image
Login / Sign Up

Asy-Syaibani, Pemikir Ekonomi Islam Dua Dinasti

Rizal Mahmuddhin

Roda Ekonomi Ramadan

Image

Ilustrasi | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Asy-Syaibani merupakan salah seorang Pemikir Muslim peletak dasar sejumlah konsep ekonomi Islam. Ironi, meski pemikirannya telah menjadi referensi bahkan pijakan bagi sistem ekonomi modern, namun namanya seolah samar di telinga kebanyakan orang.

Lantas siapa sebenarnya Asy-Syaibani? Berikut ulasan singkat terkait Pemikir Muslim ini yang dihimpun Akurat.co dari berbagai sumber;

1Hidup di Dua Dinasti

baca juga:

Bernama lengkap Abu Abdullah Muhammad bin al-Hasan bin Farqad Jazariya Asy-Syaibani, ia lahir di Wasith 132 Hijriah atau 748 Masehi dan wafat 189 Hijriah atau 804 Masehi.

Asy-Syaibani hidup di dua masa dinasti Islam, yakni pada akhir dinasti Umawiyyah dan permulaan Abbasiyah.

Ayahnya seorang tentara Syam pada masa dinasti Umawiyah dan tinggal di Damaskus kemudian pindah dan menetap ke Kufah. Dan ketika itu Kufah adalah sebagai markaz ilmu fikih, lughah dan nahwu, sama seperti halnya di Basrah markaznya ilmu adab, lughah dan nawhu.

2Penghapal Alquran

Pendidikan Asy-Syaibani berawal di rumah, di bawah bimbingan langsung dari ayahnya, yang tak lain merupakan seorang ahli fikih di zamannya. Pada usia belia Asy-Syaibani telah menghafal Alquran.

3. Berguru Pada Sejumlah Ulama

Pada usia 19 tahun Asy-Syaibani belajar kepada Imam Abu Hanifah. Kemudian ia belajar kepada Imam Abu Yusuf, murid Imam Abu Hanifah. Dari kedua imam inilah Asy-Syaibani memahami fikih Mazhab Hanafi dan tumbuh menjadi pendukung utama mazhab tersebut. Asy-Syaibani sendiri di kemudian hari banyak menulis pelajaran yang pernah diberikan Imam Abu Hanifah kepadanya.

Ia belajar hadis dan ilmu hadis kepada Sufyan as-Sauri dan Abdurrahman al-Auza’i. di samping itu, ketika berusia 30 tahun ia mengunjungi Madinah dan berguru kepada Imam Malik yang mempunyai latar belakang sebagai ulama ahlulhadis dan ahlurra’yi. Berguru kepada ulama-ulama di atas memberikan nuansa baru dalam pemikiran fikihnya. Asy-Syaibani menjadi tahu lebih banyak tentang hadis yang selama ini luput dari pengamatan Imam Abu Hanifah.

4Mengkombinasikan Aliran

Memiliki keluasan ilmu dan pendidikan, membuat Asy-Sayibani dapat mengkombinasikan antara aliran ahlurra’yi di Irak dan ahulhadis di Madinah. Ia tidak sepenuhnya sependapat dengan Imam Abu Hanifah yang lebih mengutamakan metodologi nalar (ra’yu).

Ia juga mempertimbangkan serta mengutip hadis-hadis yang tidak dipakai Imam Abu Hanifah dalam memperkuat pendapatnya. Di Baghdad Asy-Syaibani, yang berprofesi sebagai guru, banyak berjasa dalam mengembangkan fikih Mazhab Hanafi, Imam asy-Syafi’I sendiri sering ikut dalam majelis pengajian Asy-Syaibani.

Hal ini ditopang pula oleh kebijaksanaan pemerintah Dinasti Abbasiyah yang menjadikan Mazhab Hanafi sebagai mazhab resmi negara. Tidak mengherankan kalau Imam Abu Yusuf, yang diangkat oleh Khalifah Harun ar-Rasyid (149 H/766 M-193 H/809 M) untuk menjadi hakim agung (qadi al-qudah), mengangkat Asy-Syaibani sebagai hakim di ar-Riqqah (Irak).

5. Menelurkan Pemikiran Ekonomi Islam

Sepanjang hidupnya, Asy-Syaibani telah menelurkan sejumlah pemikiran ekonomi Islam. Diantaranya adalah sebagai berikut;

Al-Kasb (Kerja)

Dalam kitab Al-Kasb (Kerja) ini, Asy-Syaibani mendefinisikan al-Kasb (kerja) sebagai mencari perolehan harta melalui berbagai cara yang halal. Dalam ilmu ekonomi, aktivitas demikian termasuk dalam aktivitas produksi.

Definisi ini mengindikasikan bahwa yang dimaksud dengan aktivitas produksi dalam ekonomi Islam adalah berbeda dengan aktivitas produksi dalam ekonomi konvensional. Dalam ekonomi Islam, tidak semua aktivitas yang menghasilkan barang atau jasa disebut sebagai aktivitas produksi, karena aktivitas produksi sangat terkait erat dengan halal-haramnya suatu barang atau jasa dan cara memperolehnya. Dengan kata lain, aktivitas menghasilkan barang dan jasa yang halal saja yang dapat disebut sebagai aktivitas produksi.

Produksi suatu barang atau jasa, seperti yang dinyatakan dalam ilmu ekonomi, dilakukan karena barang atau jasa itu mempunyai utilitas (nilai-guna). Islam memandang bahwa suatu barang atau jasa mempunyai utilitas jika mengandung kemaslahatan.

Al-Syaibani menegaskan bahwa kerja yang merupakan unsur utama produksi mempunyai kedudukan yang sangat penting kehidupan karena menunjang pelaksanaan ibadah kepada Allah SWT dan karenanya, hukum bekerja adalah wajib.

Disisi lain, kerja merupakan usaha untuk mengaktifkan roda perekonomian, termasuk proses produksi, konsumsi dan distribusi yang berimplikasi secara makro meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Kekayaan dan Kefakiran

Menurut Asy-Syaibani walaupun telah banyak dalil yang menunjukkan keutamaan sifat-sifat kaya, sifat-sifat fakir mempunyai kedudukan yang lebih tinggi.

Ia menyatakan apabila manusia telah merasa cukup dari apa yang dibutuhkan kemudian bergegaas pada kebajikan, sehingga mencurahkan perhatian pada urusan akhiratnya, adalah lebih baik bagi mereka.

Dalam konteks ini, sifat-sifat fakir diartikan sebagai kondisi yang cukup (kifayah) bukan kondisi meminta-minta (kafafah). Dengan demikian Asy-Syaibani menyerukan agar manusia hidup dalam kecukupan baik untuk diri sendiri bukan keluarganya.

Di sisi lain, ia berpendapat bahwa sifat-sifat kaya berpotensi membawa pemiliknya hidup dalam kemewahan. Sekalipun begitu ia tidak menentang gaya hidup yang lebih dari cukup selama kelebihan tersebut hanya dipergunakan untuk kebaikan.

Klasifikasi Usaha-usaha Perekonomian

Asy-Syaibani membagi usaha perekonomian menjadi empat macam, yaitu sewa-menyewa, perdagangan, pertanian dan perindustrian. Dari keempat usaha perekonomian tersebut, Asy-Syabani lebih mengutamakan usaha pertanian.

Menurutnya, pertanian memproduksi berbagai kebutuhan dasar manusia yang sangat menunjang dalam melaksanakan berbagai kewajibannya. Dari segi hukum Asy-Syaibani membagi usaha-usaha perekonomian menjadi dua, yaitu fardu kifayah dan fardu ‘ain.

Kebutuhan-kebutuhan Ekonomi

Al-Syaibani mengatakan bahwa sesungguhnya Allah menciptakan anak-anak Adam sebagai suatu ciptaan yang tubuhnya tidak akan berdiri kecuali dengan empat perkara, yaitu makan, minum, pakaian dan tempat tinggal. Para ekonom lain mengatakan bahwa keempat hal ini adalah tema ilmu ekonomi. Jika keempat hal tersebut tidak pernah diusahakan untuk dipenuhi, ia akan masuk neraka karena manusia tidak akan dapat hidup tanpa keempat hal tersebut.

Distribusi Pekerjaan

Imam Asy-Syaibani menyatakan bahwa manusia dalam hidupnya selalu membutuhkan yang lain. Asy-Syaibani menandaskan bahwa seorang yang fakir membutuhkan orang kaya dan orang kaya membutuhkan tenaga orang miskin. Dari hasil tolong menolong itu, manusia jadi lebih mudah dalam menjalankan aktivitas kepada-Nya.

Lebih jauh Asy-Syaibani menjelaskan apabila seseorang bekerja dengan niat melaksanakan ketaatan kepada-Nya atau membantu saudaranya untuk melaksanakan ibadah kepada-Nya, pekerjaan tersebut niscaya akan diberi ganjaran sesuai dengan niatnya. Dengan demikian, distribusi pekerjaan seperti yang di atas merupakan objek ekonomi yang mempunyai dua aspek secara bersamaan, yaitu aspek religius dan aspek ekonomis.[]

Editor: Prabawati Sriningrum

berita terkait

Image

rahmah

Ternyata Ini Jenis Kucing Peliharaan Rasulullah

Image

rahmah

Dari Kurma Hingga Ara, Ini 6 Buah Kesukaan Rasulullah

Image

rahmah

5 Pesan Rasulullah pada Abdullah bin Abbas agar Selalu Mendapat Penjagaan Allah

Image

rahmah

Seolah Baru saat Dipakai Tahun Depan, 5 Tips Menyimpan Gamis Usai Lebaran Agar Tak Cepat Usang

Image

Hiburan

Tetap Cetar dan Cantik, 7 Pesona Syahrini dalam Balutan Busana Muslim

Image

rahmah

5 Jenderal Muslim Terhebat dalam Sejarah, Mampu Berikan Kejayaan Islam di Dunia

Image

News

Wabah Corona

Kematian COVID-19 di AS Mencapai 100 Ribu Jiwa, Rumah Ibadah New York Kumandangkan Panggilan Ibadah

Image

News

Idulfitri 2020

Khatib: Rasullah SAW Pernah Terapkan Physical Distancing di Gua Hira

Image

News

Idulfitri 2020

Gunakan Ruas Jalan, Potret Salat Berjemaah Warga Bangladesh di Tengah Pandemi COVID-19

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

7 Faktor Paling Utama Mencapai Keberhasilan, Pelajari Kesalahan dan Bangkit Kembali!

Tidak ada yang instan ketika ingin mencapai kesuksesan. Setiap orang memiliki perjalanannya masing-masing

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Hadapi Fase New Normal dengan Konsumsi Jahe Susu untuk Jaga Kondisi Tubuh

Rencana fase new normal akan melahirkan new habit.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Jumlah ODP di Indonesia yang Masih Dipantau per 3 Juni Ada 48.153 dan PDP 13.213

Sebelumnya pada Selasa (2/6) jumlah ODP yang dipantau ada sebanyak 48.023 orang.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

246.433 Orang Telah Diperiksa Spesimen: 28.233 Positif COVID-19, 218.200 Negatif

Dalam sehari, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 telah melakukan pemeriksaan sebanyak 11.970 spesimen.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Sebaran 28.233 Kasus Positif COVID-19 di 34 Provinsi Indonesia

Provinsi dengan penambahan kasus baru terbanyak masih berasal dari Jawa Timur, yakni 183 kasus baru.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Terapkan Pola Hidup yang Baik Saat Pandemi, Hindari Penyakit Metabolik

Pada saat pandemi COVID-19, terjadi perubahan pola hidup, baik secara fisik, psikis maupun kehidupan sosial.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Kasus Positif COVID-19 RI Tembus 28.233 Orang, Tingkat Kematian 6,01%

Ada penambahan kasus baru sebanyak 684 dalam sehari.

Image
Gaya Hidup

Tak Pikirkan Pengeluaran! Ini 6 Zodiak Paling Royal Kepada Orang Sekitar

Berbagai zodiak ini gemar berbagi dan membuat orang lain senang

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Alasan Penting Mengapa Kamu Harus Bersihkan Alat Make Up saat Pandemi

Infeksi kulit dan jerawat akan bisa mengganggu wajahmu

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Mengenal Bukit Alas Bandawasa yang Viral karena Ramai Pendaki Saat PSBB

Kamu bisa menikmati indahnya pemandangan Gunung Gede berlatarkan awan-awan cantik

terpopuler

  1. Hebohnya Komentar Warga Indonesia yang Rekam Demonstrasi George Floyd di AS

  2. 5 Fakta Menarik Derek Chauvin, Polisi Pencekik George Floyd hingga Tewas!

  3. Demo Kematian George Floyd Rusuh, Sarah Azhari Kabarkan Kondisinya di Los Angeles

  4. Jelang kompetisi, Juventus Bakal Diperkuat 'Tiga Pemain Baru'

  5. Dokter Wuhan yang Kulitnya Menghitam karena Corona Akhirnya Meninggal

  6. Pengamat Hubungan Internasional: Pembatalan Pemberangkatan Haji Sudah Tepat

  7. Tak Setuju Dana Haji untuk Intervensi Pasar, MPR: Jangan Menambah Kekecewaan Rakyat

  8. Orang Sabar hingga Bertakwa, Ini 7 Sikap Manusia yang Disukai Allah dalam Al-Qur'an

  9. Ruslan Buton Ditangkap, DPR: Pemerintah Anti Kritik dan Takut Bayangannya Sendiri

  10. Mahfud MD: Penangkapan Nurhadi Bukti KPK Kerja Tanpa Koar-koar

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Imam Shamsi Ali

Rasisme Itu Dosa Asal Amerika

Image
Muhammad Adlan Nawawi

Pendidikan di Era New Normal

Image
Dr. Abd. Muid N., MA.

Kota di Masa Pandemi

Image
Abdul Aziz SR

Salah Urus dan Salah Pengurus

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
News

Ngopi di Teras hingga Main Bareng Cucu, 6 Potret Santai Bamsoet saat di Rumah

Image
Hiburan

Cerita Kocak WFH, Yang Dilakukan Emak-emak ini Sambil Rapat Kantor Bikin Ngakak

Image
Ekonomi

Terjerat Narkoba hingga Distributor Resmi 7 Brand Kaca Film, 5 Fakta Menarik Christopher Sebastian, Pendiri Makko Group