image
Login / Sign Up

39 Persen Belum Vaksin, Kepri Potensial Diserang Maesles dan Rubella

Bonifasius Sedu Beribe

Image

Tim dokter Rumah Sakit Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah memberikan imunisasi difteri kepada seoranga mahasiswi di Rumah Sakit UIN Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (27/12). | ANTARA FOTO

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan mencatat Provinsi Kepulauan Riau potensial diserang wabah virus Maesles dan Rubella (MR), karena hampir 40 persen warga belum diberi vaksin.

Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Jumat, (4/1), mengatakan, jumlah warga yang wajib diberikan vaksin MR sebanyak 630 orang (usia 9 bulan-15 tahun), namun selama tahun 2018 hanya 61,06 persen yang sudah disuntik imunisasi tersebut.

"Ya, sangat potensial Kepri menjadi wabah campak dan rubella. Kami bukan menakut-nakuti, tetapi berdasarkan data hasil imunisasi MR jauh di bawah target," katanya.

baca juga:

Ia menyontohkan imunisasi campak beberapa tahun lalu mencapai 95 persen di Kepri, namun secara sporadis masih banyak warga yang terjangkit campak. Setelah ditelusuri, ternyata warga yang terjangkit campak tersebut adalah orang yang menolak diberi vaksin campak sebelumnya.

"Bagaimana dengan virus MR yang mengancam dunia saat ini? Ancaman itu bukan hal biasa karena potensial masuk Kepri karena ada 39 persen orang yang belum diberi vaksin MR," ujarnya.

Tjetjep mengatakan, wabah virus MR akan menghantui Kepri selama 15-20 tahun mendatang jika masih ada warga yang menolak diberikan vaksin tersebut. Saat ini tidak ada pilihan lain untuk mencegah virus MR, selain vaksin MR yang mengandung bahan haram.

"Ada kalimat berulang-ulang disampaikan sejumlah pihak, yang saya pikir berbahaya, seperti lebih baik terkena virus MR, daripada disuntik vaksin haram. Saya pikir persoalan itu sudah tuntas setelah MUI memutuskan tidak apa-apa diberi vaksin MR selagi belum ada pilihan lain," ucapnya.

Untuk mendapatkan pilihan lain itu, harus menunggu 15-20 tahun mendatang. Selama itu pula bangsa Indonesia harus siap melihat generasi muda mendatang yang potensial mengalami kecacatan akibat terserang virus MR.

"Apakah kita siap melihat generasi muda kita memiliki otak mengecil, buta, dan tuli? Padahal kita harus berpikir, berusaha bersama-sama agar tidak ada lagi anak-anak kita masuk Sekolah Luar Biasa," katanya.

Vaksinasi MR telah dihentikan sejak 31 Desember 2018. Kemungkinan kebijakan itu akan diperpanjang pemerintah pusat.

Sebagai bahan evaluasi, kata dia, persoalan mendasar yang terjadi di Kepri terkait ketidakpercayaan kelompok tertentu terhadap vaksin MR, dan dorongan dari aparat pemerintahan di tingkat kecamatan, kelurahan dan pedesaan yang masih rendah.

Masih banyak pula kepala sekolah dan guru yang menolak imunisasi MR sehingga petugas tidak dapat memberikan vaksin itu kepada pelajar.

"Pernah dengan camat, lurah, kades bersama-sama mendorong warga untuk diimunisasi MR? Saya pikir sangat jarang kita dengar," katanya.

Dinkes Kepri, menurut dia tidak memiliki kapasitas untuk mempengaruhi warga agar bersedia disuntik vaksin MR. Petugas Dinkes Kepri hanya mampu menjelaskan persoalan teknis dan melakukan pekerjaan teknis.

"Dinkes itu hanya subsistem, yang hanya mampu untuk urusan teknis. Yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi itu aparat yang dekat dengan warga, tokoh masyarakat dan tokoh agama," tuturnya.[]

Editor: Andre Purwanto

Sumber: ANTARA

berita terkait

komentar

Image

1 komentar

Image
normalita vinska

harusnya setiap anak harus di vaksin agar terhindar dari penyakit ini, jadi kenapa alasannya menolak untuk mendapatkan vaksin ini

terkini

Image
Gaya Hidup

Terjebak Banyak Urusan, 5 Zodiak Ini Paling Sering Bikin Repot Diri Sendiri

Kelakuan siapa nih yang suka bikin ribet diri sendiri?

Image
Gaya Hidup

Bermain Imajinasi, Permainan Terbaik untuk Anak

Orangtua bisa mendukung dengan menyediakan peralatan main

Image
Gaya Hidup

Wasir Intai Kamu yang Suka Main HP di Toilet

Ini termasuk membaca buku di toilet

Image
Gaya Hidup

Pentingnya Belajar Sesuai Dengan Usia Anak

Cara pembelajaran yang tidak sesuai usia bisa berakhir dengan paksaan

Image
Gaya Hidup

5 Keunggulan Transportasi Bandara Ini Bikin Travelingmu Makin Nyaman

Jangan sampai momen rusak karena terlambat ke bandara

Image
Gaya Hidup

4 Skill Wajib Anak Generasi Alpha agar Bisa Sukses

Anak harus punya empati yang besar untuk lingkungan sosialnya

Image
Gaya Hidup

5 Perlengkapan Wajib Saat Plesiran ke Medan

Cuaca di Medan kerap berubah-ubah

Image
Gaya Hidup

Semua Jenis Susu Baik Dikonsumsi, Asal...

Kamu biasa minum susu sapi atau kambing?

Image
Gaya Hidup

Pikat Dunia, Kalimantan Selatan Punya Kopi Langka Jenis Liberika

Liberika hanya cocok ditanam di dataran rendah

Image
Gaya Hidup

Tak Cocok Minum Susu? Minun Yoghurt Saja

Intoleransi laktosa menjadi penyebabnya

trending topics

terpopuler

  1. Pendiri PAN: Ada Apa Dengan Negeri Ini? Belakangan DPR Terkesan Rapat Tertutup

  2. Pekerjakan Robot, Bandara Raksasa China yang Berambisi Terbangkan 100 Juta Penumpang Siap Dibuka

  3. Dari Presiden hingga Ulama, 5 Tokoh Tanah Air yang Masuk Daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

  4. Imam Nahrawi Jadi Tersangka Korupsi, Ustaz Tengku: Biar Ngaku Pancasila, Kalau Maling Segera Gulung

  5. Nenek Penyanyi Shelomita, Dolly Zegerius Soerjosoemarno Meninggal Dunia

  6. Galih Ginanjar Dipenjara, Barbie Kumalasari Berencana Berikan Beasiswa Sekolah untuk Anak Tak Mampu

  7. Politikus Demokrat Usul Personil Dewan Pengawas KPK Terdiri Dari Mantan Komisioner KPK

  8. Potong Foto Ruben Onsu, Barbie Kumalasari Balas Dendam?

  9. Mirip Rumah Tony Stark, Mari Melihat Rumah Mewah Alicia Keys Seharga Rp282 Miliar

  10. Berturut-turut Faizal Serang Alissa Wahid, Goenawan Mohammad, Mahfud MD, dan Najwa Shihab

fokus

Abortus
BJ Habibie Tutup Usia
Lindungi Perempuan

kolom

Image
Alfarisi Thalib

Era Airlangga, Golkar Cenderung Feodal dan Oligarkis

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Image
Achmad Fachrudin

Dinamika Politik Jakarta Paska Pemindahan Ibukota

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
Ekonomi

5 Sumber Kekayaan 'Crazy Rich Medan' Sukanto Tanoto, Minyak hingga Serat Tekstil

Image
News

Dari Presiden hingga Ulama, 5 Tokoh Tanah Air yang Masuk Daftar Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

Image
News

Tanahnya Dipakai Jadi Ibu Kota Baru Indonesia, Ini 5 Rekam Jejak Sukanto Tanoto