breaking news: 97 Pedagang Pasar Cempaka Putih Jalani Swab Test, 41 Positif Corona

image
Login / Sign Up

Mengenal Skizofrenia, Gangguan Jiwa yang Bisa Terjadi pada Siapa Saja

Winnie Fatmawati

Image

Direktur Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan (RSJSH), dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ, MKK, | AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati

AKURAT.CO, Jika berbicara penyakit Gangguan Jiwa, penting diketahui terdapat beberapa jenisnya. Salah satu yang menarik untuk dibahas adalah jenis Gangguan Jiwa Skizofrenia, karena Gangguan Jiwa ini masih sering disalahartikan di Indonesia.

Tak sedikit yang mengira penderita Skizofrenia adalah fenomena kerasukan makhluk gaib, kutukan, atau pada gejala awal biasanya penderita diduga memang seseorang yang malas, dan masih banyak lagi dugaan yang tidak tepat yang sering ditujukan pada penderita Skizofrenia.

Untuk itu, mari kita mengenal lebih dalam penyakit Gangguan Jiwa yang bisa terjadi pada siapa saja ini. Direktur Rumah Sakit Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan (RSJSH), dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ, MKK, menjelaskannya untuk Anda.

baca juga:

"Skizofrenia merupakan penyakit Gangguan Jiwa berat, pikiran, suara hati tidak sinkron. Mereka hidup dalam fantasinya. Proses pikir, perasaan, berubah. Banyak yang tidak memahami ini, menganggap penderita hanya dibuat-buat, sedang cari perhatian, dan sebagainya," katanya kepada AkuratHealth, di RS JSH, Jakarta Barat, baru-baru ini.

"Ciri-cirinya juga kalau diam keliatan baik, kalau diajak berbicara berputar-putar, yang dibicarakan tidak konsisten, tidak sesuai realita misal bilang keturunan raja. Cara membuat makan, cara jalan misal mau ke Taman Mini, mutar-mutar dulu ke Tangerang, kemana-manana konsestrasi susah dibuat," jelasnya.

Minimnya informasi tentang penyakit ini membuat banyak penderita Skizofrenia tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Stigma negatif membuat mereka terasingkan, bahkan sampai dipasung oleh keluarganya sendiri.

Riset Kesehatan Dasar 2013 mengeluarkan data, ada sekitar 56 ribu penderita Skizofrenia yang dipasung. Diduga masih banyak pasien yang belum terdata, karena penyakit dianggap memalukan sehingga harus ditutupi.

"Jadi pasien itu mengalami halusinasi panca indera seperti mendengar, melihat, meraba, mengecap, mencium sesuatu yang tidak ada. Dan, merasa menjadi sesuatu yang tidak nyata seperti diikuti, diawasi, dibicarakan. Jadi dia kayak ada yang bisikin gitu, makanya kita suka lihat misal dia lagi beresin makan, tiba-tiba berhenti. Itu dia seperti merasa ada yang memerintah untuk berhenti, kemudian lanjut lagi, diam lagi," tambahnya.

Penyebab pastinya belum bisa dipastikan. Namun dokter Laurentius mengatakan, penyebabnya hadir dari berbagai faktor, bukan hanya soal genetik. Perubahan kimia (neurotransmitter) di otak ini bisa dipicu oleh stres masalah ekonomi, keluarga, dan sebagainya.

"Orang pasti menghadapi stres, tapi kan setiap orang memiliki kemapuan untuk mengatasi stres. Kita sebut mekanisne pertahanan egonya. Kalau tidak kuat pertahannya, bisa sakit. Jadi memang faktor psikologis, faktor sosial, sutuasi lingkubgan juga berpengaruh selain genetik tadi," ujarnya.

Gangguan ini bisa sembuh jika lebih dini ditangani lebih mudah untuk sembuh. Dari segi teori, Gangguan Jiwa disebabkan kekurangan zat-zat, dan tubuh tidak bisa memproduksi zat itu. Maka, ada obat yang bisa dikonsumsi rutin setiap harinya untuk mengontrol.

"Ada juga obat yang berupa injeksi. Bisa berhenti kok konsumsi obatnya kalau ada indikasi perubahan ke yang lebih baik. Mulai dari penurunan dosis sampai bisa lepas. Kalau tidak bisa lepas, obat harus tetap minum," tutupnya.[]

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Bisa Dia Adalah Orang Terdekat, Sudah Tahu Gejala Psikopat?

Image

Gaya Hidup

Orang NTT Masih Diskriminasi Penderita Gangguan Jiwa

Image

Gaya Hidup

Hasil Tes Kepribadian Bisa Efektif, Asalkan...

Image

Gaya Hidup

Poli Jiwa RSUD Wonosari Siap Tampung Caleg Stres

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup
Kemenparekraf

Hotel dan Resto yang Abai Protokol Kesehatan Akan Rugi Sendiri

Wisatawan lebih pilih hotel dan resto dengan protokol kesehatan ketat

Image
Gaya Hidup
Kemenparekraf

Gaes, Mari Intip Suasana Normal Baru di Candi Borobudur dan Ratu Boko

Pengelola kawasan sudah melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan sejak 1 Juli 2020

Image
Gaya Hidup

Awas, Media Sosial Bisa Bikin Orang Bunuh Diri

Perilaku hedon selebritis bisa jadi pelajaran buruk

Image
Gaya Hidup

Jadi UNESCO Global Geopark, Ini 4 Air Terjun Cantik Punya Danau Toba

Air Terjun Situmurun menghujam dari ketinggian 70 meter dengan 7 tingkatan

Image
Gaya Hidup

Bada Tipis Gejala Serangan Jantung dan Sakit Maag

Ada pasien jantung umurnya baru 34 tahun

Image
Gaya Hidup

Puasa Media Sosial, Cara Tak Jadi Hedon yang Kebablasan

Kamu gak bakal kuat dengan semua unggahan hedon para publik figur

Image
Gaya Hidup

Petani Deli Serdang Andalkan Pupuk Organik untuk Tingkatkan Produktivitas

Pengaplikasian pupuk organik juga ramah lingkungan.

Image
Gaya Hidup

5 Bangunan Horor di Jakarta yang Kuat Aura Mistis

Ada sosok manusia berseragam tentara yang berlumuran darah

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Tak Jadi Ladang Bisnis, Alasan Kemenkes Batasi Tarif Rapid Test

Itu sudah termasuk untuk keseluruhan pemeriksaan

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

10 Provinsi dengan Kasus Baru Corona Terbanyak

DKI Jakarta juara 1 lagi

terpopuler

  1. Tak Hanya Ancol yang Seret Anies, Proyek-proyek Reklamasi Ini Juga Tuai Polemik

  2. Diduga Artis HH yang Terlibat Prostitusi, Ini Unggahan Terakhir Hana Hanifah

  3. 7 Potret Cantik Hana Hanifah, Sosok yang Sedang Jadi Perbincangan Warganet

  4. Natalius Pigai: Hagia Sophia dari Gereja ke Masjid, Itu Dirampas!

  5. Susunan Klasemen Liga Primer Inggris Setelah Kekalahan yang Diterima Leicester dan Arsenal

  6. Anies Ditantang Alihkan Anggaran Ormas Rp2,8 Triliun untuk Penanganan Covid-19

  7. Setelah Masvidal, Kamaru Usman Sebut Beberapa Calon Penantang Potensial

  8. Tatap Sedih Jenazah Ayahanda, Ivan Gunawan: Dad, We Love You

  9. Jadi Biang Kesialan Ferrari, Leclerc: Saya Tahu, Maaf Saja Tidak Cukup

  10. Kasus Corona Jakarta Meroket, Anggota DPRD DKI: Anies Terlalu Banyak Cengengesan

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Afriadi, S.Fil.I., M.IKom

Asmara, Maut dan Kehendak

Image
Dr. Tantan Hermansah

Kemiskinan di Indonesia dan Peran PTAI

Image
Achsanul Qosasi

Sense of Crisis

Image
Egy Massadiah

Petuah Bangkit dari 'Sunrise of Java'

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Ketua DPRD hingga Jadi Pengasuh Pondok Pesantren, 4 Fakta Penting Gus Kamil

Image
News

Gagah! 5 Momen Menhan Prabowo Jajal Rantis Bernama 'Maung'

Image
Ekonomi

Bermental Baja Walau Jadi Korban Bullying, Begini Perjalanan Karier Kekeyi