Atasi Ketombe hingga Penyakit Kardiovaskular, Ini Manfaat Ajaib Biji Mangga

Ssupaya biji mangga bisa dimakan dan mendapatkan manfaat, kamu memang harus mengolahnya terlebih dahulu.

Image
Gaya Hidup

So Sweet, Begini Ucapan Hari Ayah dari Putri Marino untuk Chicco Jerikho

Menurut Putri, bonding antara Chicco dan Suri sangat penting.

Image
Gaya Hidup

Cara Atasi Double Chin Saat Selfie dari Mario Photographie

Menunjukkan kecantikan asli dan natural dengan mengeksplor berbagai angle

Image
Gaya Hidup

Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Beli Mainan Anak

Usia menentukan ketertarikannya pada tema-tema tertentu

Image
Gaya Hidup

5 Ilustrasi Menohok Betapa Jahatnya Kecanduan Smartphone

Kecanduan main gadget memang membawa efek buruk

Image
Gaya Hidup

Cara Siapkan Mental Sang Kakak Sebelum Kehadiran Adik Bayi

Putri Lenggogeni: Suruh elus-elus perut bundanya, beritahu ada seseorang di dalam perut sang ibu

trending topics

terpopuler

  1. Polemik Salam Semua Agama, Syamsuddin: Orang Lain Sudah Berpikir Bagaimana Wisata ke Luar Angkasa, Kita Masih Berkubang dalam Kegaduhan

  2. Ternyata Hanya Satu Pemain Indonesia yang Diunggah di Akun Instagram Kento Momota, Siapa Dia?

  3. Foto Dipeluk Vicky Prasetyo Tuai Komentar, Sarita Abdul: Bismillah Gak Kena Rayu

  4. Viral Siswa SD Muhammadiyah Pakai Peci NU, Warganet: Indahnya Kebersamaan

  5. Larangan MUI Ucapkan Salam Semua Agama, SETARA Institute: Sangat Ekslusif dan Tidak Menghargai Perbedaan

  6. Pemerintah Dimintai Akui Lakukan Pencekalan HRS

  7. Manfaat Kacang Hijau, Penangkal Ampuh Penyakit Kronis

  8. Tak Laporkan Tempo Soal Karikatur Anies, Ini Penjelasan Fahira Idris

  9. Foto Dugemnya Diekspos ke Publik, Begini Respons Menohok Menteri Syed Saddiq

  10. Pemerintah Sepakat Soal Habib Rizieq akan Disampaikan Satu Pintu

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Image
UJANG KOMARUDIN

Inspirasi Hari Pahlawan

Image
Rozi Kurnia

Polemik Sinema atau Bukan Sinema ala Martin Scorsese

Wawancara

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag-1)

'Suatu Hari Nanti Saya Ingin Melatih Timnas'

Sosok

Image
News

Nggak Gengsian, ini 5 Potret Memesona Utari si Penjual Cilok di Boyolali yang Viral

Image
News

6 Potret Seru Susi Pudjiastuti saat Liburan, Sambil Momong Cucu

Image
News

Mundur dari PNS, ini 5 Fakta Pencalonan Siti Nur Azizah di Pilwalkot Tangsel