image
Login / Sign Up
Image

Nur Hofifah

Mengajarkan Menabung Setengah dari Membangun Masa Depan Anak

Nur Hofifah

Image

Ilustrasi Uang | Sopian

AKURAT.CO Bila anak Anda sudah gemar menabung sejak dini, berarti anak Anda sudah melangkahkan satu kakinya untuk menapaki hari esok. Sebab, Anda telah mengajarkan pada anak untuk berjuang dalam mendapatkan sesuatu. Inilah yang diajarkan oleh sejumlah orangtua di daerah Tanggerang Selatan, Banten.

Syifa Aulia Putri, 9, siswi Madrasah Ibtidaiyah Assa'adatuddarain I, Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan, Banten, mendapatkan uang saku sejumlah Rp15.000. Uang itu didapat dan ada dalam sakunya setiap kali hendak berangkat sekolah.

Tidak seperti kebanyakan anak seusianya, siswi yang akrab disapa Syifa ini tidak tergoda oleh aneka jajanan di kantin sekolah. Kalau pun ingin, ia hanya membeli seperlunya.

baca juga:

“Saya selalu sisihkan minimal Rp5.000 untuk ditabung. Kalau pas tidak lapar, karena bawa bekal dari rumah, saya bisa sisihkan Rp10.000,” ucap Syifa kepada Akurat.co selepas pulang sekolah, beberapa waktu lalu.

Dalam sebulan, Syifa mengaku mampu mengumpulkan sisa uang sakunya minimal Rp200.000. Terkadang, dia bisa mengumpulkan menabung hingga Rp300.000.

“Pernah, pas kelas tiga, saya bisa menabung hingga Rp450.000,” ujarnya dengan polos.

Lebaran lalu, Syifa juga mendapatkan banyak rejeki. Paman dan tantenya memberikan uang kepadanya.

Jumlahnya banyak. Alhamdulillah, bisa dapat Rp850.000,” kenangnya seraya melepas senyum mengembang.

Tapi, tak semua uang itu ditabung. Separuhnya digunakan untuk membeli tas dan sepatu baru. “Kan naik kelas empat. Harus punya tas dan sepatu baru. Saya masih punya sisa Rp500.000 untuk ditabung,” tuturnya.

Di mana Syifa menabung? Dia tak lagi menabung di kotak tabungan bergambar Barbie. Sejak kelas tiga tahun lalu, dia sudah membuat tabungan khusus anak-anak di salah satu kantor bank di dekat rumahnya. Saat membuat tabungan dengan setoran awal Rp100.000 itu, ia ditemani ibunya.

“Setiap dua minggu sekali, saya pergi ke bank untuk menabung. Kalau sibuk, ya, pergi ke banknya sebulan sekali saja. Sudah setahun. Uangnya sudah lumayan banyak. Alhamdulillah,” ungkapnya.

Ketika ditanya berapa jumlah uang di tabungnya saat ini, Syifa hanya tersenyum. Ia sengaja merahasiakan jumlahnya. Ia juga tidak menyebut apa yang akan ia beli dengan uang tabungannya itu

“Belum tahu untuk beli apa. Yang penting nabung saja,” ucapnya.

Syifa bercerita, kebiasaan menabung diajari oleh ayah dan ibunya. Pertama kali menabung, usia Syifa dua tahun. Ia menabung di rumah. Sebab, kedua orangtuanya membelikannya celengan. Dari situlah ia kemudian terbiasa menabung.

Bukan hanya uang recehan yang ditabung, uang kertas juga dimasukan ke dalam celengan. Uniknya, celengan itu masih ada dan disimpan sebagai kenang-kenangan.

Kala sekolah di Taman Kanak-Kanak (TK) Kuntum Mawar yang tak jauh dari komplek perumahan tempatnya tinggal, kebiasaan menabung Syifa berlanjut. Ia menabung dengan cara menitipkan uang ke guru TK-nya. Nantinya, uang tabungan itu dibagikan pada akhir semester. Sebagian digunakan untuk biaya study tour ke Kebun Binatang. Sisanya, dibagikan kembali ke siswa.

Sang ibu, Yani, mengungkapkan apa maksud ia mengajari anaknya menabung sejak dini. Perempuan yang akrab di sapa Mama Syifa ini mengungkapkan, kegemaran menabung harus ditanamkan sejak dini. Menabung, harapnya, bukan hanya sebagai ajaran. Menabung harus bisa menjadi gaya hidup anak-anak.

“Tujuannya satu, biar anak tidak boros beli jajan di sekolah dan di rumah. Nantinya, pola itu tertanam di otak dan akan termanifestasikan dalam tingkah laku dan perbuatan si anak. Jika sejak kecil sudah terbiasa menabung, ketika sudah remaja dan dewasa nanti Insya Allah Syifa akan tetap rajin menabung. Amin,” bebernya.

Adelio menunjukkan tabungan milik kedua orang tuan. AKURAT.CO/Nur Hofifah

Selain Syifa, kisah gemar menabung lainnya datang dari bocah berusia empat tahun. Namanya Adelio. Oleh teman-temannya, Adelio kerap dipanggil Lo. Salah satunya hobinya menabung. Dengan lugunya, bocah yang masih sekolah di Taman Kanak-Kanak Kuntum Mawar, Pamulang, Tangerang Selatan itu dengan jujur berniat membeli mobil apabila kelak uangnya sudah cukup.

“Saya ingin membeli mobil! Makanya, saya harus menabung!” ujar Adelio dengan jujur dan lugas.

Ibunda Adelio, Mama Lo, bercerita kepada Akurat.co bahwa putra bungsunya sudah suka menabung sejak masuk TK. Di TK-nya, setiap siswa wajib menabung sebanyak Rp5.000 per hari.

“Uang tabungan itu digunakan untuk kepentingan outing atau study tour,” ungkapnya.

Selain menabung di TK, Mama Lo juga mengajarkan anaknya menabung di rumah. Biasanya, Lo akan menyisihkan sisa uang saku hariannya untuk untuk kemudian dimasukan celengan. “Celengan di rumahnya sudah penuh karena lebaran kemarin banyak dapat angpau,” ungkap Mama Lo.

Mama Io belum mendaftarkan putranya untuk memiliki rekening sendiri. Namun ia selalu mengajarkan tabungan anaknya untuk menitipkan sejumlah uang di rekening bank miliki ayah dan ibunya.

“Lo juga saya ajak ke bank untuk menyisihkan uangnya di rekening milik saya. Nanti kalau sudah masuk SD baru dibuatkan rekening untuk Lo, tabungan anak-anak,” katanya.

Hal utama yang diajarkan Mama Lo kepada anaknya adalah, untuk memiliki sesuatu harus menabung terlebih dahulu. Dengan begitu, anak-anak akan memikirkan masa depannya, bukan hanya memikirkan soal jajan.

Nabung itu ya masa depan. Menabung itu ya untuk urusan besok,” ucapnya.

Adelio sudah diajarkan menabung sejak dini oleh ke. AKURAT.CO/Nur Hofifah

 

Orangtua Adalah Pendidik Terbaik

Pendidikan bukan hanya urusan guru di sekolah. Pendidikan literasi keuangan bukan hanya pada pada pelajaran ekonomi di sekolah. Pendidikan, terutama literasi keuangan, adalah tanggungjawab orangtua.

Ayah dan Bunda, sebagai penggerak roda pendidikan di rumah, memiliki tanggungjawab besar untuk memberikan penjelasan dan pengaplikasian literasi keuangan kepada anak-anak di rumah dan lingkungan sosial. Ayah dan Bunda bisa menjelaskan tentang literasi keuangan, termasuk menabung, kepada anak-anak di rumah.

Sayangnya, di tengah masyarakat, kesadaran orang tua untuk mendidik dan membudayakan pendidikan literasi keuangan, terutama menabung memang masih rendah. Padahal, hal itu sebagai cara untuk menekan laju budaya konsumtif yang bisa membuat bangkrut keuangan di rumah tangga. Dengan pendidikan menabung itu, sebenarnya bisa menjadikan sebuah keluarga, baik ayah, ibu, dan anak, bisa secara bersama menghemat dan merencanakan keuangan jangka panjang serta masa depan yang lebih baik.

Tentunya, pendekatan yang digunakan tidaklah seperti guru di sekolah yang terlalu tekstual dalam penjelasan literasi keuangan. Tapi, Ayah dan Bunda bisa menggunakan pendekatan kontekstual yakni penjelasan dengan contoh yang ada di masyarakat. Melalui hal itu, pemahaman tentang literasi keuangan menjadi lebih mengena kepada anak-anak.

Hal yang paling mudah adalah mengajak anak pergi ke bank. Kalau bisa untuk membuat tabung anak-anak. Di sana, anak akan belajar melihat langsung bagaiamana proses perbankan dan cara menabung yang tepat. Anak juga bisa bertanya langsung ke pada pegawai bank tentang manfaat menabung dan alur serta prosedur menabung.

Ayah dan Bunda harusnya bisa membangun pemahaman kalau menabung adalah cara untuk menggapai mimpi dan ambisi. Misalnya, ketika anak ingin membeli mainan mobil remote control yang harganya mencapai ratusan ribu, maka solusinya adalah menabung. Mimpi untuk memiliki mainan bisa dicapai bisa dilakukan dengan menabung, meskipun memerlukan waktu dan kesabaran. Tapi, dalam proses itu terdapat pendidikan karakter yang sangat kuat untuk mendidik anak dengan kepribadian yang baik.

Menjadikan menabung sebagai gaya hidup adalah tujuan akhir dalam pendidikan literasi keuangan, termasuk menabung. Ketika menabung sudah menjadi gaya hidup, itu akan menjadikan kebiasaan yang tertanam sejak dini. Nantinya, menabung pun menjadi identitas pada diri anak-anak.

Namun, untuk mencapai itu semua, keteladanan dari orang tua juga menjadi faktor yang penting. Percuma saja ketika anak diminta menabung, tetapi orang tuanya boros. Keteladanan menjadi hal penting di depan anak-anak. Pendidikan literasi akan menjadi pepesan kosong tanpa adanya keteladanan dari orang yang mengajarkannya.

Dalam pandangan, Eigis Yani Pramularso, pakar literasi keuangan, pendidikan menabung sejak dini memang sebagai bagian dari literasi keuangan. Pemahaman tentang literasi keuangan juga harus ditingkatkan di kalangan di kalangan orang tua. Dengan pemahaman itu, nantinya orang tua bisa memberikan pemahaman kepada anak-anaknya di rumah.

“Semakin dini anak dididik mengenai menabung sebagai bagian literasi keuangan, maka akan semakin mudah memahami. Meskipun kondisi anak berbeda dengan orang, tapi pendidikan dan kebiasaan menabung akan melekat pada otak dan hati anak tersebut,” kata Eigis dihubungi Akurat.co. “Nantinya, pendidikan literasi keuangan dilakukan pada anak sejak dini juga akan menjadikan nilai-nilai literasi keuangan akan lebih tertanam dan semakin matang ketika anak itu bertambah dewasa,” ujarnya.

Pendidikan literasi keuangan di rumah tidak serta merta mengabaikan elemen yang sudah diajarkan di sekolah. Memang, pendidikan literasi keuangan sudah masuk dalam kurikulum pendidikan di sekolah. Tapi, dengan adanya pendidikan literasi keuangan di sekolah dan di rumah, itu akan menjadi kolaborasi yang kuat dan baik demi kemaslahatan generasi mendatang.

Editor: Andre Purwanto

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Jangan Khawatir Bun, Begini Cara Hadapi Anak yang Pilih-pilih Makanan

Image

Gaya Hidup

Takut Jadi Orangtua yang Buruk, Survey Ungkap Banyak Ibu yang Stres

Image

Gaya Hidup

Kombinasikan Pendekatan Tegas dan Lunak, Begini Parenting Panda

Image

Gaya Hidup

Anak yang Lahir dari Orangtua Berusia Tua Cenderung Tidak Agresif

Image

Gaya Hidup

Bun, Pastikan Bayi Tertidur Pulas, Jika Tidak ini Bahayanya

Image

Gaya Hidup

Pasca Banjir Bandang, Anak-Anak Konawe Semangat Membersihkan Sekolah

Image

Gaya Hidup

Gaya Parenting Ayah Kerap Disalahkan, Kenapa?

Image

Gaya Hidup

Ayah yang Sudah Sibuk di Kantor, Haruskah Bantu Merawat Anak?

Image

Gaya Hidup

Pasangan Ini Keliling Dunia dengan Kapal Bersama Bayi Berusia Tiga Bulan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Gangwon Sajikan Sensasi Musim Dingin ala Film Korea

"Indonesia menjadi pasar yang sangat penting untuk kami"

Image
Gaya Hidup

2 Bulan Kabut Asap, 11.268 Orang Pekanbaru Kena ISPA

Dominan terdampak adalah bayi, balita, ibu hamil, dan lansia

Image
Gaya Hidup

Australia Nyatakan Travel Advice, Kemenpar Nyatakan RUU KUHP Belum Disahkan

80 persen wisatawan Australia ke Bali

Image
Gaya Hidup

Benarkah Brown Sugar Lebih Baik daripada Gula Putih?

Gula merah memiliki faktor risiko kesehatan yang sama seperti gula putih

Image
Gaya Hidup

Tak Ada Imbas Masalah RKUHP Pada Pariwisata di Bali

Kementerian Pariwisata menanggapi perihal RKUHP meminta untuk tetap tenang, karena belum disahkan.

Image
Gaya Hidup

Rama Dauhan x Alleira Batik Angkat Koleksi Batik Kekinian di Opening PIMFW 2019

Hadir dengan judul “PURNA” yang berasal dari bahasa Hindi memiliki arti “kesempurnaan”.

Image
Gaya Hidup

Pelari 5K Minang Geopark Run 2019 Dinilai Dongkrak Perekonomian Masyarakat

Menurut Ketua Pelaksana Minang Geopark Run (GPR) 2019, YV Tri Saputra, peserta lomba lari di Indonesia ini mempunyai ciri yang unik-unik.

Image
Gaya Hidup

Kemenpar Dorong Tour Guide Ikut Pelatihan Perkenalkan Geopark Melalui Cerita

Kementerian Pariwisata selalu meyakini suatu daerah harus mempunyai cirinya masing-masing.

Image
Gaya Hidup

Minang Geopark Run 2019 Harapkan Geopark di Sumbar Raih Gelar UGG

Dengan diselenggarakan lomba lari ini nantinya tidak hanya mengenalkan dan menaikan kunjungan wisatawan.

Image
Gaya Hidup

Bisnis Menswear Berkembang Pesat, Bukti Pria Makin Peduli dengan Fashion

Bisnis menswear atau pakaian pria sendiri terus mengalami perkembangan positif dalam beberapa tahun ke belakang.

trending topics

terpopuler

  1. Ikuti Saran Barbie Kumalasari, Boy William Ngaku Tetap Sampai Berbarengan dengan Penumpang Kelas Ekonomi

  2. Mantan Sesmenpora Bakal Beberkan Cara Imam Nahrawi Memperkaya Diri Sendiri

  3. Moeldoko Sebut KPK Hambat Investasi, Said Didu: Izinkan Saya Tertawa

  4. Jokowi Kumpulkan Para Menteri, Jansen: Inilah Akibat Semua Masalah Tumpuk Jadi Satu

  5. Pengakuan Tjahjo Kumolo, Satu-satunya Menteri Jokowi yang Tidak Pernah ke Luar Negeri

  6. Tiga Mahasiswa yang Meninggal Saat Demo di Uncen Diduga Akibat Peluru Karet

  7. Gibran: Saya Juga Baru Pulang dari Jakarta dan Dapat Laporan Soal Spanduk-spanduk Itu

  8. Gibran Ingin Daftar Calon Wali Kota Solo Lewat PDIP, Rudy: Woo, Sudah Tutup

  9. Mahasiswa Siapkan Puncak Demonstrasi di Depan DPR dan Istana Besok

  10. ESA Tangkap Gambar Tak Biasa dari Planet Mars, Ada Apa?

fokus

Bencana Lingkungan
Abortus
BJ Habibie Tutup Usia

kolom

Image
Abdul Aziz SR

DPR dan Parlemen Modern

Image
Alfarisi Thalib

Era Airlangga, Golkar Cenderung Feodal dan Oligarkis

Image
Ujang Komarudin

Gigitan Terakhir KPK

Image
Damai Mendrofa

Menangani Penyu, Sampai Tak Ada yang Ganggu

Wawancara

Image
Hiburan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jadikan JILF Sebagai Pemantik Imajinasi

Image
Ekonomi

Eksklusif Mochamad Soebakir: Sebagai 'Jembatan' Konsultan Pajak Fungsinya Vital

Image
Olahraga

Bianca Andreescu

"Memenangi AS Terbuka Sebenarnya Terasa Aneh"

Sosok

Image
News

Dikabarkan Hengkang dari PAN, 7 Fakta Menarik Faldo Maldini

Image
News

8 Potret Hangat Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri bersama Keluarga, Ayah Idaman!

Image
News

Jadi Plt Menpora Gantikan Imam Nahrawi, Ini 5 Fakta Sepak Terjang Karier Hanif Dhakiri