Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Bukan Terdepan, Tenaga Medis Garda Terakhir

Bonifasius Sedu Beribe

Lawan Covid-19

Bukan Terdepan, Tenaga Medis Garda Terakhir

dr. Muhammed Adib Khumaidi, Sp.OT, Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dalam Webinar dengan tajuk Akurat Idea, bertema ‘Perjuangan Pahlawan Kemanusiaan di Masa Pandemi’ dalam rangka memperingati Hari Dokter Nasional yang diselenggarakan Akurat.co pada Selasa, (27/10) | AKURAT.CO/Bonifasius Sedu Beribe

AKURAT.CO, Pandemi Corona sudah merenggut nyawa ratusan dokter dan tenaga kesehatan. Ikatan Dokter Indonesia sudah merilis bahwa total 255 petugas medis dan kesehatan telah wafat akibat terinfeksi Covid-19, yang terdiri dari 143 dokter, 9 dokter gigi, dan 103 perawat.

Dalam Webinar dengan tajuk Akurat Idea, bertema ‘Perjuangan Pahlawan Kemanusiaan di Masa Pandemi’ dalam rangka memperingati Hari Dokter Nasional yang diselenggarakan oleh Akurat.co pada Selasa, (27/10), dr. Muhammed Adib Khumaidi, Sp.OT, Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membuka sesinya dengan menyampaikan bahwa kesehatan mensupport ekonomi dan kemakmuran. Apalagi pandemi Covid-19 yang telah mendera negeri delapan bulan ini membuat wabah yang dulunya hanya masalah kesehatan saja, kini merasuk membawa masalah sosial, ekonomi dan politik.

“Kita tahu bahwa problematika Covid ini sangat kompleks. Kita tahu dari manusianya dan proses stansmisi, kemudian saat ini ada dampak ekonomi, produktivitas, investasi yang menurun, dan dampak psikologi masyarakat. Maka yang menjadi penting adalah trust,” bukanya.

baca juga:

Dari sisi trust ini, Dokter Adib menekankan bahwa masyarakat harus percaya bahwa Covid-19 adalah hal yang nyata, hal yang riil. Apalagi, angka kematian dokter cukup tinggi, terutama terjadi pada Juli-Agustus, yang hingga hari ini sudah ada 143 orang dokter telah gugur akibat virus ini.

“Secara persebaran, Jawa Timur lebih tinggi karena sejalan dengan angka kasus yang lebih tinggi, kemudian Sumatera Utara dan DKI Jakarta,” bebernya.

Mengingat arahan WHO bahwa durasi pandemi ini akan panjang, maka Dokter Adib menekankan bahwa tenaga medis adalah garda terakhir. Garda terdepannya adalah masyarakat sendiri. Maka, melindungi tenaga medis dan tenaga kesehatan harus terus digaungkan agar semua masyarakat selalu bersiap.

“Rumah sakit antara satu dan lainnya saling terkoneksi. Tapi diusahakan tidak semakin banyak rumah sakit yang dikhususkan untuk Covid. Karena jika semakin banyak, potensi penyebaran ke tenaga medis akan makin tinggi. Sekarang kita belum mencapai fase puncak karena angkanya masih bergerak naik. Kita harapkan itu secepatnya terjadi, supaya segera ada penurunan dari pasien, dan okupansi di ruangan ICU,” katanya.

Dokter Adib memaparkan juga asumsi mengenai penyebab kematian yang tinggi pada tenaga medis dan tega kesehatan. Itu disebabkan oleh beberapa hal. Yang paling dasar adalah para dokter tidak mengetahui apakah pasien yang ditanganinya adalah pembawa virus. Memang dari 143 dokter yang meninggal tak semuanya menangani Covid-19 secara langsung, tapi ada beberapa yang melakukan tindakan pada pasien yang terinveksi Covid.

“Jadi skrining itu penting sehingga harus diperketat. Kemudian tidak adekuat dalam memakai ADP juga menjadi penyebabnya yang berkaitan dengan kultur safety dan standar dari ADP itu sendiri. Ada juga faktor kelelahan,” sambungnya.

Tapi sebenarnya potensi dokter yang tertular tak hanya dari rumah sakit saja. Dokter juga memiliki ruang sosial dan pribadi sebagaimana masyarakat umumnya. Sehingga dokter juga bisa tertular bukan hanya dari rumah sakit, tapi juga pada saat melakukan aktivitas sosialnya sendiri. Karena survey yang dilakukan IDI mendapati bahwa dokter yang tertular tinggal berdekatan dengan tetangga yang juga tertular, dengan angka yang cukup besar yakni 77 persen.

