image
Login / Sign Up

Pasangan Penderita Talasemia Tak Dianjurkan Hamil? Simak Ini

Winnie Fatmawati

Image

Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD- KHOM, | AKURAT. CO/ Winnie Fatmawati

AKURAT.CO Penyakit Talasemia merupakan penyakit kelainan darah yang diturunkan dari kedua orangtua. Penyakit ini disebabkan karena berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin utama manusia. Hal ini mengakibatkan sel darah merah mudah pecah dan menyebabkan pasien menjadi kurang darah atau anemia.

Lalu, bagaimana penderita Talasemia ketika memasuki fase kehamilan? Anemia saat kehamilan saja tidak boleh terjadi pada masa kehamilan lantaran membahayakan ibu maupun si janin. Bagaimana dengan Talasemia di kalangan ibu Hamil. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD- KHOM, akan menjelaskannya untuk Anda.

"Kalau pasien Talasemia ketemu pasangannya yang normal sih enggak apa-apa. Yang jadi masalah kalau sama-sama penderita Talasemia, apalagi kalau dua-duanya Talasemia Minor yang tidak bergejala, yang sering ditemukan dirinya tidak mengetahui mengidap Talasemia," katanya kepada AkuratHealth di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin ( 20/5).

baca juga:

"Ketika Pasangan sama-sama Talasemia, sangat berisiko memiliki keturunan yang juga Talasemia. Bahkan anak bisa menjadi Talasemia Mayor yang bergantung pada transfusi darah seumur hidup, ini yang menjadi masalah besarnya," tambahnya.

Penting untuk orang tua yang memiliki riwayat Talasemia di keluarganya, melakukan screening ketat ketika memustuskan untuk menjalani kehamilan. Orangtua harus melalui pemeriksaan terlebih dahulu supaya jenis mutasinya diketahui. Jika keduanya positif Talasemia, maka akan ada opsi penghentian kehamilan.

"Prosedur standartnya pengambilan jaringan plasenta pada usia kehamilan kurang lebih 10 minggu. Kenapa opsi ini hadir, karena jika diteruskan janin sangat berisiko besar akan menderita, maka penindakan lanjutannya adalah penghentian kehamilan," ujarnya.

Menurutnya, jika dipaksakan, anak yang terlahir Talasemia Mayor, sangat berisiko berakhir pada kematian, jika bayi tidak melakukan tranfusi darah. Dirinya mengaku, banyak menemukan orangtua yang menangis, melihat anaknya yang masih sangat kecil disuntikin terus untuk melakukan tranfusi darah, dan itu akan terus berlangsung dari mulai bayi melihat dunia, sampai seumur hidupnya.

"Tak selesai disitu saja, tranfusi darah kalau dapat bagus, akan normal, tapi kalau gak bagus, bisa bikin si anak menjadi kate, stunting, kulit menggelap, lemes, dan lainnya yang akan menurunkan percaya diri, akan mengganggu harapan untuk seorang anak menjadi sukses juga," jelasnya.

"Jadi memang sangat berisiko pernikahan antara pasien Talasemia, itu gunanya screning sedini mungkin, ketika mengetahui positif Talasemia, bisa mencari Pasangan yang normal, 90 persen kok kemungkinanya kalau dilihat dari data, pasien Talasemia bisa mendapatkan Pasangan normal. Yang susah kan kalau baru tau mengidap Talasemia ketika sudah punya calon Pasangan, sudah cinta, sulit kan kalau harus dipisahkan," lanjutnya.

Dokter Tubagus juga menyampaikan, orangtua yang sudah memahami dengan baik risiko akibat pernikahan sesama pasien Talasemia. Biasanya orangtua akan memilih untuk tidak memiliki anak, atau memilih adopsi anak, hingga mencari ibu biologis. []

Editor: Andre Purwanto

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Awas, Masalah Pencernaan Juga Intai Anak di Musim Hujan

Image

Gaya Hidup

Profesi yang Rentan Idap Penyakit Jantung

Image

Gaya Hidup

Saran Dokter Kulit untuk Basmi Eksim

Image

Gaya Hidup

Ketahui Faktor Risiko Penyakit Jantung pada Wanita

Image

Gaya Hidup

Tingkat Depresi Berhubungan dengan Penyakit Jantung dan Stroke

Image

Gaya Hidup

Dengar Musik Saat Mengemudi Bisa Cegah Penyakit Jantung

Image

Gaya Hidup

Minuman yang Boleh Dikonsumi Penderita Diabetes

Image

Gaya Hidup

Mematikan, Banyak yang Tak Sadar Sedang Derita Diabetes

Image

Gaya Hidup

Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Terakhir Terlalu Sore

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

ODP di Indonesia yang Masih Dipantau per 1 Juni Ada 48.358

Telah terjadi pengurangan kasus ODP sebanyak 1.578 orang dalam sehari

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

232.113 Orang Telah Diperiksa Spesimen: 26.940 Positif dan 205.173 Negatif Corona

Kasus meninggal bertambah 28 orang sehingga jumlahnya menjadi 1.641 orang

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Sebaran 26.940 Kasus Positif COVID-19 di 34 Provinsi Indonesia

Pasien COVID-19 yang berhasil sembuh bertambah 329 orang

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Kasus COVID-19 di RI Capai 26.940, Total Sembuh Melesat ke 7.637 Orang

Total 1.613 pasien Corona meninggal dunia

Image
Gaya Hidup

Suka Denial! 4 Zodiak Ini Cenderung Sulit Introspeksi Meski setelah Lebaran

Kamu termasuk?

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

New Normal Akan Dilaksanakan Secara Bertahap

New normal sendiri meliputi aktivitas rutin untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak fisik.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Nenek 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari COVID-19, Ini Kunci Keberhasilannya

Kamtin telah dipulangkan dari rumah sakit pada 17 Mei silam setelah harus menjalani serangakain perawatan di rumah sakit.

Image
Gaya Hidup
Literasi

New Normal Corona, Perpusnas Susun Strategi Baru

Tak menutup kemungkinan dilakukan sinergi dengan stakeholder yang ada

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Per 31 Mei: Pasien Sembuh COVID-19 Capai 2.765.451 Orang di Dunia

Hingga kini semua negara masih terus berupaya memerangi COVID-19.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Peta Sebaran COVID-19 Per 31 Mei: 4 Provinsi Tak Ada Penambahan Kasus Positif

Beberapa wilayah juga tidak ada penambahan kasus seperti Aceh, Jambi, Kalimantan Utara, dan Riau.

terpopuler

  1. Heboh Slip Gaji Guru Honorer Hanya Rp35 Ribu per Bulan, Warganet: Nangis Liatnya

  2. Ucapan Ahok, Khofifah dan Edy Rahmayadi Sambut Hari Lahir Pancasila

  3. Viral Foto Diduga Warga Bogor Camping di Tengah Pandemi, Warganet: Senja, Kopi, dan COVID-19

  4. Tantenya Meninggal Dunia, Maia Estianty Ingatkan Warga Jangan Remehkan COVID-19

  5. Dandim 0315: Sejak Beberapa Hari Lalu Ada Orang Ngaku Sebagai Saya, Lalu Minta Uang Anggota dan Bekas Anggota Saya

  6. Nenek 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari COVID-19, Ini Kunci Keberhasilannya

  7. Din Syamsudin: Menurut Teori Islam, Pemakzulan Seorang Pemimpian Bisa Dilakukan

  8. Jokowi: Situasi Sulit Pandemi COVID-19 Memerlukan Kerja Keras Kita Bersama untuk Melewatinya

  9. Dokter Top Italia Sebut Virus Corona Baru Jadi Tak Mematikan

  10. Zita Anjani: Anak-anak Sudah Stres, Pemerintah Harus Segera Membuka Kegiatan Belajar-Mengajar

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Kota di Masa Pandemi

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Image
IMAM SHAMSI ALI

Anarkis Itu Suara yang Tak Terdengarkan

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Jualan Donat hingga Ciptakan Aplikasi Bersatu Lawan COVID-19, Ini 5 Fakta Menarik Ahmad Alghozi Ramadhan

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit