image febui
Login / Sign Up

Gula Bit vs Gula Tebu, Mana yang Lebih Sehat?

Karina Asta Widara

Image

American Heart Association menganjurkan batas konsumsi gula sebanyak 9 sendok teh (36 gram, 150 kalori) untuk pria dan 6 sendok teh (25 gram, 100 kalori) untuk wanita | New York Post

AKURAT.CO Diperkirakan 55–60% dari semua gula yang diproduksi di dunia berasal dari gula bit dan gula tebu. Baik gula bit dan gula tebu ditemukan dalam berbagai makanan termasuk permen, makanan olahan, makanan yang dipanggang, dan soda. Namun, beberapa perbedaan memisahkan kedua jenis gula ini. Lantas, mana yang lebih sehat, gula bit dan gula tebu?

Apa itu Gula Bit?

Gula bit berasal dari tanaman bit gula yang tergabung dalam familia Chenopodiaceae yang berasal dari daerah pesisir barat dan selatan Eropa dari Swedia selatan dan Kepulauan Britania dan terus hingga ke selatan Laut Mediterania. Sama dengan tebu, bit gula paling umum digunakan dalam produksi gula putih.

baca juga:

Bit gula juga digunakan untuk menghasilkan jenis gula rafinasi lainnya, seperti tetes tebu dan gula merah. Namun, karena sumber gula tidak selalu diungkapkan pada produk makanan dan label, sulit untuk menentukan apakah mengandung gula bit atau gula tebu.

Perbedaan dalam Produksi

Salah satu perbedaan terbesar antara gula bit dan tebu adalah metode pengolahan dan produksinya. Gula bit dibuat menggunakan proses yang melibatkan bit gula yang diiris tipis untuk mengekstrak jus gula alami. Jus dimurnikan dan dipanaskan untuk membuat sirup pekat, yang dikristalisasi untuk membentuk gula pasir.

Gula tebu diproduksi dengan menggunakan metode yang serupa tetapi kadang-kadang diolah menggunakan arang tulang, bahan yang dibuat dengan membakar tulang binatang. Arang tulang membantu memutihkan dan menyaring gula putih.

Komposisi Nutrisi

Mungkin ada beberapa perbedaan antara gula tebu dan gula bit, tetapi secara nutrisi keduanya hampir identik.Terlepas dari sumbernya, gula rafinasi pada dasarnya adalah sukrosa murni, senyawa yang terdiri dari molekul glukosa dan fruktosa. Karena alasan ini, mengonsumsi gula bit atau tebu dalam jumlah tinggi dapat berkontribusi pada penambahan berat badan dan perkembangan kondisi kronis, seperti diabetes, penyakit jantung, dan masalah hati.

Banyak konsumen lebih suka gula tebu daripada gula bit karena kekhawatiran tentang organisme rekayasa genetika. Tapi, baik gula tebu maupun gula bit pada dasarnya adalah sukrosa yang dapat berbahaya jika dikonsumsi dalam jumlah tinggi.

Editor: Andre Purwanto

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Penting Dilakukan, Yuk Deteksi Gula Darah Gratis

Image

Gaya Hidup

Minuman dengan Gula Tinggi Bisa Bikin Anak Agresif

Image

Gaya Hidup

Benarkah Brown Sugar Lebih Baik daripada Gula Putih?

Image

Iptek

Ingin Tahu Kadar Gula dalam Minuman, Pria Ini Membuat Aplikasi Khusus

Image

Iptek

Pria Asal Jepang Ini Ciptakan Aplikasi untuk Deteksi Kadar Gula

Image

Iptek

Regulasi Baru Australia Bisa Penjarakan Pimpinan Medsos

Image

Gaya Hidup

Mulai Sekarang, Jauhi Minuman Manis Jika Tak Mau Mati Muda

Image

Gaya Hidup

Begini Cara Gula Merusak Kulitmu

Image

Gaya Hidup

Jalan Kaki Sehabis Makan Bisa Turunkan Gula Darah

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Pertama di Dunia, Seseorang Menderita Demam Berdarah Karena Berhubungan Seks

Ini menjadi sebuah hal yang di luar nalar, sebab demam berdarah biasanya menjadi penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue.

Image
Gaya Hidup

Duh, Anak Tunggal Berisiko Alami Obesitas

Bahkan, para peneliti mengatakan tujuh kali lebih mungkin untuk menjadi obesitas.

