Akurat.co - Cepat Tepat Benar
Login / Sign Up

Bantu Anak Hindari Gangguan Kesehatan Jiwa Masa New Normal

Abdul Haris

Wabah Corona

Bantu Anak Hindari Gangguan Kesehatan Jiwa Masa New Normal

Ilustrasi anak yang sedang dalam tekanan atau stres | BOLDSKY

AKURAT.CO, Menghadapi situasi new normal atau tatanan hidup baru akibat pandemi COVID-19 bukanlah hal yang mudah bagi anak maupun orangtua. Setiap individu perlu beradaptasi kembali pada perilaku yang tidak biasa.

Dalam Webinar Bincang Ahli dan Kelas Inspirasi Anak (BAKIAK) yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Psikolog Debora Basaria mengatakan kalau kondisi psikologis anak juga rentan terganggu oleh situasi yang saat ini tidak menentu.

“Walaupun mungkin anak-anak tidak begitu mengerti tentang kondisi saat ini, anak-anak juga dapat merasa tertekan akibat rasa takut, cemas, dan kebingungan yang dilihat dari lingkungan di sekitarnya. Kondisi masing-masing anak bisa jadi berbeda, tergantung pada pemaknaan anak itu sendiri,” ujar Debora.

baca juga:

Dikutip dari The Union Journal, ada berbagai dampak yang mungkin terjadi pada anak di masa sekarang ini, seperti perilaku regresif, misalnya anak mengalami kemunduran dalam bersikap dan berperilaku, perubahan nafsu makan dan mengalami gangguan tidur.

Selain itu, ada perubahan suasana hati seperti mudah marah dan menangis, mencari jaminan perlindungan dari orangtua, keluhan somatik, hingga sulit berkonsentrasi. Menurut Debora, ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi dampak tersebut.

Webinar KemenPPPA. KEMENPPPA

Debora mengimbau para orangtua untuk menjelaskan kepada anak-anak mereka terkait kondisi saat ini dan hal yang harus mereka antisipasi. Gunakan bahasa yang sederhana dan konkret. Selain itu juga, luangkan waktu lebih, dukung anak selama belajar di rumah dan sediakan waktu untuk bermain.

"Bagi anak, disarankan lebih banyak berbicara dan berdiskusi bersama orang dewasa seperti orangtua atau saudara. Keluarkan apa yang dipikirkan dan dirasakan, tidak perlu merasa takut atau khawatir,” jelas Debora.

Di sisi lain, Psikolog Klinis, Annisa Poedji, berpendapat kalau cara anak berbeda-beda dalam menyampaikan pikiran dan mengekspresikan perasaannya, sehingga orangtua atau teman sebaya perlu memikirkan cara-cara terbaik untuk melakukan pendekatan.

Bisa jadi ada anak yang jarang bicara karena karakternya tertutup atau introvert atau cara mengekspresikan perasaannya tidak melalui verbal atau lisan.

"Kita yang perlu proaktif pendekatan dan menawarkan berbagai alternatif untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan; tidak hanya lewat verbal, tapi bisa lewat tulisan atau gambar. Pastikan juga tempat ngobrolnya nyaman bagi anak untuk mengekspresikan apa yang dia rasakan,” kata Annisa.

Sementara itu, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KemenPPPA, Lenny N Rosalin, menjelaskan jika pengaruh positif teman sebaya juga menjadi salah satu hal penting untuk mewujudkan kesehatan jiwa bagi anak-anak dan remaja. Lenny pun mengajak agar anak dapat berperan sebagai pelopor dan pelapor bagi orang disekitarnya.

“Anak bisa berperan sebagai 2P yaitu pelopor dan pelapor dengan saling sharing teman sebaya. Sharing atau berbagi cerita itu bisa turut meringankan kecemasan yang dirasakan anak. Kalau kalian merasa tidak bisa memberikan bantuan, kalian juga bisa melapor ke ahlinya. Misalnya menanyakan ke orangtua, mereka bisa menindaklanjuti ke psikolog atau pusat bantu layanan lainnya,” jelas Lenny.

Lenny juga menambahkan, dampak psikologis bagi individu masih akan berlangsung, meskipun masa PSBB telah lewat. Sehingga konsultasi-konsultasi untuk mengatasi masalah kesehatan mental masih sangat diperlukan termasuk pada anak.

Adapun layanan yang dapat diakses melalui Layanan PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) yang tersebar 135 PUSPAGA di 12 Provinsi dan 120 Kab/Kota, dan Layanan konsultasi psikologi SEJIWA (Sehat Jiwa) di Hotline Telepon 119 (ext.8).

“Kita harus bantu jangan sampai anak-anak mengalami gangguan kesehatan jiwa. Karena kalau sudah mengalami ini, pasti perlu waktu untuk pemulihannya, dan tentunya akan mengganggu proses belajar mengajar, tumbuh kembang anak dan kualitas hidup mereka,” tutur Lenny.[]

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Masker Paling Akurat Tangkal Corona Asal Jepang Hadir di Indonesia

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Pandemi, Festival Kesehatan Astra Gaungkan Semangat Hidup Sehat

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Aksi Seminggu Berbagi, Aktivitas Sosial Online di Tengah Pandemi

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Sedang Pandemi, Kebersihan Lantai Penting buat Manula dan Anak-anak

Image

Gaya Hidup

ASTSE 2020: Pariwisata Seluruh Negara Sedang Krisis

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Menanti Hasil Lonjakan Kasus Covid-19 Usai Long Weekend

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Lalai Protokol Kesehatan, Pandemi Makin Panjang

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Bukan Terdepan, Tenaga Medis Garda Terakhir

Image

Gaya Hidup

Lawan Covid-19

Kemenkes Pastikan Ring Pengaman Tenaga Kesehatan Makin Tebal

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup
Bunda & Kids

Akar Masalah Anak Terlambat Bicara

Screen time perlu dibatasi

Image
Gaya Hidup

Pojok Baca Digital Bisa Bangkitkan Literasi di Tana Toraja

Tana Toraja sebagai salah satu daerah wisata yang representatif

Image
Gaya Hidup

Punya Kamar Sempit, Tips Desain Lemari Ini Cocok untuk Kamu

Lemari bukan hanya harus memiliki ukuran proposional, tetapi juga harus tetap berfungsi maksimal sebagai tempat penyimpanan barang

Image
Gaya Hidup

Koleksi Terbaru Uniqlo Hadir di Microseries NKCT2020

Nanti Kita Cerita Tentang 2020

Image
Gaya Hidup

7 Pekerjaan Paling Dibutuhkan Usai Pandemi, Pemasaran Paling Tinggi!

Persiapkan dirimu, ya!

Image
Gaya Hidup

Turki Jadi Alternatif Destinasi Wisata Masyarakat Indonesia di Masa Pandemi

Wisata internasional pilihan masyarakat Indonesia selama pandemi COVID-19

Image
Gaya Hidup

Liburan Natal dan Tahun Baru, DAMRI Siapkan Bus Sehat

Penumpang diharuskan menunjukkan Surat Bebas Covid-19

Image
Gaya Hidup

Backpackeran, Ini 4 Tas Carrier Terbaik di Bawah Rp1 Juta

Termasuk Eiger Appalachia

Image
Gaya Hidup

Ramalan Asmara Zodiak Kamis, 26 November 2020, Perhatikan Penampilanmu Libra!

Hari ini jadi momen yang tepat untuk sejumlah zodiak mulai membicarakan permasalahan asmara yang selama ini mengganggu

Image
Gaya Hidup

Resep Lumpia Semarang, Kenikmatan Legenda Kuliner Nusantara

Lumpia diturunkan dari Bapak Tjoa Thay Joe dan Ibu Wasih

terpopuler

  1. Mengingat Janji Prabowo: Kalau Anggota Gerindra Korupsi, Saya Akan Masukin ke Penjara Sendiri

  2. Arief Poyuono: Tamat Sudah Cita-cita Prabowo Jadi Presiden, Karena Diamkan Izin Ekspor Lobster

  3. Permintaan Kredit Lesu, Bos BRI: Uang Rp1.200 Triliun Mengendap di Bank

  4. Unggah Potret Dibaptis, Rafael Tan: Gak Akan Pernah Lupa, Terlalu Indah

  5. Dukung Pangdam Jaya, Pengamat: Narji Bisa Perkeruh Strategi Kampanye Azizah-Ruhama

  6. Bikin Ngakak, Pemilik Toko Ini Salah Tulis Hand Sanitizer jadi 'Henzezezezer'

  7. Rencanakan Peledakan Bom, Kewarganegaraan Australia Milik Pemimpin Teroris ini Dicabut

  8. Tutup Jalan Demi Nikahan Anak Rizieq, Anak Buah Anies: Itu Kewenangan Polisi

  9. Ditangkap Polisi, Liza Natalia Sebut Millen Cyrus Telah Mempermalukan Keluarga

  10. Dibekali Baterai Jumbo 6.000 mAh, Samsung Galaxy F41 Lebih Murah dari Galaxy M31

fokus

Lawan Covid-19
Webinar Akurat: Peran Strategis IJK
Akurat Solusi : Roadmap IHT

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Utang Pemerintah dan Kehati-hatian

Image
UJANG KOMARUDIN

Fenomena HRS

Image
Achsanul Qosasi

Pelajaran Demokrasi dari Biden dan Trump

Image
Faizuddin Ahmad

Mendongeng Berperan Meningkatkan Kecerdasan Anak

Wawancara

Image
Gaya Hidup

Missies.id dan Strategi Survive Berbisnis untuk Cewek Milenial

Image
Iptek

Saat Dominasi Kontraktor Besar Masih Kejam

Image
Video

Akurat Talk

VIDEO Fahri Hamzah: Saya Dari Kecil Jualan Kopi | Akurat Talk (2/2)

Sosok

Image
News

3 Kali Gantikan Posisi Menteri yang Kosong, Ini Kiprah Politik Luhut Binsar Panjaitan

Image
Ekonomi

5 Sumber Kekayaan Iis Rosita Dewi, Capai Rp7 Miliar!

Image
Ekonomi

Perjalanan Karir Maradona Hingga Bangkrut Setelah Bergelimang Harta