image
Login / Sign Up

Menjaring Kisah Mistis dan Mitos di Bawah Ketenangan Setu Sedong

Herman Syahara

Image

Setu Sedong yang tenang dengan latar Gunung Ciremai. | AKURAT.CO/Herman Syahara

AKURAT.CO Permukaan airnya yang menyurut menampakkan bagian-bagian dasar danau yang  semula terendam. Gunung Ciremai yang kokoh membayang di atasnya. Pada lahan yang seolah  muncul dan menyatu dengan daratan ini nampak kegiatan yang khas: orang memancing dan menjala.

Cuaca terang musim kemarau akhir-akhir ini terkadang menganugerahkan pesona tambahan, yaitu indahnya matahari terbenam. Ketika cahayanya yang kekuningan berpadu dengan sisa warna biru langit di wajah setu, menjelma hamparan permadani lembut nan eksotik.

Begitulah panorama Setu (Danau) Sedong di puncak musim kemarau bulan-bulan Juni, Juli, dan  Agustus ini. Danau peninggalan zaman Belanda seluas sekitar 150 hektar ini terletak di wilayah Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon Jawa Barat, sejak lama menjadi daya tarik wisata bagi warga Cirebon dan sekitarnya.

baca juga:

Dalam keadaan normal di musim penghujan, kedalaman setu ini bisa mencapai 5-10 meter. Namun pada musim kemarau membuat para penjala atau pemancing yang umumnya warga sekitar bisa berjalan ke tengah setu karena airnya hanya sebatas dada orang dewasa.

Sejumlah referensi menyebutkan, setu yang juga dikenal dengan nama Setu Pengasinan ini  dibangun pada masa pemerintahan kolonial Belanda pada 1918 lalu mulai digenangi air pada 1921.  Salah satu tujuan pembangunan setu ini sebagai pengairan perkebunan tebu Sindanglaut yang pabriknya perlahan bangkrut. 

Namun pada faktanya, setiap musim kemarau datang, Setu Sedong sejak lama telah mejadi satu-satunya penolong bagi ratusan hektar lahan pertanian di Desa Karang Wuni, Sedanglor, dan Desa Panongan. Karena, sawah di sini umumnya amat tergantung pada curah hujan. Sehingga peran setu yang terletak 300-an meter dpl itu ini amat vital bagi warga yang mengandalkan hidupnya dari lahan pertanian.

Dari pusat Kota Cirebon tak sulit menuju Setu Sedong. Pertama dapat melalui jalan Cirebon-Sindang Laut. Kedua melintasi jalan nasional Cirebon-Kuningan lalu belok ke arah timur memasuki Desa Durajaya dan seterusnya menuju Sedong.

Di sepanjang perjalanan yang berkelok-kelok agak menanjak ini wisatawan akan disuguhi pemandangan khas perkebunan tebu, persawahan, dan barisan pohon mangga. Daerah Sedong memang dikenal sebagai salah satu penghasil Mangga Gedong yang bentuknya mungil “unyu-unyu”,  harum, manis segar rasanya.

Tak hanya itu. Terkadang turis juga dihibur oleh cerita-cerita berbau mistik. Misalnya, pada waktu tertentu di permukaan danau muncul buaya berwarna putih. Bahkan, sejumlah orang pernah menangkap ikan aneh buruk rupa. Daya tarik mistis Setu Sedong juga pernah menarik minat sebuah stasiun tv swasta (Trans TV) menjadikannya sebagai lokasi syuting acara Dua Dunia pada 2012 silam.

Menurut Carya, warga setempat yang dijadikan narasumber acara itu, di tengah situ itu dia pernah melihat penampakan kuda berwarna merah-kehitam-hitaman. Ada juga penampakan perempuan yang sesekali muncul di sekitar. Bahkan, entah bagaimana, katanya, danau ini juga sering memakan korban jiwa meninggal. Yang dia ketahui saja jumlahnya sudah enam orang.

Meskipun sudah terkenal sebagai daerah tujuan wisata danau dan agro yang menarik minat turis lokal dan sebagian kecil turis asing, namun pemerintah setempat nampaknya belum benar-benar serius mengelolanya sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah. Buktinya, para turis dapat keluar masuk dengan leluasa tanpa dikenai retribusi baik dari parkir maupun tiket masuk.

Wisata Berbasis Mitos

Potensi Setu Sedong dengan segala daya tarik alam dan budaya di sekitarnya telah memikat perhatian para dosen dan peneliti dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI) dengan menjadikan setu ini sebagai sasaran program Pengabdian Masyarakat DRPM UI 2019.

Selama dua hari, pekan awal Juli 2019 lalu, Dr. Juhdi Syarif, M. Hum, Maman S Mahayana, dan Bastian Zulyeno, Ph.D. berbaur dengan masyarakat aparat desa setempat untuk menyampaikan gagasan sekaligus menjaring masukan dalam aksi yang bertajuk Pemberdayaan Setu Sedong Melaui Mitos dan Cerita Rakyat di Desa Karangwuni, Kecamatan Karangwuni, Kabupaten Cirebon.

Dengan mengambil tempat di Kantor Kecamatan Sedong, dalam paparannya di depan perangkat desa dan masyarawat setempat, ketiga dosen berpendapat bahwa Situ Sedong memiliki potensi sebagai objek wisata yang berbasis mitos atau cerita rakyat sebagaiman yang terjadi di banyak objek wisata lain di Indonesia. Pada gilirannya kedatangan wisatawan ke Setu Sedong akan menggerakkan perekonomian warga setempat.

Menurut Juhdi Syarif, salah satu daerah yang berhasil mengembangkan daerahnya menjadi objek wisata budaya adalah Babel (Bangka Belitung). Semula daerah ini hanya mengandalkan tambang timah untuk PAD-nya. Namun seiring surutnya kejayaan tambang timah yang telah mewariskan kerusakan lingkungan pengabaian terhadap pendidikan, pemda setempat mulai memperhatikan pengembangan daerah melalui wisaya budaya.

“Sekarang Babel mulai terkenal karena mengandalkan budaya dan pariwisata. Melalui novel Laskar Pelangi semua orang mengenal Bangka Belitung,” papar mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Saudi Arabia itu.

Senada dengan Juhdi Syarif, Bastian Zulyeno juga menyebut daerah-daerah yang berhasil mengembangkan daerahnya menjadi objek wisata yang berkembang karena mengandalkan mitos dan cerita rakyat sebagai salah satu daya tariknya.

Bahkan, katanya cerita rakyat yang dikisahkan secara turun temurun di Aceh, telah berperan sebagai panduan warga untuk perlindungan diri dari tsunami saat seluruh warga meneriakkan kata “Smong” (tsunami) berulang-ulang sambil lari ke atas perbukitan.

Di mata Maman S Mahayana, Setu Sedong sangat mungkin dikembangkan sebagai objek wisata  berbasis mitos dan cerita. Syaratnya, masyarakat harus mau menggali, mengembangkan, atau “menciptakan” mitos yang berkembang di masyarakat sekitar setu. Mengembangkan objek wisata dengan berbaris mitos dan budaya lokal sudah lazim terjadi di luar negeri seperti di Korea di mana dia pernah menjadi dosen tamu.

Setu Sedong sangat mungkin dijadikan objek wisata berbasis mitos dan cerita rakyat yang dikenal di tingkat provinsi, nasional, dan bahkan internasional. Yang penting adalah pendekatan lintas sektor. Mulai dari pemerintah kabupaten, provinsi, dan masyarakat,” tegasnya.

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

komentar

Image

1 komentar

Image
Achmad Fauzi

menarik hmmm

terkini

Image
Gaya Hidup

5 Fakta Menarik Penis, Hati-hati Bisa Patah Lho!

Rata-rata penis orang Indonesia memiliki ukuran 10,5-12,9 sentimeter dan masuk ke urutan 78 dari 88 sampel.

Image
Gaya Hidup

4 Zodiak Paling Eksperimental di Atas Ranjang, Adrenalin Tinggi hingga Berfantasi Liar!

Zodiak ini mungkin terlihat tertutup, tapi mereka bisa sangat eksperimental di atas ranjang

Image
Gaya Hidup

Jelajah Koeboeran Londo, Makam Belanda yang Bikin Bulu Kuduk Bergidik

Ada Makam Freemason yang perlu ditelisik

Image
Gaya Hidup

Dari Kasus The Connell Twins, Ketahui Penyakit Akibat Incest

The Connell Twins terlibat incest?

Image
Gaya Hidup

Warak Kayu, Daya Tarik Wisata Baru Wisata Semarang

Lokasinya strategis di pusat kota, tepatnya di Taman Kasmaran

Image
Gaya Hidup

Kenali Incest, Typo The Connell Twins yang Jadi Viral

Apa sebenarnya incest?

Image
Gaya Hidup

Tak Suka Daging Kodok? Yuk, Coba Bikin Swike dengan Daging Ayam

Selamat mencoba!

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Rentan Kena Corona, Penyandang Diabetes Wajib Pastikan Gula Darah Aman

Protokol kesehatan Covid-19 juga wajib ketat dipatuhi

Image
Gaya Hidup

Resep Es Cuing Khas Cirebon yang Segarnya Bikin Ketagihan

Dijamin bikin siangmu segar banget nih!

Image
Gaya Hidup

Rela Batalkan Janji, 5 Shio ini Lebih Pentingkan Teman daripada Pacar

Ada shio pacar kamu nggak nih?

terpopuler

  1. 7 Potret Transformasi Lesti Kejora yang Bikin Terpesona, Imut dari Kecil!

  2. Anak Buah Anies: Covid-19 Sulit Dituntaskan Selama Pemda Bodetabek Tak Imbangi Kerja Pemprov DKI

  3. Upaya Denny Indrayana Menjadi Gubernur Kalsel Terganjal Kasus Payment Gateway

  4. Viral Ibu Muda jadi Kurir Antar Makanan Sambil Momong 2 Anak Balitanya, Begini Kisahnya

  5. Pemerintah Harus Selamatkan Kelas Menengah dengan Gratiskan Seluruh Tarif Listrik dan Cicilan

  6. 5 Fakta Menarik Dan Friedkin Pemilik Baru AS Roma, Kekayaannya Rp59 Triliun

  7. Faiq dan Astrid Dua Kali Berbuat 'Begituan' di Apartemen Margonda Residence V

  8. Renovasi Stadion Bung Tomo untuk Piala Dunia U-20 Mendekati 90 Persen

  9. Tak Ingin Seperti Beirut, Rakyat Australia Desak Pemindahan Pabrik Amonium Nitrat

  10. Exco PSSI Anggap Gatot S Dewabroto Terlalu Banyak Ngomong

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Image
UJANG KOMARUDIN

Demokrasi dalam Genggaman Oligarki

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Islam Yang Mewarna-Warni

Image
Dr. Arli Aditya Parikesit  

Diskursus antara WHO dan Sains 'Vis a Vis Post-truth' Era Pandemi COVID-19

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Memulihkan Perekonomian Desa dengan Digitalisasi dan Menggerakkan Anak Muda

Image
Video

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Akurat Talk Bersama Abdul Hakim Bafagih (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk

Image
Ekonomi

Foto Lawas Cita-cita Masa SD Desainer Asal Medan ini Viral, Bikin Bangga!

Image
Hiburan

5 Potret Memesona Dian Syahfitri, Guru SMK di Deli Serdang yang Jadi Idola Para Murid