breaking news: 97 Pedagang Pasar Cempaka Putih Jalani Swab Test, 41 Positif Corona

image
Login / Sign Up

Secara Daring, Perpusnas Gelar Inkubator Literasi Pustaka Nasional

Bonifasius Sedu Beribe

Literasi

Image

Inkubator Literasi Pustaka Nasional oleh Perpusnas | Dok. Perpusnas

AKURAT.CO, Perpusnas dukung penuh peningkatan kemampuan pustakawan, khususnya kemampuan untuk mengeluarkan idenya lewat menulis hingga menghasilkan suatu karya buku. Karena itu, Perpusnas menggelar kegiatan workshop Inkubator literasi Pustaka Nasional.

Seharusnya, workshop ini dilakukan dalam bentuk karantina peserta yang diselenggarakan secara tatap muka di Perpustakaan Nasional RI. Namun karena pandemi Covid-19, karantina diganti dengan workshop yang diselenggarakan secara daring.

Workshop kali ini dihadiri oleh 15 peserta yang terseleksi, dimentor dan bekerjasama secara daring untuk menghasilkan sebuah buku yang akan diterbitkan pada Juli 2020 mendatang.

baca juga:

Para peserta tersebut terpilih dari Kompetisi Menulis Pustaka Nasional yang diselenggarakan pada Februari-Maret lalu. Kompetisi tersebut diikuti sebanyak 305 peserta yang berasal dari pustakawan dan pengelola perpustakaan yang berasal dari seluruh Indonesia dengan rincian sebanyak 37 orang dari Sumatera, 222 orang dari Jawa, 14 orang dari Kalimantan, 13 orang dari Bali dan NTT, 18 orang dari Sulawesi, dan 1 orang dari Maluku dan Papua.

Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpusnas, Joko Santoso, berharap, workhsop ini bisa menjadi momentum dalam memulai tradisi baru yaitu menghidupkan iklim kepenulisan, merayakan pemikiran positif, serta pemikiran yang digali dari pengalaman yang ada di daerah. Akhirnya, semuanya dapat didokumentasi. Joko Santoso menyatakan keguatan ini akan dipublikasikan dalam terbitan, sehingga masyarakat dapat menikmatinya.

“Inkubator literasi Pustaka Nasional merupakan ajang untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi dalam bidang kepenulisan. Yang pada akhirnya akan melahirkan karya-karya yang dibukukan dan diterbitkan oleh Perpusnas Press,” ujar Joko dalam sambutannya pada acara yang digelar oleh Perpusnas Press tersebut pada hari Rabu, (3/6) kemarin, sebagaimana isi keterangan tertulisnya kepada AkuratTren, Jumat, (5/6).

Joko Santoso menambahkan bahwa persoalan kepenulisan, penerbitan, dan ketersediaan bahan bacaan di masyarakat Indonesia, bersifat lateral, bukan linier. Karenanya, harus diciptakan sebuah ekosistem yang saling menghidupi penulis, kepenulisan, termasuk pembuatan karya tulis baru dengan keunikan dan kepentingan serta manfaat tersendiri, yang didukung oleh penerbitan.

Saat ini, ujarnya, tercipta kondisi di mana penerbitan mainstream tidak hanya memandang kualitas tulisan, tetapi juga diserap pasar dengan baik. Persoalan inilah yang menghambat dunia kepenulisan karena tidak semua buku yang berkualitas baik, laku di pasar.

“Nah dengan upaya ini, harapan kita, kekurangan bacaan di Indonesia yang saat ini angkanya satu buku dibaca 30 ribu orang, itu segera bisa kita atasi dengan banyaknya karya-karya baru dari penulis-penulis baru. Yang kedua, upaya penerbitan ini sebuah upaya bersama yang tidak mungkin disandarkan pada kepentingan ekonomis semata,” urainya.[]

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Literasi

Dekat dengan Buku, Pustakawan Dituntut untuk Action

Image

Gaya Hidup

Literasi

Anggaran Dipotong untuk Corona, Perpusnas Tetap Wajib Inovasi Literasi Tahun Depan

Image

Gaya Hidup

Literasi

Tingkatkan Literasi, Cegah Hoax dengan Membaca

Image

Gaya Hidup

Literasi

Tata Cara Berkunjung ke Perpusnas pada Masa New Normal

Image

Gaya Hidup

Literasi

Literasi Jadikan Masyarakat Tetap Kreatif dan Produktif di Era New Normal

Image

Gaya Hidup

Literasi

Webinar 'Bangkit dari Pandemi dengan Literasi' Digelar Besok

Image

Gaya Hidup

Literasi

Koran Berjuang di Era Kolonial, Bertahan di Era Disrupsi

Image

Gaya Hidup

Literasi

Pakai Protokol Corona, Perpusnas Buka Hari Ini

Image

Gaya Hidup

Literasi

New Normal Corona, Perpusnas Susun Strategi Baru

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup
Kemenparekraf

Hotel dan Resto yang Abai Protokol Kesehatan Akan Rugi Sendiri

Wisatawan lebih pilih hotel dan resto dengan protokol kesehatan ketat

Image
Gaya Hidup
Kemenparekraf

Gaes, Mari Intip Suasana Normal Baru di Candi Borobudur dan Ratu Boko

Pengelola kawasan sudah melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan sejak 1 Juli 2020

Image
Gaya Hidup

Awas, Media Sosial Bisa Bikin Orang Bunuh Diri

Perilaku hedon selebritis bisa jadi pelajaran buruk

Image
Gaya Hidup

Jadi UNESCO Global Geopark, Ini 4 Air Terjun Cantik Punya Danau Toba

Air Terjun Situmurun menghujam dari ketinggian 70 meter dengan 7 tingkatan

Image
Gaya Hidup

Bada Tipis Gejala Serangan Jantung dan Sakit Maag

Ada pasien jantung umurnya baru 34 tahun

Image
Gaya Hidup

Puasa Media Sosial, Cara Tak Jadi Hedon yang Kebablasan

Kamu gak bakal kuat dengan semua unggahan hedon para publik figur

Image
Gaya Hidup

Petani Deli Serdang Andalkan Pupuk Organik untuk Tingkatkan Produktivitas

Pengaplikasian pupuk organik juga ramah lingkungan.

Image
Gaya Hidup

5 Bangunan Horor di Jakarta yang Kuat Aura Mistis

Ada sosok manusia berseragam tentara yang berlumuran darah

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Tak Jadi Ladang Bisnis, Alasan Kemenkes Batasi Tarif Rapid Test

Itu sudah termasuk untuk keseluruhan pemeriksaan

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

10 Provinsi dengan Kasus Baru Corona Terbanyak

DKI Jakarta juara 1 lagi

terpopuler

  1. Kekasih Yodi Prabowo: Aku Rindu Sayang, tapi Allah Lebih Sayang Kamu

  2. Misteri Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo, Ceweknya Ungkap Kesaksian Hari-hari Terakhir

  3. Tak Hanya Ancol yang Seret Anies, Proyek-proyek Reklamasi Ini Juga Tuai Polemik

  4. Ditanya Refly Harun Alasan Mengapa Sering Ikut Demo, Ini Jawaban Neno Warisman

  5. Diduga Artis HH yang Terlibat Prostitusi, Ini Unggahan Terakhir Hana Hanifah

  6. Gagahnya Prabowo Saat Kemudikan Rantis 4X4 Bernama Maung

  7. Susunan Klasemen Liga Primer Inggris Setelah Kekalahan yang Diterima Leicester dan Arsenal

  8. Setelah Masvidal, Kamaru Usman Sebut Beberapa Calon Penantang Potensial

  9. Jadi Biang Kesialan Ferrari, Leclerc: Saya Tahu, Maaf Saja Tidak Cukup

  10. Tatap Sedih Jenazah Ayahanda, Ivan Gunawan: Dad, We Love You

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Afriadi, S.Fil.I., M.IKom

Asmara, Maut dan Kehendak

Image
Dr. Tantan Hermansah

Kemiskinan di Indonesia dan Peran PTAI

Image
Achsanul Qosasi

Sense of Crisis

Image
Egy Massadiah

Petuah Bangkit dari 'Sunrise of Java'

Wawancara

Image
Ekonomi

Eksklusif Restrukturisasi, Babak Baru Pertamina Melangkah ke Kancah Dunia

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Sosok

Image
News

Ketua DPRD hingga Jadi Pengasuh Pondok Pesantren, 4 Fakta Penting Gus Kamil

Image
News

Gagah! 5 Momen Menhan Prabowo Jajal Rantis Bernama 'Maung'

Image
Ekonomi

Bermental Baja Walau Jadi Korban Bullying, Begini Perjalanan Karier Kekeyi