“Paling banyak yang tertular adalah dokter praktek pribadi dan dokter Puskesmas. Ini salah satunya karena APD yang masih kurang di tiap daerah. Beberapa daerah masih melaporkan bahwa mereka masih kekurangan APD,” katanya.[]

Editor: Erizky Bagus

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Cara Tepat Agar Si Kecil Disiplin Pakai Masker

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Aktif Percantik Wanita Indonesia, Natur-E White Juga Bantu Korban Corona

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Masker Paling Akurat Tangkal Corona Asal Jepang Hadir di Indonesia

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Pandemi, Festival Kesehatan Astra Gaungkan Semangat Hidup Sehat

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Aksi Seminggu Berbagi, Aktivitas Sosial Online di Tengah Pandemi

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Sedang Pandemi, Kebersihan Lantai Penting buat Manula dan Anak-anak

Image

Gaya Hidup

ASTSE 2020: Pariwisata Seluruh Negara Sedang Krisis

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Menanti Hasil Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Long Weekend

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Lalai Protokol Kesehatan, Pandemi Makin Panjang

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Open Relationship Ternyata Sehat Untuk Beberapa Pasangan

Berpikir untuk memiliki open relationship?

Image
Gaya Hidup

Jangkau Pasar Lebih Luas, Sarian Skincare Tampil Makin Kece

Omset naik di tengah pandemi

Image
Gaya Hidup

Restu Anggraini Tampilkan Koleksi Busana Terbaru Musim Panas dalam JFW

Di Acara JFW, Restu Anggraini tampilkan koleksi terbaru pakaian musim panas

Image
Gaya Hidup

Jose Daroca Buat Penampilanmu Glamor Tanpa Bikin Kantong Bolong

Satu lagi brand lokal yang menyediakan keperluan fashion wanita Indonesia, yakni Jose Daroca

Image
Gaya Hidup

Mau Cantikmu Semakin Maksimal? Kamu Wajib Punya 3 Beauty Tools Ini

Mulai dari pencabut alis otomatis hingga brush set yang super lengkap dan elegan

Image
Gaya Hidup
Bunda & Bayi

Meski Lagi Pengen Banget, Hindari Asupan Ini Saat Bunda Jadi Busui

Kurangi brokoli dan kol

Image
Gaya Hidup
Bunda & Bayi

Ibu Menyusui Boleh Makan Pedas, Asal…

Capsaicin pada cabai bisa membawa alergi pada bayi Anda

Image
Gaya Hidup
Lawan Covid-19

Cara Tepat Agar Si Kecil Disiplin Pakai Masker

Face shield yang benar harus sampai di bawah dagu

Image
Gaya Hidup

KPPPA : Kekerasan Terhadap Perempuan Harus Dihapus

Kekerasan terhadap perempuan juga merupakan kejahatan terhadap martabat kemanusiaan dan diskriminasi yang harus dihapus

Image
Gaya Hidup
Lawan Covid-19

Jaring Turis, Pesawat dan Kapal Pesiar Segera Dikoneksikan dengan 5 Bali Baru

Labuan Bajo akan terkoneksi langsung dengan Australia

terpopuler

  1. Berawal bak Dongeng, Kisah Cinta Preity Zinta dan Pengusaha Super Kaya Berujung Tragedi

  2. 5 Fakta Asmara Shaheer Sheikh dan Ruchika Kapoor, Perbedaan Agama Bukan Kendala

  3. Fakhri Husaini Yakin Bagus Kahfi Bisa Bersaing Jika Jadi ke Utrecht

  4. Saat Timbang Badan, Tyson Ancam Jones Jr

  5. Beli Rumah, Sepasang Suami Istri Temukan Puluhan Koin Harta Karun Senilai Rp350 Juta

  6. Soal Korupsi Menteri KKP, Dasco: Jika Ini Masih Dianggap Salah Juga, Saya Minta Maaf Lagi

  7. 5 Hewan Ternak Anti Mainstream Ini Laku Keras Jika Diekspor ke Luar Negeri

  8. Sosok 'Pak Haji' Kebingungan Cari Sandal di Masjid ini Malah Bikin Ngakak Warganet

  9. Lagi, Politikus Senior PDIP Membelot Alihkan Dukungan ke Machfud-Mujiaman

  10. Harta Warisan Maradona Mencapai Rp1,2 Triliun

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan