image
Login / Sign Up

Yuk Dukung Perempuan Bengkulu Perangi Perkawinan Anak

Bonifasius Sedu Beribe

Image

Heboh, pernikahan anak usia 14 dan 15 tahun | Instagram/putra_indonesia97

AKURAT.CO, Forum Perempuan Muda Provinsi Bengkulu yang diinisiasi Women Crisis Center 'Cahaya Perempuan Bengkulu' menyerukan kepada masyarakat untuk menghentikan praktik Perkawinan Anak karena melanggar hak-hak anak.

"Perkawinan Anak merupakan masalah sosial, ekonomi, dan politik yang diperumit oleh praktik tradisi adat dan budaya," kata Koordinator Forum Perempuan Muda Provinsi Bengkulu, Lica Veronika, di Bengkulu, Sabtu, (22/9).

Bertempat di Restauran Konakito Kota Bengkulu, Forum Perempuan Muda Bengkulu mengundang 150 "youth advocator" yang berasal dari tiga daerah yakni Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, dan Kabupaten Rejang Lebong.

baca juga:

Mereka melakukan diskusi dan desiminasi membahas tema menghentikan Perkawinan Anak sebagai wujud perayaan Hari Kesehatan Seksual Sedunia 2018.

Menurut Lica, stigma sosial mengenai perkawinan setelah melewati masa pubertas yang masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat, justru meningkatkan angka Perkawinan Anak. Faktor kebutuhan dan kepentingan ekonomi dengan tujuan mencapai keamanan sosial dan finansial setelah menikah, katanya, menyebabkan banyak orangtua di Provinsi Bengkulu menyetujui bahkan mendorong Perkawinan Anak-anak mereka.

Lica berharap, melalui diskusi dan desiminasi tersebut mendorong terwujudnya upaya pencegahan dan penghapusan praktik Perkawinan Anak.

"Kami ingin mengubah cara pandang, baik itu pemerintah sebagai pihak pengambil keputusan maupun masyarakat, bahwa perkawinan usia anak sangat merugikan," ujarnya.

Direktur Eksekutif WCC "Cahaya Perempuan Bengkulu" Tini Rahayu mengungkapan Pernikahan Anak menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Tahun 2017 lalu, kasus kekerasan terhadap perempuan di Provinsi Bengkulu mencapai 231 kasus di mana 72 persen adalah anak dalam rentang usia 15-19 tahun," katanya.

Kasus kekerasan itu di antaranya perkosaan, pencabulan, pelecehan seksual, pemaksaan pemakaian alat kontrasepsi, hingga pemaksaan perkawinan. Dia menuturkan Perkawinan Anak berdampak secara sosial karena hak mendapatkan pendidikan akan terputus, sehingga kesempatan mengembangkan diri dan bekerja minim. Kondisi itu menyebabkan tumbuhnya angka kemiskinan di masyarakat.

"Sedangkan untuk dampak kesehatan, Perkawinan Anak berkontribusi menyebabkan kematian ibu dan bayi karena alat reproduksi belum kuat. Kalau pun bayi tersebut lahir, maka berisiko menderita stunting (kekerdilan)," katanya.

Oleh karena itu, WCC Bengkulu terus berupaya melakukan advokasi dan sosialisasi terkait dengan bahaya Pernikahan Anak melalui "youth advocator" dan media sosial.

"Kampanye mengentikan perkawinan usia anak harus disebarluaskan secara masif, supaya peradaban ini dapat menjadi lebih baik," katanya.[]

Editor: Andre Purwanto

berita terkait

Image

News

Pelecehan Seksual Alumnus UII, Koalisi Masyarakat Sipil: Hentikan Kekerasan Seksual dan Utamakan Penegakan Hukum

Image

News

Hamil 14 Minggu karena Diperkosa, 4 Fakta Terbaru Remaja 15 Tahun yang Bunuh Bocah di Sawah Besar

Image

News

Masuk Kelas Online Anak-anak, Peretas Zoom Putar Video Kekerasan Seksual

Image

News

INFOGRAFIS Skandal Nth Room

Image

News

Produser Film Hollywood Harvey Weinstein Divonis 23 Tahun Penjara Atas Kasus Kekerasan Seksual

Image

News

Kardinal George Pell Jalani Sidang Banding Terakhir Kasus Pelecehan Seksual

Image

Olahraga

Komentator Bola yang Diduga Melecehkan Perempuan Dituntut Aktivis, Ini 4 Poin Tuntutannya

