breaking news: Positif Corona, Menaker Ida Fauziyah Jalani Isolasi Mandiri 14 Hari

Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Terawan Oh Terawan

Bonifasius Sedu Beribe

Terawan Oh Terawan

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020) | Antara

AKURAT.CO, Ada sebuah kalimat bijak: "Di saat anda tidak bisa memperbaiki keadaan, paling tidak janganlah berbuat sesuatu yang akan memperburuk dan memperkeruh keadaan". Terkait dengan carut marutnya persoalan menghadapi dan mengatasi pandemi COVID-19 ini, mulai dari perbedaan data korban mati sampai saling bertolak belakangnya kebijakan antara pusat daerah dan antar kementerian, Kementerian Kesehatan haruslah menjadi wajah dari kehadiran negara dan pemerintah yang menjadi ‘komandan lapangan’ di medan laga pertempuran melawan COVID-19.

Masih terbayang di benak ingatan kita, saat COVID-19 ini mulai masuk ke beberapa negeri tetangga seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia, alih-alih memimpin di lapangan, komandan Terawan bahkan abai dan terkesan menyepelekan ancaman wabah yang ada di ambang pintu, atau mungkin sudah mulai masuk tanpa terdeteksi.

“Jangan Panik, Jangan Resah, Enjoy saja, ya Harvard suruh ke sinilah untuk melihat, kan virusnya ringan-ringan saja, Batuk Pilek itu kematiannya lebih tinggi dari virus Corona ini, memang ini akan sembuh sendiri, Corona ini tidak seganas Flu Burung, dengan mortality yang lebih rendah”, semua ini adalah ucapan sang ‘Komandan Lapangan’ di depan media resmi.

baca juga:

Sikap seorang komandan yang abai dan menyepelekan perang melawan COVID-19 inilah yang secara langsung menyebabkan gagap dan terlambatnya respons seluruh pasukan di lapangan dalam peperangan ini.

Saat ini kita sudah memasuki bulan kedelapan sejak pertama kali virus ini resmi masuk ke Indonesia. Belum lagi tampak tanda-tanda terkontrolnya wabah ini, bahkan sebaliknya penularan semakin tinggi dan penyebaran semakin luas, dengan jumlah kasus terkonfirmasi lebih dari 303 ribu, dengan kematian lebih dari 11.151 orang (Gugus Tugas, s/d 4 Oktober 2020). Di sisi lain kapasitas rumah sakit untuk mengelola dan mengobati 20% pasien yang bergejala sedang sampai berat sudah hampir terlampaui, dengan dampak angka kematian Tenaga Kesehatan yang cukup tinggi, bahkan proporsinya tertinggi di dunia.

Dari awal Pandemi COVID-19, WHO sudah mengingatkan tentang pentingnya 3 T (Test, Tracing, dan Treatment) sebagai senjata ampuh yang dianjurkan dalam perang melawan COVID-19.

Semua ilmuwan sepakat bahwa test yang diperlukan adalah Test Swab PCR, bukan Rapid Test (antibodi) yang angka Positif Palsu maupun Negatif Palsu nya lebih dari 30%.
Lagi-lagi tanpa alasan yang terbuka dan jelas, pendapat sains ini ditelikung dan dibungkam dengan mengimpor sebanyak-banyaknya test Rapid, bukannya PCR.

Bahkan sampai saat memasuki bulan kedelapan perang menghadapi Pandemi ini, kapasitas test kita belum bisa mencapai yang dianjurkan WHO yaitu 1 test per 1000 penduduk dalam 1 minggu, atau 1000 test per 1 juta penduduk dalam 1 minggu.
Kita baru bisa mencapai 70% dari standar WHO (@pandemictalks, 27 September 2020), tapi persoalannya adalah ketimpangan kapasitas test antar provinsi.

Hanya DKI yang kapasitas test nya melebihi standar WHO, sedangkan beberapa provinsi (Lampung, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur) bahkan memiliki kapasitas test kurang dari 100 per 1 juta penduduk.
Penjajakan/ Pelacakan Kontak atau Tracing juga masih lemah. Menurut perhitungan Kawalcovid19.id , kemampuan tracing (Rasio Lacak Isolasi - RLI) Indonesia sangat kurang yaitu 3,3 padahal standar WHO harus lebih dari 30. Artinya dari setiap kasus positif, harus dilacak-isolasi sampai minimal 30 orang, bukan cuma 3 orang (di Singapore bahkan RLI nya sampai 70 orang).

Editor: Erizky Bagus

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Dokter Gigi Ikut Tolak Permenkes Produksi Dokter Terawan

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Menkes Terawan: Pers Jangan Buat Gaduh

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

12 Menkes Sudah Mundur karena Gagal Tangani Corona, Indonesia Kapan?

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

12 Pertanyaan Menohok Najwa Shihab Penghunus Dada Menkes Terawan

Image

Gaya Hidup

HUT Menkes Terawan, Netizen: HBD Pak, Semoga Cepet Nongol ke Publik

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Dari Labuan Bajo Sampai Kelimutu, Ini Rute Molas Trip 2020

Selanjutnya tim akan mengeksplorasi jalan-jalan di Kota Mbay, Riung, Pota, Reo dan ke Labuan Bajo melalui Rego

Image
Gaya Hidup

Bali PPUN Expo 2020 Resmi Dibuka, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bergeliat Lagi

Kemenparekraf bersama industri, asosiasi masyarakat dan komunitas selalu berupaya meningkatkan kualitas kepariwisataan dan ekonomi kreatif

Image
Gaya Hidup

Reservasi Hotel di DIY Alami Kenaikan

Awal Desember kembali mengalami kenaikan meskipun sempat terjadi cukup banyak pembatalan reservasi pada pekan terakhir di bulan November

Image
Gaya Hidup

Sambut Natal dan Tahun Baru, FOX'S Candy Studio Kembali Digelar

FOX’S Candy Studio temanya Winter.

Image
Gaya Hidup

Guru Besar Psikiater Dadang Hawari Wafat

Psikiater ternama Dadang Hawari menghembuskan napas terakhirnya pada usia 80 tahun, Kamis (3/12)

Image
Gaya Hidup

Pemda Yogyakarta Ingatkan Pengelola Wisata Tidak Lengah Terapkan Prokes

Sektor pariwisata hingga saat ini masih menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi DIY

Image
Gaya Hidup

Kembangkan Pariwisata, Pemkab Sulsel Hadirkan Bus Wisata Metro Kota di Makassar

Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah meresmikan peluncran Bus Wisata Metro Kota di Anjungan Pantai Losari

Image
Gaya Hidup

Pernah Jadi Lokasi Syuting Film Hollywood, Intip Kecantikan Air Terjun Pulau Mursala

Selain dikenal dengan wisata Danau Toba yang ikonik, terdapat satu wisata lainnya yang memiliki daya tarik lain yang lebih menarik

Image
Gaya Hidup

Re.juve Kenalkan Gaya Hidup Sehat Flexitarian, Cegah Kenaikan BB Selama Pandemi

Awalnya kegiatan WFH membuat senang masyarakat.

Image
Gaya Hidup

The BOBATIME Indonesia Tawarkan Bisnis Kemitraan Menarik di Tengah Pandemi

Walau ekonomi merosot digerus pandemi COVID-19, usaha minuman boba malah menjamur berjejalan di sudut-sudut kota

terpopuler

  1. Sebelum Divonis Positif Covid-19, Ibunda Ririn Ekawati Sempat Idap Penyakit Ini

  2. Polemik Perawatan Rizieq Shihab, Dirut RS UMMI: Kami Korban

  3. Natalius Pigai: Orang Papua Bukan Sapi yang Bisa Disembelih Tiap Saat

  4. Ustaz Hilmi Firdausi Sarankan Presiden Berkantor Sementara di Papua, Kenapa?

  5. Prinsip Ala Etnis Tionghoa yang Dijamin Bikin Sukses!

  6. Ramalan Keuangan Zodiak 3 Desember 2020: Duh, Aries Akan Kehilangan Uang!

  7. Ungkap Kasus Pembunuhan 7 Tahun Lalu di Sleman, Polisi: Kuncinya, Motor Sport Plat AG Bukan Buatan Jepang

  8. Tokoh Papua: Otsus Produk Briliant untuk Masyarakat Papua

  9. Ribuan Foto Seksualnya Bocor, Selir Sineenat Wongvajirapakdi 'Korban Intrik Penggulingan Kekuasaan'

  10. Ini Zikir yang Akan Menjamin Kamu Masuk Surga

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
UJANG KOMARUDIN

Korupsi Menteri Edhy

Image
Achsanul Qosasi

Memangkas Birokrasi

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Wawancara

Image
News

Ini Dia Jurus Jitu Ahmed Zaki dalam Penanganan Covid-19 di Tangerang

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Bkleen Hadirkan Solusi Fogging Ramah Lingkungan | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Lawan Covid

VIDEO Perangi Pandemi Bersama Bkleen, Antimicrobial Solution Yang Praktis dan Mudah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Inspiratif! Adi Sarwono, Salesman Keliling Sang Juru Selamat Literasi Anak

Image
News

5 Fakta Penting KH Miftachul Akhyar, Ketum MUI Baru Gantikan Ma'ruf Amin

Image
News

Mengenal Kapolsek Sawah Besar Kompol Eliantoro Jalmaf