image
Login / Sign Up

NTB dan 2 Provinsi Lain Jadi Proyek Percontohan Manajemen Krisis Kepariwisataan

Bonifasius Sedu Beribe

Image

Mandalika, Lombok | Dok. Kemenpar

AKURAT.CO, Sebanyak tiga provinsi yakni Riau, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sebagai proyek percontohan Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) Daerah. 

Tiga provinsi yakni Riau, Jawa Barat, dan NTB dinyatakan telah memiliki kesiapan untuk menjadi tiga daerah awal untuk dilakukan pembentukan MKK Daerah. 

Ketiga daerah tersebut dipilih karena memiliki komitmen besar terhadap sektor pariwisata dari mulai kepala daerah yang masing-masing punya potensi krisis yang beragam serta secara geografis mewakili tiga regional destinasi di Indonesia. 

baca juga:

Jawa Barat dan Lombok misalnya, keduanya merupakan destinasi pariwisata yang memiliki potensi bencana alam cukup besar, khususnya gempa.

Sementara Riau dikenal memiliki karakteristik bencana yang unik, yaitu kabut asap, yang tidak menimbulkan kerusakan fisik pada destinasi wisata tetapi mengganggu penerbangan yang menyebabkan pembatalan grup wisatawan berkunjung ke Riau.

“Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) fokus pada upaya mitigasi (40%) dan strategi kehumasan (60%),” ungkap Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar, Guntur Sakti, dalam keterangan tertulis Kemenpar kepada AkuratTravel, Rabu, (18/9).

Lebih lanjut Guntur menjelaskan bahwa keberadaan MKK di daerah dapat menjadi perpanjangan tangan Kementerian Pariwisata yang saat ini tidak memiliki struktur komando horizontal langsung dengan dinas di daerah. 

MKK Daerah diharapkan dapat menjadi tangan pertama bagi pemerintah pusat untuk menjangkau keadaan krisis yang saat itu sedang terjadi di daerah. 

“Kita menyadari bahwa banyak daerah di Indonesia yang memiliki potensi untuk menjadi destinasi pariwisata. Namun, bagaimana cara kita menangani situasi krisis sehingga destinasi wisata tersebut bisa segera pulih setelah terdampak bencana, itulah yang perlu kita lakukan bersama,” tambahnya.

Pembentukan MKK Daerah perlu dukungan dari pemda setempat berupa ketersediaan personel yang memiliki pengetahuan tentang penanganan krisis serta ketersediaan ruang dengan peralatan yang memadai sebagai Command Centre. Selain itu, diperlukan anggaran khusus, seperti untuk membiayai program mitigasi bencana dan kesekretariatan. 

Untuk itu, Kementerian Pariwisata telah menerbitkan Permenpar Nomor 10 Tahun 2019 tentang Manajemen Krisis Kepariwisataan, Buku Panduan Manajemen Krisis Kepariwisataan, Buku Saku Manajemen Krisis Kepariwisataan, SOP Pengelolaan Krisis Kepariwisataan, motion graphic, dan aplikasi geospasial untuk dapat digunakan sebagai payung hukum, pedoman, dan alat dalam pelaksanaan MKK di daerah.

“Tiap daerah mempunyai karakter bencana yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Kemenpar tidak akan membatasi aspek regulasi dan standar peralatan, tetapi menekankan bahwa struktur organisasi MKK/TCC (tourism crisis center) diketuai oleh Kepala Dinas Pariwisata,” lanjut Guntur. 

Mengenai kesiapan NTB, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu M. Faozal, mengatakan bahwa pihaknya akan memperkuat koordinasi dan pola kerja lintas pihak, khususnya dalam penanganan krisis kepariwisataan yang berpotensi terjadi di NTB. Latar belakang NTB sebagai lokasi wisata yang pernah mengalami bencana alam dan berusaha pulih pasca bencana dalam waktu yang relatif singkat menjadi catatan penting. 

"Pasca gempa bumi NTB pada 2018, pihak asing selalu menanyakan apakah NTB sudah punya disaster management. TCC perlu mengadakan simulasi atau tactical floor game, terutama untuk melatih alur koordinasi informasi krisis," ujar Faozal. 

Setelah NTB, pembentukan MKK Daerah juga akan dilakukan di Riau dan Jawa Barat. Sama seperti pelaksanaan di NTB, pelaksanaan (Forum Group Discussion) FGD yang akan dilakukan di Riau dan Jawa barat juga akan menegaskan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk membentuk MKK Daerah dan melaksanakan kegiatan di tiap fase krisis sesuai dengan pedoman yang tertuang dalam Permenpar.[]

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Rentan Bencana, Jawa Barat Mulai Terapkan Manajemen Krisis Kepariwisataan

Image

Gaya Hidup

Banyak Bencana di Indonesia Pada 2019 Pengaruhi Kujungan Wisman

Image

Gaya Hidup

Menpar Beri Penghargaan pada Pewarta Pariwisata Indonesia

Image

Gaya Hidup

Hotel Terbesar di Kalimantan Resmi Beroperasi, Palangkaraya Jadi Destinasi MICE Unggulan

Image

Gaya Hidup

Indonesia Siapkan Diri Jadi Destinasi Ramah Vegan dan Vegetarian

Image

Gaya Hidup

WICSF 2019, Destinasi Pesta Belanja dan Kuliner Indonesia

Image

Gaya Hidup

Daftar Penerima Anugerah ISTA 2019

Image

Gaya Hidup

Menpar Ajak Penerima Anugerah ISTA 2019 Terlibat dalam Pengembangan Wisata Berkelanjutan

Image

Gaya Hidup

Sumedang Harus Perkuat Promosi Media untuk Sukseskan Java Paragliding World Championship

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup
Culinary Network

Sedang Tren, 4 Tips Sukses Usaha Kedai Kopi

Tak boleh anggap kedai kopi lain sebagai pesaing

Image
Gaya Hidup

Hadeh, Batok Kura-kura Langka di China Ditempel Keranjang untuk Tadah Koin

China akhirya tuai kecaman

Image
Gaya Hidup

Kopi Susu: Jembatan Tumbuhnya Pecinta Kopi

Mereka akhirnya mendalami kopi lebih jauh

Image
Gaya Hidup
Masak Yuk!

Resep Nendang, Teri Medan Combrang Pedas

Cocok untuk makan siang atau malam

Image
Gaya Hidup
Culinary Network

Manual Brewing VS Mesin Espresso, Kopi Mana yang Lebih Enak?

Pada sistem manual, bisa sambil ngobrol dengan barista

Image
Gaya Hidup

Bahaya Kandungan Timbal pada Lipstik, Bisa Merusak Organ Tubuh

Pakai lipstik seperlunya saja

Image
Gaya Hidup
Culinary Network

Tawarkan Ragam Kopi Nusantara, Yuk Mampir ke Saturday Coffee

Sasar mahasiswa jadi target utama

Image
Gaya Hidup

Alamak! Gegara Bikini, Wisatawan Taiwan Didenda di Filipina

Bikininya nyaris hanya berupa tali saja

Image
Gaya Hidup

Mengenal Getang Kenari, Olahan Kepiting Darat yang Hanya Ada di Ternate

Kepiting ini masuk hewan langka yang dilindungi pemerintah

Image
Gaya Hidup
No Bra Day

Mulailah Tidur Malam Ini Tanpa Bra, Berikut 5 Manfaatnya

Bisa melancarkan peredaran darah dan menyehatkan kulit payudara

trending topics

terpopuler

  1. Dicopot dari Jabatan Dandim Karena Istri, Bagaimana Gaji dan Tunjangan Hendi Suhendi?

  2. Masih Berseteru, Atta Halilintar-Bebby Fey Malah Ketahuan Dugem Bareng

  3. Bela Istri dan Karier Mantan Dandim, Musni Umar Kena 'Tampar' Profesor USU

  4. Prabowo Kutuk Aksi Radikalisme, Ferdinand: Bukannya Bapak yang Kasih Panggung?

  5. Politisi Gerindra: yang Dilakukan Istri Dandim Kendari Belum Terbukti Melanggar Hukum

  6. Prabowo Gabung Koalisi Jokowi, Rocky Gerung: Bong, Lu Cuma Kebagian Tulang

  7. Itu Buzzer Luar Biasa Keji dan Biadab: Interview Novel Bamukmin Usai Dituduh Jadi Dalang Penganiayaan Ninoy

  8. Penataan Kampung Akuarium, PDIP: Keberpihakan Anies Kami Acungi Jempol, Tapi Jangan Menabrak Aturan

  9. Yunarto Duga Musni Umar 'Stress', Karena Sebut Penusukan Wiranto Akibat Pembangunan Tol

  10. Kader Muda PKS: Keberadaan Indomaret dan Alfamart Mengancam Eksistensi UMKM

fokus

Kisah dari Cilincing
Hari Tani Nasional
Bencana Lingkungan

kolom

Image
Ujang Komarudin

Demokrasi Yang Tak Direstui

Image
Rozi Kurnia

Penampilan Luar Biasa Joker Dari Seorang Joaquin Phoenix

Image
ACHMAD FACHRUDIN

MPR, dari Zulhas ke Bamsoet

Image
Dr. Idham Holik

Selamatkan Pemilih dari Serangan Pasukan Siber

Wawancara

Image
News

DPR RI

Apa Sih Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia? Farah Puteri Nahlia Akan Menjelaskannya untuk Kamu...

Image
News

DPR RI

Farah Puteri Nahlia, Politisi Termuda DPR RI yang Ingin Perjuangkan RUU KKS

Image
Hiburan

Anggy Umbara Bicara Perkembangan CGI di Perfilman Indonesia

Sosok

Image
News

Jarang Tersorot, 10 Potret Kebersamaan Hanum Rais dan Suami

Image
News

Kerap Tuai Kontroversi, ini 5 Fakta Hanum Rais yang Kini Jabat Anggota DPRD Yogyakarta

Image
Ekonomi

Jadi Korban Penusukan, Wiranto Ternyata Punya Karir Moncer dan Harta Rp542 Miliar