Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Kemenkes Pastikan Ring Pengaman Tenaga Kesehatan Makin Tebal

Bonifasius Sedu Beribe

Lawan Covid-19

Kemenkes Pastikan Ring Pengaman Tenaga Kesehatan Makin Tebal

Dr. Azhar Jaya, SKM, MARS, Sekretaris Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dalam Webinar dengan tajuk Akurat Idea, bertema ‘Perjuangan Pahlawan Kemanusiaan di Masa Pandemi’ dalam rangka memperingati Hari Dokter Nasional yang diselenggarakan Akurat.co pada Selasa, (27/10) | AKURAT.CO/Bonifasius Sedu Beribe

AKURAT.CO, Semenjak konfirmasi kasus Covid-19 perdana pada 2 Maret 2020, Kementerian Kesehatan sudah menyiapkan dan mengimplementasikan strategi penanggulangan Covid-19 agar efeknya tak begitu jauh mempengaruhi kehidupan masyarakat. Namun karena wabah ini begitu merusak, kerjasama lintas sektor sangat diperlukan dalam masa pandemi ini agar keadaan lebih cepat dikendalikan. Demikian yang dikatakan Dr. Azhar Jaya, SKM, MARS, Sekretaris Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes RI dalam Webinar dengan tajuk Akurat Idea, bertema ‘Perjuangan Pahlawan Kemanusiaan di Masa Pandemi’ dalam rangka memperingati Hari Dokter Nasional yang diselenggarakan Akurat.co pada Selasa, (27/10).

Dalam sesi pemaparan materinya, Doktor Azhar menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi selama ini, dalam usaha menanggulangi wabah Covid-19 ini. Yang pertama adalah keterbatasan rumah sakit yang memiliki ruang isolasi dan alat ventilator. Namun dikatakannya bahwa pemerintah telah melakukan langkah-langkah antisipatif dengan menyediakan rumah sakit khusus, yang hanya menangani pasien Covid saja.

“Walaupun fasilitas cukup, yang terpenting adalah operatornya, SDM-nya. Karena mencetak SDM kesehatan itu tidak bisa dalam waktu instant. Dan pemerintah telah mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk melindungi SDM kesehatan itu,” katanya.

baca juga:

Kendala berikut yang disebutkannya adalah Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker N-95, pelindung mata, baju hazmat, sarung tangan hingga sepatu boot yang pada masa awal pandemi sempat kekurangan.

“Tapi sekarang ini pemerintah semakin siap. Jadi APD ini bisa dicukupi, walaupun ada kekurangan di sana-sini, tapi Sebagian besar sudah bisa melindungi SDM kesehatan,” sambungnya.

Doktor Azhar juga menyoroti manajemen rumah sakit yang harusnya bisa melindungi SDM kesehatan yang dimiliki, disamping masih ada koordinasi yang kurang optimal antar rumah sakit rujukan. Namun sarana online yang sudah disediakan pemerintah, belakangan ini sudah bisa meminimalisir kendala ini.

“Yang paling penting adalah kesadaran dari tenaga kerja kesehatan itu sendiri untuk melindungi tenaga kerja lain di tempat itu sendiri dan keluarga yang ada di rumah. Karena sebagai garda terdepan, jika tenaga kerja tidak memperhatikan aspek-aspek potensi infeksi, tentu akan memprihatikan sekali,” sambungnya.

Karena sangat penting posisi tenaga kesehatan dalam pandemi Covid-19 ini, Doktor Azhar menyampaikan bahwa Kementerian Kesehatan telah menyiapkan perangkat perlindungan terhadap tenaga kesehatan, mulai dari Permenkes No.66 tahun 2016, Permenkes No.27 tahun 2017, dan Permenkes No. 52 tahun 2018.

“Walaupun kita tidak menghendaki tenaga kesehatan kita ada yang sakit, tapi kita tetap menyediakan jaminan kesehatan dan jaminan kecelakaan kerja,” katanya.

Dilanjutkannya bahwa petugas kesehatan yang bekerja juga dipastikan dalam keadaan sehat. Apabila sakit, tenaga kesehatan itu dilarang bekerja. Perlindungan itu juga mencakup waktu kerja yang sudah diatur yakni maksimal 40 jam seminggu, atau 7-8 jam per hari, dan tidak boleh lembur melebihi 12 jam.

“Kita juga melakukan pemantauan kesehatan kepada petugas kesehatan yang ada sesuai dengan standar yang ada, kemudian kita menilai kelayakan petugas dengan penyakit penyerta, atau sedang hamil, dan dinilai kembali pascasakit,” sambung Doktor Azhar.

Meski segala perangkat keamanan telah disediakan, namun sampai akhir Oktober ini, 253 petugas medis dan kesehatan telah wafat akibat terinfeksi Covid-19. Dalam hal Nakes yang terinfeksi, semua biaya ditanggung pemerintah.

“Semoga saja tidak (lagi), tapi jikapun terjadi, kita juga memberikan santunan kepada Nakes yang meninggal dunia. Tapi tentu kita berharap itu tidak terjadi,” tutupnya.[]

Editor: Erizky Bagus

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Aktif Percantik Wanita Indonesia, Natur-E White Juga Bantu Korban Corona

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Masker Paling Akurat Tangkal Corona Asal Jepang Hadir di Indonesia

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Pandemi, Festival Kesehatan Astra Gaungkan Semangat Hidup Sehat

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Aksi Seminggu Berbagi, Aktivitas Sosial Online di Tengah Pandemi

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Sedang Pandemi, Kebersihan Lantai Penting buat Manula dan Anak-anak

Image

Gaya Hidup

ASTSE 2020: Pariwisata Seluruh Negara Sedang Krisis

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Menanti Hasil Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Long Weekend

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Lalai Protokol Kesehatan, Pandemi Makin Panjang

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Bukan Terdepan, Tenaga Medis Garda Terakhir

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Oh, Perempuan Juga Bisa Alami Disfungsi Seksual

Termasuk kesulitan orgasme

Image
Gaya Hidup

Jadi Reseller Jims Honey Surabaya, Omset Melambung Saat Pandemi

Endorse para selebgram daerah sangat efektif

Image
Gaya Hidup
Lawan Covid-19

Aktif Percantik Wanita Indonesia, Natur-E White Juga Bantu Korban Corona

Kulit orang Indonesia mudah terjadi hiperpigmentasi

Image
Gaya Hidup

Daneeya Official, Hadirkan Hijab Voal Kelas Premium dengan Harga Ekonomis

Hijab voal yang dijual oleh Daneeya mengunakan bahan voal dengan kelas terbaik, dengan finisihing hijab laser cut

Image
Gaya Hidup

Cara Seru Sehatkan Badan Sekaligus Lingkungan

Kamu bisa membawa botol minuman sendiri agar dapat diisi ulang

Image
Gaya Hidup

Hadapi Pandemi, Kampanye Cheer Street View Penuh Keceriaan

Kampanye ini menunjukkan foto tersenyum untuk menyemangati hidup di tengah pandemi covid-19.

Image
Gaya Hidup

Rekomendasi 4 Jaket Nyaman Mendaki Musim Hujan, Tak Sampai Rp500 Ribu

Termasuk Eiger Hardshell Clement Jacket

Image
Gaya Hidup

Pelabuhan Baubau Siapkan Angkutan Laut Jelang Natal dan Tahun Baru

Setiap akhir tahun kondisi cuaca agak ekstrem

Image
Gaya Hidup
Bunda & Bayi

Kapan Bunda Sudah Harus di Rumah Sakit untuk Bersalin Normal?

Bunda harus lebih sensitif dan telaten memantau kontraksi

Image
Gaya Hidup
Bunda & Bayi

Bukaan 3, Bunda Jangan Khawatir Meski Rumah Sakit Masih Jauh

Persalinan dari 0-10 senti itu lama. Bisa lebih dari 10 jam

terpopuler

  1. Tersangka Kasus Suap Calon Bintara di Palembang Disanksi Pasal Berlapis

  2. Hina Jokowi di Media Sosial, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polda Sumut

  3. Alamak! 91 Persen Karyawan Terkena PHK Ternyata Tak Ikut Program Prakerja

  4. Profile Shoumaya Tazkiyyah, Artis ST yang Diduga Tersandung Kasus Prostitusi

  5. Donald Trump Keliru Ucapkan Duka Cita Maradona untuk Madonna? Ini Faktanya

  6. Imbas Kasus Edhy Prabowo, Rustam Ibrahim Sebut Prabowo akan Kehilangan Kredibilitas

  7. Bocah 13 Tahun Tewas Dikeroyok di Koja

  8. Wacana Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi, PDIP: Anak-anak Sangat Rentan

  9. Pemkab Musi Banyuasin Bentuk Satgas Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Tol Betung-Jambi

  10. Jauhi Syirik Kecil ini Jika Hidupmu Tidak Ingin Sengsara

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Sosok

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan