Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Jejak Sejarah Dibalut 'Surga Alam' di Sitardas

Damai Mendrofa

Jejak Sejarah Dibalut 'Surga Alam' di Sitardas

Surga Alam di Sitardas | AKURAT.CO/Damai Mendrofa

AKURAT.CO, Mungkin, Desa Sitardas, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, tak setersohor banyak desa lain yang telah dilabel dalam banyak keunggulan: sejarah, wisata, ekonomi, budaya atau teknologi.

Desa ini terbilang terpinggir sebab jaraknya yang terbilang jauh dari pusat kabupaten berjuluk Negeri Sejuta Wisata: 16 kilometer dari jalan lintas Sibolga-Padangsidimpuan. Terdiri dari 5 dusun dan 600 kepala keluarga atau sekitar 3000-an jiwa. 2 dusun diantaranya terletak di tepian laut dan dihuni mayoritas nelayan.

Meski selama puluhan tahun terisolasi akibat akses jalan yang tak tembus, desa ini cukup unik dari sisi keberagaman etnis. Terdapat etnis Batak, Nias, Jawa dan Bugis. Masyarakat di sini, sejak puluhan tahun berdinamika dan bercampur baur. Bahasa yang digunakan juga beragam, dari Batak, Nias dan Pesisir.

baca juga:

Harus diakui, tahun-tahun terakhir, Desa ini sudah tembus akses jalan. Tidak saja sepeda motor, kendaraan roda empat pun sudah menyasar hingga pusat desa. Dana Desa disebut sebagai faktor penting bagi desa ini mendapatkan akses itu. Ekonomi warga kian bergerak mantap, baik bagi para petani, pekebun sawit dan para nelayan.

"Kalau dulu ke sini harus naik speedboat, karena akses jalan darat yang benar-benar rusak. Lumpur bisa sedalam pinggang, sekarang Dana Desa memang sangat membantu kami. Sekarang siapapun bisa datang ke Sitardas," tutur Kepala Desa Sitardas, Isafan Gea, kepada AkuratTravel, pekan ini.

Meriam peninggalan penjajahan Belanda

Meriam peninggalan Belanda di bukit pantai Bottot. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Sitardas kian terbuka. Demikian potensi keindahan alam yang pantas didapuk sebagai 'surga' yang selama ini berdiam di tepian pantai atau bersembunyi di selasar hutan. Potensi itu kini kian sering dikunjungi.

Menariknya, di antara pesona keindahan itu, jejak sejarah masa penjajahan terdapat di desa ini: Meriam sepanjang sekitar 7 meter yang terletak di perbukitan pantai Bottot.

Menuju meriam ini, ditempuh menggunakan perahu atau speedboat. Jika mengawali perjalanan dari Desa Sitardas, ditempuh sekitar 20 menit. Atau jika perjalanan dimulai dari Pantai Pandan, pusat Kabupaten Tapanuli Tengah, ditempuh sekitar 60 menit perjalanan. Soal harga sewa speedboat, antara Rp300 ribu hingga Rp600 ribu.

Masih sedikit literasi yang menceritakan histori meriam ini. Kendati sejumlah kode berbentuk angka-angka tersemat di lambungnya. Misalnya: No 14895; 7-8-2-0 yang diduga sebagai kode produksi meriam. Kemudian, logo berbentuk mahkota yang menjelaskan bahwa meriam tersebut diproduksi kerajaan Inggris.

Dalam logo tersebut, juga tertera semboyan; Honi Soit Qui Mal Y Pens yang diketahui pula sebagai semboyan yang tertera dalam logo kerajaan Inggris. Diprediksi, meriam ini diproduksi pada abad ke-18.

Keindahan pantai Bottot berpasir putih dan bersih. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Meriam ini terletak di perbukitan terbuka menghadap teluk Tapian Nauli dan Samudra Hindia. Berdiri kokoh di penyangga beton dengan kemampuan berotasi 360 derajat. Sejumlah bungker bermaterial beton juga terdapat di perbukitan ini. Ada juga gua tanah bentukan manusia sedalam 20 meter.

Material kuningan padat menjadikan meriam ini terjaga dan tak berkarat. Namun, materialnya yang mahal itu pula yang memicu kehadiran para pencuri. Hal ini dikuatkan terlihatnya sejumlah kepingan mata gerinda tak jauh dari pangkal meriam.

Beruntung, para pencuri belum berhasil menjalankan niat jahatnya. Meriam masih relatif utuh. Kendati di beberapa titik badan meriam terlihat garis-garis bekas goresan gerinda yang menunjukkan usaha keras para pencuri untuk memotong benda peninggalan sejarah ini.

"Yang bisa kami lakukan hanyalah membersihkan kawasan meriam, melakukan kunjungan rutin untuk memastikan para pencuri tidak datang lagi," kata Isafan Gea, sang Kades Sitardas.