Image
Gaya Hidup

Atasi Keadaan Bencana Alam dan Darurat Sakit dengan Gunakan 'BAPAT'

Lebih dari 50 penyakit bisa diketahui penjelasannya lewat BAPAT?.

Image
Gaya Hidup

Hati-Hati, Diabetes Juga Mengancam Anak-anak

Penyakit Diabetes Melitus (DM) menjadi penyakit kronis dengan ancaman serius yang dapat menimpa siapapun tanpa memandang usia.

Image
Gaya Hidup

Sehat dan Bugar Ala Don Hasman, Kakek 79 Tahun yang Hobi Traveling

Don Hasman mengaku masih melakukan push up hingga 100 kali.

Image
Gaya Hidup

Kendala-kendala Pada Pengelolaan Diabetes dan Faktor Risiko

Berdasarkan hasil Riskesdas pada 2013 dan 2018 menunjukkan bahwa tren prevalensi penyakit diabetes melitus di Indonesia meningkat.

Image
Gaya Hidup

Lansia Tak Nafsu Makan? Bisa Diakali dengan Hal Ini

Ia juga menyarankan ketika faktor pengecap bermasalah para anggota keluarga bisa mengajarkan beberapa edukasi.

Image
Gaya Hidup

Teknologi dan Ekonomi Jadi Beberapa Penyebab Peningkatan Prevalensi Diabetes Melitus

Penyakit Diabetes Melitus (DM) di Indonesia bisa dibilang terus mengalami kenaikan.

Image
Gaya Hidup

Berwisata ke Singapura, Wajib Coba Kelezatan 4 Makanan Khas Ini

Jangan lewatkan kelezatan Roti Bakar Unu

Image
Gaya Hidup

Kemenkes Pastikan Terjadi Peningkatan Prevelensi Diabetes di Indonesia

Kementerian Kesehatan dan BPJS sudah mengangkat diabetes dan hipertensi sebagai prioritas untuk pencegahan dan pengobatannya

trending topics

terpopuler

  1. Pengakuan Pembunuh Perempuan di Cakung: Korban Sempat Nangis dan Minta Maaf, Tetap Saya Habisi

  2. Akhirnya Jenazah Ignatius Freddy Dimakamkan Secara Muslim

  3. Gantikan Jokowi Resmikan Patung Jenderal Sudirman, Prabowo: Kalau Kita Lemah, Pasti Akan Diganggu

  4. Larangan Pejabat Ucap Salam Semua Agama, Bamsoet: Saya Tidak Masalah, yang Penting Tak Pengaruhi Keyakinan

  5. Mourinho: Hanya Ada Satu Cara Gagalkan Liverpool Jadi Juara

  6. Idham Azis Tarik Dua Perwira dari Polda Papua Barat

  7. Soal Foto Tak Pakai Bra, Begini Tanggapan Marshanda

  8. Ceritakan Kesan Rapat Pertama bareng Jokowi, Prabowo Ungkap Perintah Pertama Presiden yang Disukainya

  9. PKS Khawatir Misionaris di Papua Disusupi Agenda Lain, Arie Kriting: Manusia Papua Itu Terbaik

  10. Bos Wulling yang Tenggelam Ditemukan Nelayan, Sayembara Rp750 Juta Masih Berlaku?

fokus

Nasib Sumber Air
Tantangan Pendidikan
Pejuang Kanker Payudara

kolom

Image
Abdul Aziz SR

Pentingnya Tenaga Ahli DPRD

Image
Hasan Aoni

Secuil Kabar dari Amerika tentang Sri

Image
UJANG KOMARUDIN

Inspirasi Hari Pahlawan

Image
Rozi Kurnia

Polemik Sinema atau Bukan Sinema ala Martin Scorsese

Wawancara

Image
News

Pemidanaan Korporasi Atas Karhutla Di Mata Praktisi Hukum

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag 2 - selesai)

'Pertandingan Paling Berkesan Adalah Menang'

Image
Olahraga

Wawancara Seto Nurdiantoro (Bag-1)

'Suatu Hari Nanti Saya Ingin Melatih Timnas'

Sosok

Image
News

Nggak Gengsian, ini 5 Potret Memesona Utari si Penjual Cilok di Boyolali yang Viral

Image
News

6 Potret Seru Susi Pudjiastuti saat Liburan, Sambil Momong Cucu

Image
News

Mundur dari PNS, ini 5 Fakta Pencalonan Siti Nur Azizah di Pilwalkot Tangsel