Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Pertama di Indonesia, HD Grid 3D Mapping System untuk Tindakan Aritmia

Azhar Ilyas

Pertama di Indonesia, HD Grid 3D Mapping System untuk Tindakan Aritmia

HD Grid 3D Mapping System | ISTIMEWA

AKURAT.CO, Ada beberapa orang yang mengalami irama jantung yang tidak normal. Detak jantungnya dapat terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur. Kondisi ketika detak jantung tidak berdenyut dengan normal inilah yang dinamakan Aritmia.

Aritmia dapat disebabkan karena hipertensi, diabetes, kelainan katup jantung dan penyakit jantung koroner. Pada beberapa kasus penyebabnya belum diketahui. Selain kondisi medis, aritmia juga dapat dipicu oleh gaya hidup yang tidak sehat, seperti tidak dapat mengelola stres dengan baik, kurang tidur, merokok, konsumsi minuman beralkohol atau berkafein secara berlebihan dan penyalahgunaan NAPZA.

Ketika terjadi aritmia, beberapa orang tidak menyadari kondisi mereka karena gejalanya tidak spesifik. Namun, pada kasus-kasus yang berat, gangguan aritmia dapat menyebabkan terjadinya stroke, bahkan  kematian jantung mendadak.

baca juga:

Ada beberapa jenis aritmia yang sering dijumpai, yaitu:

• Fibrilasi atrium (FA), yaitu kondisi ketika jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur.

• Blok nodus sinus atau blok atrioventrikular, yaitu kondisi ketika jantung berdetak lebih lambat.

• Supraventrikular takikardi, yaitu kondisi ketika denyut jantung terlalu cepat dan teratur.

• Ventrikel ekstra sistol, yaitu kondisi ketika ada denyutan lain di luar denyut normal.

• Ventrikel takikardia/fibrilasi, yaitu kondisi ketika bilik jantung berdenyut sangat cepat bahkan hanya bergetar.

Dahulu, satu-satunya cara untuk mengatasi aritmia adalah dengan meresepkan obat-obatan. Sayangnya efektivitas obat-obatan untuk pengobatan aritmia tidak terlalu tinggi dan perlu pemantauan yang ketat.  Selain itu, obat-obatan anti aritmia juga sering memiliki efek yang tidak diharapkan dan mempunyai interaksi  dengan obat-obatan lainnya.

Pada beberapa dekade terakhir, banyak pasien yang menderita aritmia lebih memilih untuk menjalani tindakan ablasi, karena tingkat keberhasilan yang tinggi dan pasien bisa bebas obat. Tindakan ini merupakan tindakan intervensi non-bedah dengan menggunakan kateter yang dapat digunakan untuk menghancurkan sirkuit listrik yang tidak normal pada jantung seseorang.

Belum lama ini, di Heartology Cardiovascular Center, dr Sunu Budhi Raharjo, PhD, SpJP(K) melakukan tindakan ablasi 3 dimensi menggunakan HD Grid 3D Mapping system pada seorang pasien laki-laki berusia 70 tahun. Pasien ini menderita gangguan aritmia FIBRILASI ATRIUM (FA).

FA adalah gangguan irama jantung yang paling sering ditemukan di dunia. Di Indonesia, saat ini, FA diperkirakan diderita oleh lebih dari 2 juta orang (referensi 1). Penderita FA memiliki risiko stroke sampai 5x lipat lebih tinggi dibanding pasien yang bukan FA (referensi 2). Selain itu, derajat keparahan stroke nya juga lebih tinggi.

Pasien yang dikerjakan dr Sunu ini juga memiliki riwayat stroke berulang. Sejauh ini obat-obat sudah dikonsumsi maksimal oleh pasien tersebut, namun penyakitnya belum teratasi. Oleh karena itu, pasien ini perlu dilakukan tindakan kateter ablasi untuk menghilangkan sumber aritmianya.

Fibrilasi Atrium merupakan salah satu jenis aritmia yang kompleks. Sumber aritmia utama berasal dari keempat vena pulmonalis yang berada di atrium/serambi jantung sebelah kiri. Kompleksitasnya terutama terletak pada banyaknya titik/sumber aritmia yang harus dihilangkan (di-ablasi), sehingga tingkat kekambuhan tindakan ablasi FA berkisar 25-30% setahun pascatindakan.

Teknologi HD Grid 3D Mapping system yang digunakan di Heartology Cardiovascular Center memberikan paradigma baru dalam pemetaan aritmia, termasuk FA. Paradigma lama menggunakan kateter bipolar, sedangkan HD Grid menggunakan kateter multipolar dan multidirectional, sehingga bisa mendeteksi gap (celah)  yang tidak terlihat oleh kateter bipolar.

Selain itu, teknologi pemetaan ini menggabungkan pemetaan  magnetik dan impedans secara bersamaan yang memungkinkan tindakan kateter ablasi dilakukan dengan  tingkat presisi dan akurasi yang tinggi.

Hal ini dibuktikan dengan bukti klinis yang menunjukkan bahwa penggunaan teknologi ini mampu menurunkan tingkat kekambuhan menjadi hanya sekitar 5-10% setahun pascatindakan (artinya 5-6x lipat  lebih baik dibanding teknologi yang lama) (referensi 3-6). Hal lain yang juga penting adalah waktu tindakan  yang bisa lebih cepat.

dr. Sunu B. Raharjo, Sp.JP(K), PhD. ISTIMEWA

dr Sunu mempelopori dalam penggunaan HD Grid Mapping System ini. Pertama di Indonesia. Tidak banyak rumah sakit yang memiliki teknologi ini, karena hanya sedikit Dokter Spesialis Jantung yang memiliki sub spesialisasi ini, disamping harga investasi peralatan yang cukup mahal.

Namun, Heartology berkomitmen  dalam menyediakan layanan kardiovaskular berbasis teknologi termutakhir (advanced) dan tim dokter  berpengalaman untuk memberikan layanan paripurna (uncompromized).

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Dior Jadikan Kain Tenun Endek Bali Warisan Budaya di Industri Fashion Dunia

Awal 2021, Dior secara resmi teken kontrak Kain Endek Bali sebagai warisan budaya di industri fashion dunia

Image
Gaya Hidup

Meski Vaksinasi Sudah Dimulai, Wali Kota Batam Imbau Warga Tetap Wajib Pakai Masker

Rudi menyampaikan betapa pentingnya masker medis yang berkualitas bagi masyarakat dalam kesempatan distribusi 5 juta masker medis

Image
Gaya Hidup

Resep Lotek ala Bu Bagyo Jogja, Sedapnya Bikin Rindu

Cocok untuk mengobati rasa rindu dengan cita rasa lotek yang khas dan juga nikmat ala Bu Bagyo

Image
Gaya Hidup

7 Penampakan Kolaborasi Produk Kecantikan dengan Brand Makanan, Bikin Gemas!

Kolaborasi produk tersebut berasal dari industri yang begitu berbeda jauh.

Image
Gaya Hidup
Lawan Covid-19

Sandiaga Goda Singapura Buka Akses Turis

Bali, Jakarta, Batam, dan Bintan diusulkan divaksin lebih dulu

Image
Gaya Hidup

Dokter Rekomendasikan Busui Dapatkan Kuota Data Gratis

70 persen ibu menyusui berkonsultasi laktasi dengan tenaga kesehatan secara daring

Image
Gaya Hidup
Literasi

Kebiasaan Membaca Bisa Ciptakan Daya Saing

Kemampuan literasi harus digiatkan untuk meningkatkan daya saing

Image
Gaya Hidup

Mantap! Makin Banyak Ibu yang Beri ASI Ekslusif Selama Pandemi

ASI eksklusif meningkat tajam selama pandemi yakni 89,4 persen

Image
Gaya Hidup

Rilis Parfum Baru, Zarome Gandeng Influencer Raffaaffar

Ada varian Zarome Raffa Gel dan Raffa Boy

Image
Gaya Hidup

3 Rekomendasi Tempat Sewa Campervan di Jogja, Bikin Liburan Makin Seru!

Beberapa tempat penyewaan mobil di Jogja kini mulai menyediakan campervan untuk disewakan

terpopuler

  1. WhatsApp Mulai Ditinggalkan, Jutaan Orang Beralih ke Aplikasi Chat Lain

  2. 7 Potret Memesona Ady Sky, Aktor dan Pengusaha Muda yang Dijodohkan dengan Fatin Shidqia

  3. Dzikir dan Doa setelah Salat Fardhu, Lengkap, Praktis, dan Mudah Dihafalkan

  4. Unggahan Viral Potret Tokoh Publik Ala Disney, Warganet: Cak Lontong Jadi Ganteng Banget!

  5. Humor Gus Dur, Dijamin Ngakak: Ketika Terlambat Dicabut

  6. 101 RS Rujukan Corona Nyaris Penuh, Anies Minta Jokowi Ambil Alih Penanganan COVID-19 di Bodetabek

  7. Denny Siregar: Uang BPJS Ketenagakerjaan Dimainkan Saham dan Reksadana, Mirip Jiwasraya

  8. Awas Penipuan Baru di Netflix! Pengguna Diancam Akunnya Terhapus jika Tak Beri Informasi ini

  9. Humor Gus Dur Paling Bikin Ngakak: Puasa Setengah Tahun

  10. Kasus Covid-19 DKI Turun Dua Hari Berturut-turut

fokus

Kaleidoskop 2020
Akurat Solusi: Kenaikan Cukai Tembakau
Lawan Covid-19

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Menanti Gebrakan Kapolri Baru Pilihan Jokowi

Image
Kementrian Luar Negeri Republik Azerbaijan

Tragedi Black January

Image
UJANG KOMARUDIN

Kapolri Baru

Image
Muhammad Husen Db, M.Pd

Transformasi Episode Dalam Dimensi Merdeka Belajar

Wawancara

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Dokter Vivi Ajak Kenali Mental Sehat di Dalam Diri | Akurat Talk (1/3)

Image
News

Covid-19 Tembus 3.500 Kasus Per Hari, DKI Gagal Terapkan Program 3T?

Image
News

Vaksinasi Bisa Putus Mata Rantai Penularan Covid-19 di DKI Jakarta?

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting Habib Muhammad bin Ahmad Al-Attas, Tunaikan Haji Lebih dari 29 Kali

Image
News

4 Fakta Penting Deva Rachman, Istri Kedua Syekh Ali Jaber yang Jarang Tersorot

Image
News

Wafat di Hari Jumat, Ini 5 Fakta Penting Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf