Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Kementerian Kesehatan Ubah Semua Istilah Terkait Corona

Abdul Haris

Wabah Corona

Kementerian Kesehatan Ubah Semua Istilah Terkait Corona

Petugas kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Kembangan melakukan pengambilan lendir dengan metode swab test kepada petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) di gedung Srengseng Junction, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (22/6/2020). Swab test dan rapid test ini dilakukan secara gratis oleh Puskesmas Kecamatan Kembangan kepada warga setempat untuk mendeteksi penyebaran virus corona yang ada di kawasan tesebut. | AKURAT.CO/Sopian

AKURAT.CO, Dalam update COVID-19 di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa, (14/7), juru bicara pemerintah untuk COVID-19, dr. Achmad Yurianto, menyampaikan bahwa semua istilah terkait COVID-19 yang selama ini digunakan telah resmi direvisi atau ada penggantian penyebutan.

dr. Achmad Yurianto mengatakan kalau pada tanggal 13 Juli 2020 kemarin, telah ditandatangani oleh Menteri Kesehatan dalam Keputusan Menteri Kesehatan tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), dengan nomor KMK HK.01.07/MENKES/413/2020.

"Ini adalah revisi kelima yang kemudian mencabut KMK 247 tentang revisi keempat. Revisi ini adalah serial yang kita gunakan sebagai pedoman di dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19 dan diharapkan bisa menjadi pedoman bagi pengendalian COVID-19 ini, baik oleh pemerintah, pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota," ungkap dr. Achmad Yurianto.

Hal itu juga menjadi pedoman bagi seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Tanah Air, termasuk juga pedoman bagi seluruh tenaga kesehatan, semua pihak yang terkait dengan upaya pengendalian COVID-19. dr. Achmad Yurianto menyampaikan bahwa ada 9 BAB di dalam pedoman ini, sama seperti pedoman yang lalu.

Namun, secara prinsip ada beberapa perbedaan mendasar yang akan segera disosialisasikan secara terus-menerus kepada dinas kesehatan kabupaten kota dan para pihak yang terkait lainnya. Di dalam BAB ketiga, tentang survei epidemologi akan digunakan beberapa definisi operasional yang baru.

"Kita tidak lagi menggunakan definisi operasional yang ada di revisi empat, dengan istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG) kasus konfirmasi kita akan rubah menjadi kasus SUSPEK, kasus PROBABLE kemudian kita juga akan mendefinisikan tentang kasus konfirmasi, kemudian kontak erat, pelaku perjalanan discarded, selesai isolasi dan kematian," tambah dr. Achmad Yurianto.

Revisi yang dilakukan ini akan memiliki pengaruh terhadap sistem pelaporan yang nantinya akan dilakukan Gugus Tugas Nasional pada hari-hari berikutnya.

Secara prinsip dan mendasar tidak ada perubahan di dalam kaitan dengan Gugus Tugas Nasional mengidentifikasi kasus COVID-19, tetap dengan menggunakan basis penegakan diagnosa pemeriksaan antigen dengan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau menggunakan Tes Cepat Molekuler (TCM).

"Secara garis besar nanti secara terus-menerus akan kita sampaikan bahwa kasus SUSPEK itu ada tiga kriteria, di antaranya adalah kasus infeksi saluran pernapasan yang akut, di mana di dalam riwayat penyakitnya dalam 14 hari sebelum sakit, dia atau orang yang bersangkutan berasal atau tinggal di daerah yang sudah terjadi local transmision atau penularan lokal, maka kita masukkan ini dalam kelompok SUSPEK," jelas Yuri.

Kemudian yang kedua, dalam 14 hari terakhir pernah kontak dengan kasus yang sudah terkonfirmasi positif atau kontak dengan kasus PROBABLE, kontak dalam hal ini adalah kontak dekat, kontak dekat kurang dari 1 meter tanpa pelindung dengan waktu sekitar lebih dari setengah jam dan seterusnya, maka ini juga dimasukkan ke dalam kelompok SUSPEK.

Kemudian infeksi saluran pernapasan atas yang berat dan harus dirawat dirumah sakit, dan tidak ditemukan penyebabnya secara spesifik yang meyakinkan bahwa ini bukan penyakit COVID-19, artinya itu dicurigai bahwa ini adalah COVID, maka juga dimasukkan ke dalam kelompok SUSPEK.

Kalau dilihat berdasarkan revisi keempat, maka semua kasus PDP adalah kasus SUSPEK bahkan kasus ODP di mana ada keluhan ISPA dan pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi positif itu pun masuk di dalam kasus SUSPEK.

Kemudian yang kedua adalah kasus PROBABLE ini adalah penderita dengan infeksi saluran pernapasan berat disertai dengan gangguan pernapasan akut respiratory distress syndrome (ARDS) atau kemudian meninggal yang klinisnya meyakinkan bahwa ini adalah COVID-19.

baca juga:

"Itu bisa kita dapatkan dari gambaran rontgen paru misalnya, kita dapatkan dari gambaran hasil pemeriksaan laboratorium darah misalnya, dan ini belum terkonfirmasi pemeriksaa RT-PCR, maka ini kita masukkan di dalam kasus PROBABLE," lanjut dr. Achmad Yurianto.

"Oleh karena itu, kasus PROBABLE ini adalah kasus yang klinis yang diyakini COVID-19, kondisinya dalam keadaan berat dengan ARDS atau ISPA berat, dengan gangguan pernapasan yang sangat terlihat namun belum dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosa COVID-19 melalui RT-PCR, ini adalah kasus PROBABLE," tutur Yuri.

Berikutnya adalah kontak erat, ini artinya kontak dengan konfirmasi kasus konfirmasi positif atau dengan kasus PROBABLE akan dimasukan di dalam kelompok kontak erat. Kemudian kasus konfirmasi ini tentunya sudah melalui pemeriksaan PCR dan hasilnya positif bisa dengan gejala simtomatis atau tanpa gejala asimtomatis.[]

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Surati Terawan, IDI Minta Menkes Hati-hati soal Vaksin Corona

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

IDI Minta Masyarakat Bantu Selamatkan Dokter

Image

Gaya Hidup

Dana Hibah Pariwisata Rp3,3 Triliun Segera Disalurkan

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

4.233 Kamar Hotel untuk Pasien Corona Sudah dalam Posisi Siap

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

IDI: Tak Ada Vaksin yang Lebih Baik dari Protokol Kesehatan

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Cegah Corona, Jababeka Bagi Masker di Tanjung Lesung

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Peneliti Temukan Mantan Pasien Corona Tak Sembuh Total

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Makin Banyak Dokter Gugur, Masyarakat Terancam Kehilangan Layanan Kesehatan

Image

Gaya Hidup

Kemenparekraf Ajak Industri Turut Publikasikan Penerapan Protokol Kesehatan

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup
Lawan Covid-19

Buka Kembali, Bioskop Tak Boleh Lalai Protokol Kesehatan

Meski baru untuk 25 persen pengunjung

Image
Gaya Hidup
Literasi

Alasan Dasar Milenial Harus Cakap Literasi

Rasakan perbedaan membaca secara digital dengan membaca secara fisik (buku)

Image
Gaya Hidup

Ramalan Zodiak tentang Asmara Hari Jumat, 23 Oktober 2020: Aquarius, Kenali Gebetanmu Lebih Dalam!

Aries, jaga dan rawat hubunganmu asmaramu karena aura positif sedang mendekatimu.

Image
Gaya Hidup

Rasakan Sensasi Kasih Susu Kambing Etawa dengan Dot di Wisata Kampung Kopi

Ada Kampung Kopi di kelurahan Gombengsari, Kecamatan kalipuro, Banyuwangi.

Image
Gaya Hidup

Kampanyekan #CadburyBagiKebaikan, Cadbury Dairy Milk Penuhi Nutrisi Anak Terlantar

Cadbury Dairy Milk berkontribusi dengan menyalurkan paket nutrisi bagi anak-anak yang membutuhkan dalam kampanye #CadburyBagiKebaikan.

Image
Gaya Hidup

Ilmuwan Temukan Organ Baru di Tenggorokan, Bakal Berdampak pada Pasien Kanker

Ilmuwan telah menemukan organ baru di tubuh manusia, yaitu satu set kelenjar ludah

Image
Gaya Hidup

Lindungi Kesehatan Hati dan Daya Tahan Tubuh dengan Curcuma

Sebanyak 74 persen dari global, kematian akibat kanker hati terjadi di Asia, termasuk Indonesia.

Image
Gaya Hidup

5 Resep Olahan dari Jamur Tiram, Bisa Jadi Lauk Rumahan Sederhana

Image
Gaya Hidup
Bunda & Bayi

Bun, Kenali Seluk Beluk Bayi dari Tengkurap sampai Berjalan

Merangkak sebenarnya merupakan fase yang tidak terlalu penting

Image
Gaya Hidup
Lawan Covid-19

Surati Terawan, IDI Minta Menkes Hati-hati soal Vaksin Corona

Sesuai dengan instruksi Presiden agar program vaksinasi jangan dilakukan dan dimulai dengan tergesa-gesa

terpopuler

  1. Punya Tetangga Terlalu Berisik saat Berhubungan Seks, Wanita ini Sengsara

  2. Marwan Batubara: Omnibus Law Bisa Batalkan Putusan Anies Soal Reklamasi Teluk Jakarta

  3. 5 Fakta Menarik Rocky Gerung, Pernah Jadi Dosen Pembimbing Skripsi Dian Sastro

  4. Din Syamsuddin: Sekarang Ada Gejala Pemimpin Diktator Konstitusional

  5. Denny Siregar: Hargailah, Anies Baswedan Hanya Meneruskan Kinerja Ahok yang Tertunda

  6. Doa Jika Sedang Mengalami Kesulitan, Agar Allah Permudahkan

  7. Dunia Internasional Ramai Kecam Pemerintahan Nigeria Usai Puluhan Orang Tewas saat Demo

  8. Usai Ancam Keluar Koalisi, UMNO Nyatakan Tetap Dukung PM Muhyiddin Yassin

  9. Besok, Bareskrim Periksa Pentolan KAMI Ahmad Yani, Langsung Ditahan?

  10. Berawal Cekcok, Dua Muslimah Prancis Diteriaki 'Arab Kotor' dan Ditusuk

tokopedia

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Membatalkan Kompetisi Liga 1

Image
Azhar Ilyas

Albert RRQ, ‘Baby Alien’ yang Bersinar di MPL ID Season 6

Image
UJANG KOMARUDIN

Mengawal Omnibus Law

Image
ABDUL MUKTI RO'UF

Tiga Nalar Pendidikan Islam

Wawancara

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Ngomongin Hobi Sampai Harga Outfit Fahri Hamzah | Akurat Talk (1/2)

Sosok

Image
Ekonomi

Dirut Pertamina Nicke Widyawati Masuk Jajaran Wanita Paling Berpengaruh di Dunia

Image
News

5 Fakta Menarik Rocky Gerung, Pernah Jadi Dosen Pembimbing Skripsi Dian Sastro

Image
Ekonomi

Jadi Bos Mandiri, Total Harta Kekayaan Darmawan Junaidi Rp23 Miliar