Dia menuturkan, beberapa peneliti juga sempat datang mengunjungi meriam itu. Meski ia belum memperoleh informasi lebih jauh, apa yang akan dilakukan terhadap meriam bersejarah itu.

"Pernah juga sampai buka kem (tenda dan tempat tidur darurat) dengan peneliti, bermalam disini," ungkapnya.

Pantai Bottot yang permai

Bentang Alam Pantai Bottot terlihat dari Bukit dimana Meriam Belanda berada. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

Menuju Meriam Belanda, harus menyandarkan kapal di Pantai Bottot. Pantai berpasir putih yang permai dan asri. Di pantai ini, ombak berdebur riak ke pantai tak berhenti, apalagi saat pecah menghantam tepian tebing: begitu dramatis. Di dasar laut yang dangkal, terlihat terumbu-terumbu karang yang meski sudah mengapur.

Belum terlihat sampah berserakan di pantai ini. Rindang pohon berbaris rapi di selasar pantai. Kerang-kerangan berserak acak membentuk harmoni. Tepat di jalur mendaki menuju Meriam, terdapat pancuran air tawar. Sekedar membasuh wajah atau bahkan mandi, tentu akan sangat menyegarkan.

Pantai ini sangat direkomendasikan untuk menyepi dan menenangkan diri: sekedar kemping, mungkin. Pasalnya, Pantai Bottot menyatu dengan bentang alam samudra Hindia, dus keindahan panorama beberapa pulau kecil tak jauh dari pantai ini. Di antaranya, Pulau Situngkus, Pulau Bakkar dan Pulau Ungge. Merencanakan agar pantai ini menjadi destinasi wisata tentu itu opsi menarik.

Pesona air terjun 'Hele Wuti'

Di Dusun Satu, Desa Sitardas, panorama keindahan alam lainnya tersaji: Air terjun. Warga sekitar selama ini menyebutnya dalam bahasa Nias, yakni 'Hele Wuti' atau Pancuran Putri.

Menuju air terjun ini, ditempuh berjalan kaki sekitar 15 menit dari lokasi parkir kendaraan. Cukup menarik, pasir putih yang halus dan lembut terdapat di sepanjang jalan setapak, lalu menghampar luas di pelataran kolam air terjun yang hijau dan bening.

Eferoni Waruwu (62), seorang kepala rumah tangga bermukim di air terjun ini. Eferoni telah tinggal di lokasi ini sejak puluhan tahun. Ia juga diakui sebagai penjaga air terjun eksotik ini.

"Sejak tahun 1991 saya sudah di sini, masih beroperasi anak perusahaan Mujur Timber waktu itu. Kami disini, indah, masih hutan ini semua. Dulu ini kolamnya luas," tutur Eferoni kepada AkuratTravel.

Pria berperawakan kurus dan berjenggot ini menuturkan ihwal penamaan air terjun itu. Selain didasari kontur air terjun yang landai yang menurutnya menyimbolkan keanggunan seorang putri, sebuah mitologi juga mengikuti. Yakni, penampakan sosok 'putri' yang kerap mandi di air terjun berair jernih dan sejuk ini.

"Dia (sosok putri itu) melayang, jadi pernah saya melihatnya dua kali, kebetulan, kayak mimpi. Sekilas saja, pakai gaun di atas lutut, langsing, rambut terurai sebatas punggung. Pernah juga tertangkap kamera secara tak sengaja, padahal kasat mata tak terlihat. Tapi sekarang tak pernah terlihat lagi," kisah Eferoni.

Eferoni penuh harap. Air terjun 'Hele Wuti' bisa terpromosikan lebih luas lagi. Perbaikan akses jalan menuju air terjun ini juga ia soroti dan diharapkan dapat dibangun.

Tangkapan drone Desa Sitardas, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. AKURAT.CO/Damai Mendrofa

"Kami tak pernah menyangka, air terjun ini punya daya tarik yang luar biasa. Karena itu, besar harapan kami air terjun ini bisa lebih maju dan terpromosikan dengan baik," ucapnya.

Menurut dia, walau air terjun ini berjarak jauh dari pusat kabupaten, tak sedikit yang datang berkunjung. Terutama di hari-hari besar, misalnya menjelang puasa.

"Kadang datang dari Padangsidimpuan, Tarutung. Ya mungkin mereka ada keluarga disini kan? Pernah juga ada seperti orang Tionghoa, nginap (kemping-red) di sini," tutur Eferoni.

Kades Isafan menyebut, pihaknya juga berharap air terjun ini dikenal banyak orang dan dikunjungi. Upaya membangun fasilitas untuk memudahkan pengunjung bisa langsung ke lokasi air terjun kata dia sedang direncanakan.

"Mungkin tahun depan akan dibangun jalan selebar 6 meter, biar kendaraan roda dua dan mobil juga bisa sampai dekat air terjun, dan keamanan kendaraan lebih terjaga," kata Eferoni.[]

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Meriam Bottot Terancam, Komantab Minta Jangan ada Lagi Pengrusakan

Image

Gaya Hidup

Kopi, Cara Kabupaten Dairi Gaet Wisman

Image

Gaya Hidup

MoU Bersama Pata Indonesia, Pemkab Dairi Makin Fokus Kembangan Potensi Wisata

Image

Gaya Hidup

Bangun Potensi Wisata Daerah, Ini Tantangan yang Dihadapi Kabupaten Dairi

Image

Gaya Hidup

Bungker di Bukit Poncan, Jejak Sejarah yang Butuh Disentuh

komentar

Image

3 komentar

Image
emil sampeno

kereen kereen,,

Image
Hera Wati

wahhh penasaran pngn lihat aslinya..sama meriam peninggalan belanda,

Image
Muhamad Wahyudi

Wonderful Indonesia

terkini

Image
Gaya Hidup

Kolaborasi dengan Jil Sender, Uniqlo Luncurkan Koleksi Baru

Koleksi terbaru Uniqlo berkolaborasi dengan Jil Sender

Image
Gaya Hidup

Ayurihijab, Sajikan Khimar Syar'i dengan Kelas Premium

Berdiri sejak tahun 2016, Ayurihijab selalu mengutamakan bahan dengan kelas premium untuk produk khimar syar'i nya

Image
Gaya Hidup

Sajikan Nuansa Modern, Blouse Batik Polaris Kanthil Sukses Bertahan di Tengah Pandemi

Omset busana batik bermodel blouse kantor milik Polaris Kanthil justru meningkat di masa pandemi

Image
Gaya Hidup

Nikmatnya Menyantap Mie Ayam Bakso Lokal dengan Sentuhan Modern

Dian Ayu menyediakan mie ayam ala rumahan dengan sentuhan modern

Image
Gaya Hidup

5 Tempat Makan Langganan Presiden Jokowi di Solo, Dijamin Bikin Ngiler!

Selain motoran, Jokowi juga gemar berwisata kuliner, terutama di Solo

Image
Gaya Hidup

Tips Staycation Nyaman Meski di Rumah Aja

Staycation bisa menjadi alternatif liburan di masa pandemi

Image
Gaya Hidup

Long Weekend di Rumah Saja? Mending Bikin Pizza Teflon Super Lezat ini

Caranya gampang banget bikin pizza teflon

Image
Gaya Hidup

Resep Japanese Pancake yang Enak dan Super Fluffy, Bikin Pas Liburan Yuk!

Mumpung liburan, bikin yuk!

Image
Gaya Hidup

Spooktacular Night, Habiskan Long Weekend dengan Rayakan Halloween

Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel tetap berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang tidak terlupakan.

Image
Gaya Hidup

Penting Ketahui 6 Gejala Awal Penderita Stroke

Temanya adalah Join the MoveMent, di mana para ahli kesehatan menciptakan kesadaran akan pentingnya menjalani gaya hidup aktif.

terpopuler

  1. 10 Kumpulan Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW 2020

  2. Ini Pemicu Kolonel Marinir Jadi Korban Penjambretan

  3. Lesty Kejora - Rizky Billar Dikabarkan Nikah Akhir Tahun, Begini Komentar Keluarga

  4. 35 Ribu Orang Tewas Sehari karena Corona, Emmanuel Macron Umumkan Lockdown Kedua untuk Prancis

  5. Ashanty Kaget Sarah Menzel Tanya Azriel Hermansyah Cara Orang Berpacaran 

  6. 7 Potret Memesona Aishameglio Duta Chiara, Putri Duta SO7 yang Beranjak Remaja

  7. Katanya 5 Zodiak Ini Paling Cocok Kalau Bisnis Ternak!

  8. Ramalan Zodiak tentang Keuangan Hari Kamis, 29 Oktober 2020: Cancer Belum Stabil!

  9. 5 Aktor K-Drama Terkaya di Dunia, Tembus Rp1,6 Triliun!

  10. Aparat Tindak Aksi Rusak Fasilitas Publik, PDIP Tegaskan Rezim Jokowi Tak Otoriter

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Degradasi Legitimasi Jokowi

Image
Achsanul Qosasi

Berkoperasi dalam Pandemi

Image
Egy Massadiah

Menyapa Pohon, Menjaga Alam

Image
Achsanul Qosasi

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Biar Berkah, Pelajari Kiat Jadi Pedagang Cemerlang Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

Image
News

5 Potret Terbaru Ganjar Pranowo, Makin Gagah dengan Kumis dan Brewok

Image
Ekonomi

Elon Musk Orang Terkaya ke-4 di Dunia Hingga Bangun Pabrik di Indonesia