image
Login / Sign Up

Tekan Stunting, Ahli Sarankan Perbanyak Susu dan Telur

Bonifasius Sedu Beribe

Image

Penanggulangan stunting melalui makanan tambahan | Antara Foto

AKURAT.CO, Ahli nutirisi Prof. Dr. dr. Damayanti R Sjarif, Sp.A(K) mengingatkan pentingnya mengonsumsi protein hewani untuk mencegah atau menurunkan pravelansi stunting pada anak-anak balita.

"Pada tahap pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI), orangtua harus memperhatikan pola asupan gizi yang seimbang, terutama untuk memberikan asupan karbohidrat, lemak tinggi dan protein hewani," kata dokter konsultan nutrisi dan penyakit metabolik anak RSCM ini, Jumat, (20/9).

Prof. Damayanti mengingatkan soal pencegahan stunting ini ketika menjadi pembicara seminar Gizi Untuk Bangsa (GUB) bertemakan 'Kontribusi dan Keterlibatan Stakeholders dalam Penurunan Stunting' yang diselenggarakan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

baca juga:

Menurut Prof. Damayanti, stunting hanya bisa teratasi selama periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) atau dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun dan masa dimana otak anak berkembang pesat.

"ASI eksklusif penting diberikan selama 6 bulan pertama dan dapat diteruskan hingga anak berusia dua tahun," ujar dia.

Prof. Damayanti mengatakan, bekerjasama dengan Kementerian Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah mengembangkan proyek contoh aksi cegah stunting di Desa Banyumundu, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Hasil inisiatif tersebut menunjukkan penurunan prevalensi stunting sebesar 8,4 persen dalam 6 bulan dari 41,5 persen menjadi 33,1 persen atau mencapai 4,3 kali lipat dari target tahunan WHO.

Stunting atau perawakan pendek pada anak akibat malnutrisi kronis masih menjadi tantangan di Indonesia.

Data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) menunjukkan, prevalensi balita stunting di tahun 2018 mencapai 30,8 persen artinya 1 dari 3 balita mengalami stunting. Terlebih, Indonesia juga merupakan negara dengan beban anak stunting tertinggi ke-2 di Kawasan Asia Tenggara dan ke-5 di dunia.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang diwakili Dr. Entos Zainal menguraikan, stunting mengakibatkan kerugian negara setara Rp4 triliun per tahun atau sebesar 3 persen dari PDB, sehingga percepatan penanganan stunting tetap menjadi salah satu agenda besar pemerintah.

"Untuk mencapai target capaian prevalensi stunting sebesar 19 persen di tahun 2024 tentunya bukan tugas yang mudah. Untuk itu dibutuhkan terobosan, inovasi dan kerjasama lintas sektor termasuk kerjasama dengan akademisi dan pihak swasta untuk segera menangani hal ini secara konkrit,” jelas Entos.

Kondisi stunting akan berdampak serius bagi kesehatan anak baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Dampak jangka pendek meliputi perkembangan tubuh anak yang terhambat, performa anak yang menurun di sekolah, peningkatan angka kesakitan dan risiko kematian.

"Sedangkan untuk dampak jangka panjang dari stunting yaitu obesitas, peningkatan risiko penyakit tidak menular, bentuk tubuh pendek saat dewasa, serta penurunan produktivitas dan kualitas hidup anak di masa mendatang," kata Entos.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Marudut Sitompul dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) menyampaikan, asupan protein paling baik dapat diperoleh dari sumber protein hewani yaitu telur dan susu karena memiliki nilai cerna dan bioavailabilitas paling tinggi dan asam amino esensial lebih lengkap untuk mendukung pertumbuhan linear anak-anak.

Bertolak belakang dari fakta para ahli tentang pentingnya asupan protein hewani, pada kenyataannya asupan protein hewani pada anak-anak di Indonesia tergolong rendah.

Dalam salah satu studi, ditemukan bahwa asupan protein hewani yang rendah ini berkontribusi terhadap tingginya prevalensi stunting.

"Anak yang tidak mengkonsumsi jenis protein hewani apapun memiliki risiko lebih besar untuk mengalami stunting dibandingkan dengan anak yang mengonsumsi tiga jenis protein hewani yaitu telur, daging, dan susu," ungkap Marudut.

Dibandingkan makanan sumber protein hewani lainnya, susu adalah yang paling erat hubungannya dengan angka stunting yang rendah karena konsentrasi plasma insulin-like growth factor (IGF-I) dan IGF-I/IGFBP-3 pada anak usia 2 tahun secara positif berkaitan dengan panjang badan dan asupan susunya.

Sayangnya, di Indonesia usia pemberian susu tergolong terlambat karena banyak setelah anak berusia lebih dari 1 tahun. Kondisi ini meningkatkan risiko stunting sebanyak 4 kali pada anak usia 2 tahun.

Ahmad Syafiq, PhD, Kepala Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan FKMUI menyatakan, perlunya analisis dan pendekatan gizi kesehatan masyarakat untuk dapat secara efektif merancang program yang berbasis eviden dan berfokus pada pencegahan.

Dia mengatakan, terobosan pencegahan stunting juga perlu melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan memberdayakan masyarakat agar semua pihak mampu terlibat secara aktif dalam upaya penurunan stunting.

“Dari kegiatan edukasi ini kami berharap akan semakin banyak masyarakat yang menyadari pentingnya asupan protein hewani dalam upaya pencegahan stunting. Dengan pola asupan gizi yang baik, diharapkan akan tercipta generasi yang sehat," ujarnya.[]

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Olahan Pangan Hasil Laut Mengurangi Angka Stunting

Image

Gaya Hidup

8 Desa di Bangka Selatan Darurat Stunting dengan Prevelensi Berbahaya

Image

Gaya Hidup

Kebersihan dan Sanitasi Ternyata Bisa Picu Stunting

Image

Gaya Hidup

Madiun Intens Urus 995 Anak Kena Stunting

Image

Gaya Hidup

Bumil Rutin Makan Ikan, Stunting di Gorontalo Berhasil Ditekan

Image

Gaya Hidup

Bantu Ibu Hamil dan Bayi, Babel Pakai Dana Desa Atasi Stunting

Image

Gaya Hidup

Ibukota Baru Indonesia Perjuangkan Predikat Zero Stunting

Image

Gaya Hidup

Culture Jadi Alasan Masalah Stunting Tak Pernah Lepas dari Indonesia

Image

Gaya Hidup

Remaja Nunukan Diedukasi Lawan Stunting

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Krisdayanti Senang dengan Riasan Lipstik Ombre 3 Warna

"Kalau sehari-hari, KD cuma pakai lipstik satu warna saja yang coral"

Image
Gaya Hidup

Ke Kaltim, Jangan Lewatkan 5 Destinasi Zaman Now di Balikpapan

Pernah ke Pantai Melawai?

Image
Gaya Hidup

Yudhistira dalam Keindahan Tenun Baduy yang Kharismatik

Dominan merah tua hingga hitam

Image
Gaya Hidup

Olahraga Tak Butuh Alat Keren, Yuk Manfaatkan Fasilitas Umum!

Bisa bersepeda di taman

Image
Gaya Hidup

Andhika Pratama: Indonesia Kalahkan Barcelona dan Prancis Soal Pantai

"Sekarang favoritkan Bangka Belitung, Tanjung Puting dan Pangkalan Bun"

Image
Gaya Hidup

Es Batu Tak Disarankan Atasi Kram Ketika Kram

Gabung komunitas tetapi yang ada coach-nya

Image
Gaya Hidup

Awas! Sering Tahan Kencing Picu Batu Ginjal

"Ngapain juga kan nahan-nahan gitu?"

Image
Gaya Hidup

Keripik Kentang Pimpin Industri Snack

Rasanya mudah ditetima semua lidah

Image
Gaya Hidup

Terlalu Lama Main Gawai, Anak Bisa Osteoporosis

Batasi waktunya!

Image
Gaya Hidup

Konsumsi Obat-obatan Jangka Panjang Bisa Ganggu Ginjal?

Bukan karena obat, tapi karena orangnya biasanya bandel

trending topics

terpopuler

  1. Sertifikasi Halal Bukan di MUI, Permadi Arya: Pantesan Ayah Naen Nyinyir, Ga Ada Sabetan Amplop

  2. Said Didu Sarankan Semua ASN, TNI, Polri dan Pegawai BUMN Ditugaskan Jadi Buzzer Pemerintah

  3. Akan Ada Menteri Usia di Bawah 30 Tahun? Mpu Jaya Prema: Gibran atau Kaesang, Nggak Mungkin Jan Ethes

  4. Polling Haikal Hassan '2 Tahun Anies Memimpin', 96 Persen Jakarta Lebih Baik

  5. Dua Kali Gagal Punya Anak, Gilang Dirga Berhenti Jalani Program Bayi Tabung

  6. Tak Dilibatkan dalam Penyusunan Kabinet Jokowi, PDIP: KPK Tak Perlu Kepo

  7. Vicky Nitinegoro Bebas, Billy Syahputra: Alhamdulilah Tak Bersalah

  8. Mantan Wapres AS: Trump Presiden Paling Korup dalam Sejarah

  9. Anies Klaim Sudah Sebulan Lakukan Persiapan Pendukung Pelantikan Presiden

  10. Ulah Tetangga Jahil, Sertifikat dan Rumah Nenek Arpah Terancam Pindah Tangan

fokus

Menyambut Presiden-Wakil Presiden 2019-2024
Masa Lansia
Kisah dari Cilincing

kolom

Image
Ujang Komarudin

Rontoknya Kekuatan Oposisi

Image
Achmad Fachrudin

Memperbaiki Marwah DPD 2019-2024

Image
Abdul Aziz SR

Partai Politik Tuna Ideologi

Image
Dr. Moh. Saleh

Perpu KPK Berpotensi Inkonstitusional

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
Ekonomi

Pernah Hampir Dibuang Ayahnya, ini 10 Fakta Menarik Orang Terkaya Dunia Jeff Bezos

Image
News

5 Capaian Menlu Retno Marsudi, Pulangkan 1.000 WNI di Yaman hingga Pimpin Sidang DK PBB

Image
News

Masa Bakti Segera Habis, 5 Fakta Sepak Terjang Susi Pudjiastuti