image
Login / Sign Up

Majukan Wisata Pulau Penawar Rindu, Gerakan BISA Kemenparekraf Hadir di Belakang Padang

Erizky Bagus

Image

Gerakan BISA Kemenparekraf di Belakang Padang | DOKUMEN

AKURAT.CO Gerakan Bersih, Indah, Sehat, Aman (BISA) yang dinisiasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) hadir di Kecamatan Belakang Padang, Batam, Rabu-Kamis (29-30/07/2020).

Gerakan BISA merupakan kegiatan padat karya yang bertujuan untuk meningkatkan peran pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Khususnya dalam menangani dan meningkatkan kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan di destinasi untuk memasuki masa adaptasi kebiasaan baru.

Analis Perencanaan SDM Deputi Kebijakan Strategis Kemenparekraf Guntur Sakti, yang mewakili Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf, menyampaikan Gerakan BISA bertujuan untuk mengajak para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang terdampak untuk ikut berkontribusi dalam mewujudkan nilai-nilai Sapta Pesona yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah, dan kenangan.

baca juga:

"Karena, hal ini sangat penting untuk menarik wisatawan serta mendorong perbaikan indikator Health and Hygiene dan Safety and Security di lingkungan destinasi pariwisata, serta dapat meningkatkan peringkat Indeks Daya Saing Pariwisata Indonesia di Travel and Tourism Competitiveness Index,” tutur Guntur Sakti.

Menurutnya, melalui Gerakan BISA diharapkan para pelaku Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat cepat berdaptasi dengan tatanan atau kebiasaan baru sesuai dengan prinsip higiene dan sanitasi yang baik.

“Seperti menjaga destinasi pariwisata dengan menjaga kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan. Kalau kampung kita tak bersih, indah, sehat, aman, jangan harap wisatawan mau kesini,” tegasnya.

Kasubid Kelembagaan Regional Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamal Rimosan, mengatakan kegiatan ini merupakan program dari Presiden yang diturunkan kepada Kemenparekraf. Di masa new normal beradaptasi kebiasaan baru diterjemakan dalam bentuk program besar, ada kebersihan, kesehatan, keselematan, dan kelestarian lingkungan yang diterapkan dalam Gerakan BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman).

"Gerakan ini untuk memberikan semangat kepada kita dalam memasuki adaptasi kebiasaan baru, Kita harus menyiapkan destinasi BISA (Bersih, Indah, Sehat, Aman) untuk wisatawan sehingga mereka merasa nyaman datang ke objek Wisata,” katanya.

Pelaksanaan Gerakan BISA juga merupakan bagian dari upaya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio yang mengajak seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif optimis agar dapat segera bangkit dari tekanan pandemi Covid-19.

Dengan menjalankan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum yang operasionalisasinya di terapkan di sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam kegiatan ini masyarakat bergotong royong untuk membersihkan di lokasi objek Wisata. Di Belakang Padang, masyarakat dan pelaku parekraf membersihkan sampah laut dari Elang- Elang Laut sampai Kampung Gajah. Kegiatan Gerakan BISA ini disambut Camat Belakang Padang, Yudi Admaji. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf atas dipilihnya Pulau Penawar Rindu sebagai lokasi melaksanakan gerakan ini.

Kecamatan Belakang Padang sebagai kecamatan pertama di Kota Batam, dijuluki dengan Pulau Penawar Rindu. Belakang Padang memiliki potensi pariwisata, diantaranya Wisata sejarah, seperti adanya Kantor Camat pertama, Pulau Sambu, dan Pulau Tolob yang memiliki cagar budaya berupa Makam Syeh Syarif Ainun Naim bin Maulana Ishaq yang dikenal dengan Sunan Thulub.

Belakang Padang juga terkenal dengan Wisata kulinernya seperti Cendol Belakang Padang. Selain itu ada juga Wisata budaya seperti tari, zikir barat, dan rumah gasing,” kata Yudi di Gedung Nasional, Belakang Padang, Rabu (29/7).

Sejumlah elemen masyarakat terlibt dalam kegiatn ini, diantaranya pengemudi becak, ojek, tokoh wanita, pemuda, dan instansi. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenparekraf yang terus mendukung pariwisata Kota Batam. Kota Batam mendapat dua tempat untuk melaksanakan Gerakan BISA.

Sebelumnya gerakan ini telah dilaksanakan di Pantai Nongsa pada 17 hingga 18 Juli lalu. Kemudian hari ini di Belakang Padang 29 sampai 30 Juli.

Belakang Padang memiliki banyak potensi pariwisata. Berbagai kegiatan seperti Sea Eagle Boat Race pernah digelar di Belakang Padang, dan Belakang adalah salah satu kawasan yang masuk dalam rencana pengembangan pariwisata nasional bersama Nongsa dan Pulau Abang. Kita akan berupaya untuk menggelar kembali agenda pariwisata di Belakang Padang sehingga pariwisata Belakang Padang makin bergairah,” tutur Ardi.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar menyebutkan Provinsi Kepri mendapat lima tempat pelaksanaan Gerakan BISA, yakni Batam yang dilaksanakan di Nongsa dan Belakang Padang, Karimun, Bintan, dan Pulau Penyengat. Ia mengajak untuk mengangkat kembali Pulau bersejarah di Kepri seperti Pulau Penyengat di Tanjungpinang dan Belakang Padang di Kota Batam.

“Mari membangun Belakang Padang, provinsi akan membackup. Mari bersama kita berdoa Covid-19 reda sehingga Januari mendatang bisa melaksanakan aktivitas kembali,” serunya.[]

Editor: Erizky Bagus

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Terapkan Protokol CHSE, Wishnutama Optimis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melesat Pascavaksin

Image

Gaya Hidup

Traveloka Dorong Penerapan Protokol CHSE dan Percepatan Pemulihan Sektor Pariwisata

Image

Gaya Hidup

Mengenal Pulau Kundur, Penghasil Durian Kelas Wahid yang Ditetapkan Zona Merah COVID-19

Image

News

DPR RI

Komisi X Optimis, Gerakan BISA dapat Pulihkan Sektor Pariwisata di Tengah Pandemi

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Luhut Klaim Reaktivasi Pariwisata Pecut Kenaikan Wisatawan Domestik

Image

News

Biaya Penyeberangan Antarpulau Tinggi, SPASI Mengadu ke Presiden Jokowi

Image

Gaya Hidup

Labuan Bajo Berbenah Sambut Asean Summit dan KTT G20

Image

Gaya Hidup

Homestay di Desa Wisata Suku Bajo Terapkan Protokol Kesehatan

Image

Ekonomi

UMKM Pahlawan Ekonomi

Rugi Ratusan Juta, Bisnis Biro Perjalanan Banting Setir Jual Sembako Online

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Marchella NKCTHI: Perempuan Punya Peluang yang Sama Tuk Wujudkan Mimpinya

Melalui karya-karya tulisannya, Marchella banyak menginspirasi para perempuan untuk menyuarakan isi hati dan pikirannya.

Image
Gaya Hidup

Terapkan Protokol CHSE, Wishnutama Optimis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Melesat Pascavaksin

Kemenparekraf juga meluncurkan kampanye Indonesia CHSE yang merupakan komitmen bersama para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Image
Gaya Hidup

Resep Mendol Tempe Khas Jawa Timur, Gurihnya Bikin Ketagihan

Mendol merupakan makanan yang berasal dari Jawa Timur yang nikmat untuk dikonsumsi

Image
Gaya Hidup

5 Hotel Termahal di Dunia, Tembus Rp2,2 Miliar per Malam!

Memberikan fasilitas serta kenyamanan bintang 5, hotel-hotel ini memasang tarif menginap paling mahal di dunia

Image
Gaya Hidup

Traveloka Dorong Penerapan Protokol CHSE dan Percepatan Pemulihan Sektor Pariwisata

Traveloka meluncurkan Kampanye Traveloka Clean Partners.

Image
Gaya Hidup

Yuk Ketahui Cara Pakai dan Cuci Masker yang Benar

Penggunaan masker yang benar agar bisa dengan aman digunakan kembali.

Image
Gaya Hidup

Mengenal Pulau Kundur, Penghasil Durian Kelas Wahid yang Ditetapkan Zona Merah COVID-19

Pulau penghasil durian musang king atau durian kelas wahid, bahkan juga tersohor oleh penikmat durian asal Malaysia dan Singapura.

Image
Gaya Hidup

5 Minuman Khas Indonesia Ampuh Hangatkan Tubuh, Cocok untuk Musim Hujan

Nikmat dinikmati saat cuaca dingin

Image
Gaya Hidup

Jangan Buru-buru Minum Obat, Redakan Sakit Kepala dengan Makanan Ini

Sakit kepala bisa disebabkan oleh berbagai alasan termasuk pola makan, tingkat hidrasi, lingkungan kerja dan rumah, serta kesehatan..

Image
Gaya Hidup

7 Hotel Cantik di Jakarta dengan Harga Sewa Berkisar Rp300 Ribu, Cocok Kalau Bosen WFH

Berbagai hotel ini bisa menjadi alternatif penginapan jika sedang bosan bekerja di rumah selama masa pandemi COVID-19

terpopuler

  1. Resmi Tersangka Kasus Ujaran 'IDI Kacung WHO,' Jerinx SID Ditahan Polisi

  2. Cawagub Indra Catri Tersangka, Mulyadi Memaafkan dan Mendoakan

  3. Atalanta Memiliki Kemampuan untuk Bikin PSG Kecewa

  4. Dituduh Menghina Nabi Muhammad, Penyanyi Nigeria Dihukum Gantung

  5. Berkandang di Malang, Persipura Pilih Gajayana atau Kanjuruhan

  6. Brilian, Assist Riko Simanjuntak Masuk Lima Terbaik ASEAN

  7. Dovizioso: Ducati Perlu Membangun Kembali Perasaan dengan Motor Desmosedici

  8. Barcelona Konfirmasi Satu Pemain di Latihan Pramusim Terpapar COVID-19

  9. Jika Sancho Lepas, MU Disebut Alihkan Target ke Dembele

  10. 5 Ilustrasi Kece Sukses PSG ke Semifinal Liga Champions, Neymar Angkat Paris dari Tenggelam

fokus

Tokopedia Dorong Digitalisasi UMKM dan Inklusi Keuangan
UMKM Pahlawan Ekonomi
Strategi UMKM Berjaya di New Normal

kolom

Image
Dr. Abd. Muid N., MA

Tarian Sufistik Mengalun di Antara Agama

Image
Dr. Made Saihu

Dakwah sebagai Jalan Hidup

Image
DR. ABDUL MUID N., MA

Menimbang Qiraa’ah Mubadalah untuk Kesetaraan Gender

Image
Achsanul Qosasi

Gerakan ABCD untuk Pemulihan Ekonomi

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Garuda PHK Karyawan Besar-besaran Karena Bisnis Limbung?

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Protokol Kesehatan Mutlak di Garuda Demi Keselamatan Penumpang

Image
Ekonomi

Eksklusif Bos Garuda Bukan Orang Airlines, Ternyata Begini Perasaan Irfan Setiaputra Selama Memimpin Garuda

Sosok

Image
Iptek

Lebih Dekat dengan Addison Rae Easterling, Dancer TikTok Paling Tajir Sejagad

Image
News

Usaha tak Khianati Hasil, Kisah Fredy Napitupulu, Pengusaha Muda Sukses Pemilik Stanbrain

Image
Ekonomi

6 Fakta Menarik Sumber Kekayaan Jerinx SID, Bisnis Clothing hingga Brand Ambassador Berbagai Produk