Image

News

Hadapi Penjara 29 Tahun, Harvey Weinstein Minta Keringanan Atas Alasan Kesehatan

Image

News

Harvey Weinstein Pindah Penjara Usai Operasi Jantung

komentar

Image

1 komentar

Image
Hera Wati

anak2 usia masih di bawah 22 thn seharus nya masih mengalami perkembangan ,, mungkin secara fsikologi blum cukup untuk menjalani rumah tangga. masih harus belajarr dan bersekolah.

terkini

Image
Gaya Hidup

Bikin Plong, Ini 5 Cara Membersihkan Paru-paru Secara Alami

Tanpa disadari, ada beberapa faktor yang membuat paru-paru menjadi kotor sehingga fungsinya kurang optimal.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Awal Juli, Museum Louvre Paris Prancis Siap Dibuka Kembali

Pengelola berencana membuka kembali musuem pada 6 Juli.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Per 31 Mei: OPD 49.934 Orang dan PDP 12.913 Orang di Indonesia

Sebelumnya, pada Sabtu, 30 Mei 2020, kasus ODP sebanyak 47.714 orang dan PDP sebanyak 12.832 orang.

Image
Gaya Hidup

5 Manfaat Meditasi Berjalan ala Buddha, Efektif Mengurangi Kecemasan

Saat kita berjalan dengan pikiran yang penuh dan sadar, ternyata bisa dijadikan sebagai salah satu cara bermeditasi.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Update COVID-19 Per 31 Mei: Penambahan Sembuh 293 Orang

Walaupun kasus positif terus meningkat, pasien yang sembuh juga tak kalah meningkat.

Image
Gaya Hidup

Percepatan Tanam, Penyuluh di Tolitoli Tetap Dampingi Petani

Kegiatan ini tetap dilangsungkan meski dalam pandemi COVID-19, namun tetap mengikuti protokol pencegahannya.

Image
Gaya Hidup

Tips Mewarnai Rambut di Rumah Agar Maksimal

Ketika mewarnai rambut di rumah, tentu ada perasaan takut pewarna tidak maksimal dan tidak sesuai dengan ekspektasi.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Akibat Imbauan di Rumah Saja, Angka Kehamilan Tak Diinginkan Dikhawatirkan Naik

Kehamilan tidak dikehendaki ini juga berpengaruh pada jumlah stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Sempat Tutup Sementara, Tokyo Tower Jepang Kembali Dibuka

Tokyo Tower menerapkan langkah pencegahan dengan memeriksa temperatur wisatawan.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Tarik Turis Berwisata, Siprus Janji Berikan Berobat Gratis Bila Terkena Virus Saat Berlibur

Negara tersebut tak segan membiayai pengeluaran medis untuk siapa saja yang positif saat berlibur di pulau tersebut.

terpopuler

  1. Perubahan Drastis Fisik Gelandang Bayern Muenchen Ini Bikin Melongo

  2. Kerusuhan Terus Meluas, Meutya Hafid Minta Perwakilan Indonesia Pastikan Keselamatan WNI di AS

  3. Soal Diskusi di UGM, Mahfud MD: Calon Pembicaranya Orangnya Tidak Aneh-aneh

  4. Polisi: Tidak Ada Korban Jiwa dalam Peristiwa Tanah Longsor di Ruas Tol Semarang-Solo

  5. Siapkan Transisi Menuju New Normal, Khofifah Tidak Perpanjang PSBB di Malang Raya

  6. Kasus COVID-19 di Jatim Naik, Sedangkan Jabar Walau Angkanya Masih Tinggi Cenderung Turun

  7. 5 Fakta Sandy Pradana, Pesinetron yang Dituduh Telantarkan Istrinya

  8. Kemendagri Tegaskan Tak Larang PNS Gunakan Ojek Konvensional dan Ojol di Tengah Covid-19

  9. Tukang Parkir Meninggal Mendadak di Kawasan Monas, Pedagang Lenggang Jakarta Dilarang Masuk

  10. 5 Ekspresi Pesepakbola Dunia saat Kompetisi Berputar Lagi, Senyum Ronaldo Bikin Adem

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Siti Nur Fauziah

Covid-19, Bagaimana dengan Indonesiaku Hari Ini?

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Image
Azami Mohammad

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton