Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Bungker di Bukit Poncan, Jejak Sejarah yang Butuh Disentuh

Damai Mendrofa

Bungker di Bukit Poncan, Jejak Sejarah yang Butuh Disentuh

Bungker di Bukit Poncan Gadang, Kota Sibolga, Sumatera Utara | AKURAT.CO/Damai Mendrofa

AKURAT.CO, Matahari belum menua. Angin berhembus rendah. Ombak berdebur ringan di pantai Kota Sibolga, Sumatera Utara, Kamis pagi itu.

AkuratTravel dan beberapa teman dari Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab) ditemani Felix, Manajer Poncan Marine Resort, mengawali perjalanan menumpangi kapal menuju Pulau Poncan Gadang berjarak 25 menit perjalanan.

Tak lama, kapal mendekat ke dermaga Pulau Poncan Gadang. Hamparan pantai berpasir putih yang didebur ombak menyambut kapal yang berlabuh perlahan. Kami menyusuri dermaga menuju restoran dengan berbagai ornamen dan interior klasik.

baca juga:

Poncan, pada tahun-tahun terakhir memang mengalami penurunan pengunjung yang menginap. Tak terlihat pengunjung pagi itu. Hanya beberapa karyawan dan pelajar SMK yang memilih menjalankan praktek lapangan di resort yang sudah beroperasi sejak 1997 silam ini.

Rangkaian persiapan kami mulai; mengenakan sepatu pendakian, tas, topi dan beberapa perlengkapan lainnya. Misi kali ini menuju bungker yang berada di puncak Bukit Poncan.

Sejumlah literasi pemberitaan menyebut bungker yang berada di ketinggian 116 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini merupakan peninggalan penjajahan Jepang.

"Informasinya dari orang-orang tua, bungker itu dahulunya dibangun Jepang. Masyarakat pribumi yang menjadi pekerjanya. Gak terbayang bagaimana dulu mereka membawa material bahan bangunan untuk membangun bungker itu," tutur Felix.

Tak lama bersiap. Perjalanan kami awali memasuki pintu rimba yang sudah mulai tertutup rumput. Dengan parang, rumput yang menghalang jalan ditebas dan disingkirkan.

Seorang pengunjung saat membersihkan rumput yang menutupi anak tangga ke ruangan bawah tanah Bungker di Bukit pulau Poncan Gadang, Kota Sibolga, Sumatera Utara. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Jalur pembuka diawali hutan bambu dengan jalan sedikit mendaki. Menyusul, jalan tikus berkontur batuan dan tanah di tengah hutan dengan kecuraman bervariasi 40 hingga 50 derajat. Sudah disediakan tali tambang sebagai pegangan saat mendaki.

"Sudah kita pasang tali memang, jadi memudahkan pendakian. Talinya sekitar 50 meter," kata Felix.

Hutan hujan Pulau Poncan Gadang terlihat masih cukup asri. Pohon masih rimbun. Timbunan daun cukup tebal di sepanjang jalur menuju bungker, mengindikasikan kontur tanah masih terjaga dengan baik. Sementara, masih ditemukan Kantung Semar di beberapa titik hutan.

Perjalanan akhirnya tiba di bungker pertama. Bungker ini tertutup rumput tebal. Wajar saja, objek sejarah ini jarang dikunjungi dan belum mendapat sentuhan pemugaran.

Di Bungker pertama ini terdapat ruang ke bawah tanah dengan 7 anak tangga. Di ruang dasar, gelap menyelimuti. Air menggenang di lantai ruangan setinggi 15 centimeter. Sementara di bagian atas, terlihat anak-anak tangga lainnya. Sayang, rumput tebal menghalangi upaya mengetahui arah anak tangga itu.

Bungker kedua berjarak sekitar 15 hingga 20 meter ke arah barat dari bungker pertama. Bungker ini terlihat lebih terbuka. Berbentuk melingkar. Di tengah bungker, terdapat lagi lingkaran kecil berdiameter 2 meter sedalam setengah meter.

Terdapat juga ruangan ke bawah tanah dengan menuruni 7 anak tangga. Air juga menggenang di dalam ruangan bawah tanah. Kelelawar memanfaatkan ruang bawah tanah ini sebagai tempat beristirahat.

Sementara di bagian atas bungker, tepatnya di dinding bagian dalam, terdapat tiga lubang kecil berbentuk petak seluas 50 centimeter persegi. Menyusul, terdapat juga anak tangga menuju bagian atas bungker. Rumput yang awalnya menutupi sebagian bungker akhirnya dibersihkan. Bentuk bungker bagian atas akhirnya terlihat lebih jelas.

"Dulu waktu kami kemari sempat pasang tiang dan kami ikat bendera Indonesia. Ya sebagai penanda saja, bungker ini memang jarang didatangi, cuma beberapa kali saja," kata Felix.

Felix memprediksi, bungker tersebut tidak hanya di dua titik itu. Ia meyakini jika dilakukan penelusuran lebih jauh, akan ditemukan bungker-bungker lainnya. Ia juga menduga, ada terowongan yang menghubungkan semua bungker itu.

"Dugaan tentu banyak, ya. Semoga ada penelusuran lebih jauh untuk mengungkapnya," harap Felix.

Panorama keindahan dari Bungker Poncan

Kondisi Bungker di Bukit pulau Poncan Gadang, Kota Sibolga, Sumatera Utara yang membutuhkan sentuhan pemugaran dan pelestarian. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Dari Bungker ini, panorama keindahan alam tersaji dengan terbuka. Lokasi ini juga menarik sebagai spot foto teluk Tapian Nauli di arah utara.

Terlihat areal Poncan Marine Resort sepanjang bibir pantai Pulau Poncan Gadang. Barisan atap resort-resort klasik bermaterial kayu itu terlihat artistik dari ketinggian. Garis-garis ombak berkejaran di tepian pulau-pulau. Keindahan terlihat memukau.

Sayangnya, di sisi Barat, rumput menjulang tinggi dan menghalangi pemandangan dan belum memungkinkan untuk dijadikan spot berburu sunset.

"Sangat indah memang dari sini. Karena itu memang cukup menarik jika ingin dijadikan destinasi wisata sejarah sekaligus wisata keindahan," kata Kordinator Komunitas Menjaga Pantai Barat (Komantab), Maecenas Donnya, kepada AkuratTravel.

Berpotensi wisata, sentuhan pemugaran harus dilakukan

Maecenas yang akrab disapa Doni, menyebut, Bungker Poncan memiliki potensi yang layak untuk dijual kepada wisatawan. Meski, menurut dia, pembenahan lokasi, baik akses jalan, pemugaran bungker dan penambahan sarana pelengkap lainnya menjadi sebuah keniscayaan, jika ingin menyasar para pecinta alam yang hobi pendakian.

Jalur treking menuju Bungker yang memiliki kecuraman yang cukup menantang bagi para pendaki harus lebih dibenahi.

"Bisa juga dikembangkan camping ground jika ditemukan areal yang datar," ujar Doni.

Kemudian, bagi para pecinta sejarah. Bungker Poncan dipastikan menyimpan jejak-jejak cerita masa penjajahan yang penting bagi ilmu pengetahuan. Mengumpulkan literasi tentang bungker itu harus dilakukan untuk menyajikan kisah tentang bungker tersebut.

"Wisatawan datang ke satu lokasi tentu ingin tahu cerita tentang lokasi itu. Nah, literasi tentang bungker disajikan di lokasi, agar pengunjung tahu, ini tahun berapa dibangun, apa jejak sejarahnya," katanya.

Pemugaran, menurut dia, memang harus dilakukan jika ingin menjadikan Bungker Jepang ini sebagai destinasi wisata baru. Selain pembersihan, beberapa sarana lain penting diadakan, misalnya papan himbauan soal kebersihan dan kehati-hatian, penunjuk arah serta sarana kebersihan.

"Soal kebersihan, soal sampah menjadi suatu yang sangat penting saat ini di semua pengembangan pariwisata, khususnya sampah plastik. Makanya, tong sampah dan manajemen pengelolaan sampah harus ada ke depan," katanya.

Perlu koordinasi lintas sektoral menyentuh Bungker Poncan

Felix mengaku, status lahan dimana Bungker Poncan berada tidak masuk dalam pengelolaan pihaknya.

"Sepertinya lahan milik Pemko, atau belum tahu di lahan siapa," katanya.

Kendati, Felix mengatakan pihaknya berkeinginan mengembangkan bungker tersebut sebagai objek wisata di Pulau Poncan.

"Menarik, bisa jadi objek pelengkap bagi pengunjung yang datang ke Poncan Marine Resort," ujarnya.

Dia juga mengaku siap berkordinasi dengan Pemko dan bermitra dengan lintas sektoral terkait pengembangannya.

"Termasuk dengan teman-teman komunitas menjaga pantai barat, kita tentu tertarik mengembangkannya dan menawarkannya untuk dikunjungi wisatawan Poncan," kata dia.

Felix, Manajer Poncan Marine Resort, saat menaiki anak tangga dari ruang bawah tanah yang terdapat di Bungker di Bukit pulau Poncan Gadang, Kota Sibolga, Sumatera Utara. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Sibolga, Kota Seribu Benteng

Keberadaan Bungker di Pulau Poncan memang tidak mengejutkan. Di banyak lokasi, terdapat banyak benteng dan bungker peninggalan Jepang saat berhasil mendarat dan menduduki pantai barat atau Kota Sibolga pada tahun 1940-an.

Benteng dan Bungker Jepang yang masih dapat dilihat diantaranya terdapat di Bukit Ketapang yang berjumlah belasan, benteng di Gang Kaje-kaje, bungker di perbukitan Pintu Angin, bungker di antara rumah warga di Panomboman, bungker di rumah warga di komplek perumahan bea cukai dan Goa Jepang di Tangga Seratus.

Terkhusus di Ketapang, benteng-benteng Jepang banyak dijadikan sebagai pondasi rumah warga karena memiliki daya tahan yang tinggi.

Meski terdapat juga benteng yang sudah dipugar yakni di Bukit Ketapang: ada 2 unit. Pemugaran dilakukan pemerintah setempat dengan membangun gajebo di atasnya. Juga telah dibangun tangga dan jalan setapak dari beton yang menyusuri Bukit Ketapang menuju benteng. Jalan tersebut juga telah diberi nama Gang Benteng.

Goa di Tangga Seratus juga telah disentuh pembangunan dengan menjadikannya taman bermain bagi anak-anak. Kios menjajakan burger juga telah dibangun bagi pengunjung yang ingin menghabiskan waktu duduk-duduk sembari menikmati kesibukan Jln. Sisingamangaraja. Meski hingga kini, mulut goa masih dijerjak besi dan tak diperbolehkan masuk ke dalam.

Upaya melestarikan dan menjaga benteng dan bungker di Kota Sibolga termasuk di Pulau Poncan memang masih harus terus dilakukan. Sentuhan yang lebih arif dan bijaksana dibutuhkan agar jejak-jejak sejarah di Kota Sibolga tak tergerus dan hilang.

Tidak saja pemerintah, seluruh elemen baik lembaga, swasta, komunitas dan seluruh masyarakat harus terlibat.[]

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Meriam Bottot Terancam, Komantab Minta Jangan ada Lagi Pengrusakan

Image

Gaya Hidup

Kopi, Cara Kabupaten Dairi Gaet Wisman

Image

Gaya Hidup

MoU Bersama Pata Indonesia, Pemkab Dairi Makin Fokus Kembangan Potensi Wisata

Image

Gaya Hidup

Bangun Potensi Wisata Daerah, Ini Tantangan yang Dihadapi Kabupaten Dairi

Image

Gaya Hidup

Jejak Sejarah Dibalut 'Surga Alam' di Sitardas

komentar

Image

2 komentar

Image
Hera Wati

masih agak seram yaa, tempatnyaa

Image
emil sampeno

wah hartakaruuun hartakaruun...

terkini

Image
Gaya Hidup

5 Manfaat Buah Nanas bagi Kesehatan, Mampu Tingkatkan Imunitas!

Nanas mengandung vitamin C tinggi. Karena itulah nanas bisa dijadikan sebagai sumber utama antioksidan untuk menangkal radikal bebas.

Image
Gaya Hidup
Lawan Covid-19

Syarat Sebelum Terima Vaksin COVID-19

Usai divaksin, tidak ada makanan khusus atau olah raga tertentu yang dilarang

Image
Gaya Hidup

Hikmah Pandemi, Sarian Skincare Catat Hasil Fantastis

Kamu ingin menjadi distributor Sarian Skincare?

Image
Gaya Hidup

Resep Pancake Havermut Kacang Merah, Sarapan Sehat Keluarga

Pancake havermut kacang merah bisa ditaburi potongan pisang ataupun saus madu

Image
Gaya Hidup
Lawan Covid-19

Pariwisata Nongsa di Batam Lemas Dipukul Corona

Jumlah wisatawan mancanegara menurun drastis

Image
Gaya Hidup

Gejala Psikosomatik Saat Pandemi Bisa Bawa Penyakit Fisik

Diawali oleh masalah kesehatan mental seperti takut, stres hingga rasa cemas

Image
Gaya Hidup

Piramid View di Garut, Pesaing Dataran Tinggi Dieng

Piramid View memiliki daya tarik tersendiri

Image
Gaya Hidup

Bunda Tak Perlu Kaget Jika Anak Alami Gatal Saat Tiba di Tempat Baru

Pernahkan buah hati mendadak alergi dan gatal-gatal ketika pindah ke tempat baru, terutama bila kondisinya berbeda 180 derajat

Image
Gaya Hidup

Sejumlah Desa di Garut Kembangkan Produk Kopi sebagai Komoditas Unggulan

Pemerintah desa lebih banyak mengembangkan jenis kopi arabika yang sudah melakukan tahapan pengemasan atau siap dijual melalui BUMdes

Image
Gaya Hidup

3 Hari Sekali Jadi Waktu Tepat Berhubungan Seks

Berhubungan seks setiap hari dapat memengaruhi kualitas sperma.

terpopuler

  1. Ditengah Lamaran Kalina - Vicky Prasetyo, Azka Ungkap Dirinya Hanya Putra Deddy Corbuzier

  2. Mainkan Nomor Lotre yang Sama Selama 20 Tahun, Wanita Kanada ini Akhirnya Dapat Jackpot

  3. Bertindak Kebablasan pada Pacar Sewaan, Pria Taiwan Dipenjara

  4. Nekat Buka Sampai Larut Malam, Tempat Karoke Masterpiece Tanjung Duren Disegel Petugas

  5. Dolar AS Melompat Seiring Melebarnya Infeksi COVID-19

  6. Anies Dinilai Tak Transparan Soal Pembelian Lahan Makam Covid-19 Senilai Rp185 M

  7. Citilink Imbau Penumpang Validasi Surat Hasil Tes COVID-19 Melalui eHAC

  8. Typo di Kaleng Kemasan, Perusahaan Bir Jepang Tetap Lanjutkan Penjualan

  9. 20 Tahun Hidup Tanpa Tangan, Pria ini Akhirnya Sukses Terima Transplantasi Lengan Ganda

  10. 4 Zodiak Ini Prinsipnya Hidup dengan Kekayaan Berlimpah!

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
Abdul Hamid

Ilusi Dilema Demokrasi dan Integrasi

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Gesits Buktikan Kendaraan Listrik Ramah Perawatan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

VIDEO Gesits, Cita-cita Bangsa Ciptakan Kendaraan Listrik | Akurat Talk (1/2)

Image
Video

Bukan Mistis, Gangguan Jiwa Adalah Gangguan Medis | Akurat Talk (3/3)

Sosok

Image
News

5 Fakta Menarik Maya Nabila, Mahasiswa S3 ITB yang Baru Berusia 21 Tahun

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot