breaking news: Roket Besutan SpaceX-NASA Meluncur Pukul 22.00 WIB

image
Login / Sign Up

Lockdown Corona Bikin 20 Juta Pasangan di India Tak Lagi Pakai Alat Kontrasepsi

Abdul Haris

Wabah Corona

Image

Alat Kontrasepsi | SINGLECARE

AKURAT.CO, Saat India masih harus terus berjuang dan terjebak dalam pergolakan pandemi COVID-19, akses untuk Alat Kontrasepsi mendapat pukulan besar, yang mendorong peningkatan stabilisasi populasi di wilayah selatan India.

Ketidakmampuan jutaan pria dan wanita di India untuk mengakses Alat Kontrasepsi selama Lockdown akan berdampak buruk pada indikator kesehatan reproduksi, kematian ibu dan bayi.

"Kelahiran bayi hidup bisa lebih tinggi karena akses ke aborsi dipengaruhi selama Lockdown. Wanita dengan kehamilan yang tidak diinginkan mungkin dipaksa untuk menerima kehamilan karena mereka mungkin tidak akan memiliki akses ke perawatan aborsi," jelas V.S. Chandrashekar, Kepala Eksekutif di Yayasan untuk Layanan Kesehatan Reproduksi India (FRHS).

Dilansir AkuratIntim dari Gulfnews, pada 2019, sesuai Sistem Informasi Manajemen Kesehatan (HMIS), 3,5 juta sterilisasi, 5,7 juta Alat Kontrasepsi intrauterin (IUCD), 1,8 juta layanan kontrasepsi suntik disediakan oleh Pemerintah setempat untuk menekan jumlah pertumbuhan penduduk.

Selain itu, 41 juta siklus pil kontrasepsi oral, 2,5 juta pil kontrasepsi darurat dan 322 juta kondom tersedia di negara ini. Meskipun praktisi medis dan ahli kimia dibebaskan dari Lockdown, pembatasan pergerakan telah mempersulit orang-orang mendapatkan fasilitas tersebut.

"Dikombinasikan dengan pembatasan pergerakan, telah membuat akses mendapatkan kontrasepsi bebas seperti kondom, pil kontrasepsi oral dan pil kontrasepsi darurat sulit. Ini juga membuat jutaan perempuan tidak bisa memilih kontrasepsi," tambah Chandrashekar.

FRHS menggunakan data layanan Keluarga Berencana klinis (FP) dan penjualan kontrasepsi over the counter pada tahun 2018 dan 2019 untuk mengeluarkan ringkasan kebijakan untuk memperkirakan dampak Lockdown pada keluarga berencana.

Dengan terbatasnya ketersediaan layanan aborsi bedah, khususnya di daerah pedesaan, dan hambatan pada ketersediaan obat aborsi medis pada ahli kimia, maka akan banyak wanita mungkin terpaksa menggunakan layanan yang tidak aman, mempertaruhkan kesehatan dan kehidupan mereka selama Lockdown.

24 hingga 27 juta pasangan di negara itu tidak akan dapat mengakses kontrasepsi, yang akan menghasilkan lebih dari dua juta kehamilan yang tidak diinginkan, 800 ribu kelahiran hidup, satu juta aborsi, termasuk lebih dari satu juta aborsi tidak aman dan lebih dari 2.000 kematian ibu.

"Jika langkah-langkah proaktif tidak diambil, keuntungan signifikan yang dibuat oleh India dalam stabilisasi populasi dan mengurangi angka kematian ibu dapat dikompromikan," tutur Chandrashekar

Penelitian dan Analisis Data di FRHS, menekankan bahwa langkah-langkah perlu diambil untuk memastikan bahwa layanan kontrasepsi tersedia segera setelah keadaan normal dipulihkan.

Hambatan layanan dan akses yang tepat ke kontrasepsi dapat memiliki implikasi serius bagi program keluarga berencana dan harus mendapat tanggapan dari pemerintah.[]

baca juga:

Editor: Bonifasius Sedu Beribe

berita terkait

Image

News

Wabah Corona

Siapkan Transisi Menuju New Normal, Khofifah Tidak Perpanjang PSBB di Malang Raya

Image

News

Wabah Corona

Pemerintah Restui 102 Wilayah Dinyatakan Zona Hijau Covid-19 untuk Laksanakan Kegiatan Produktif

Image

News

Wabah Corona

Ojol Siap Demo Depan Istana, Musni Umar: Saya Bisa Pahami dan Hayati Aspirasi Mereka

Image

News

Wabah Corona

Sambut Baik New Normal, Teddy Gusnaidi: Pengalaman Selama PSBB Harus Dijadikan Pelajaran Bagi Pemerintah dan Rakyat

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Sebelum Kembali ke Kantor, Ini Tips Pencegahan COVID-19 di Tempat Kerja

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Proses Adaptasi New Normal Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

ODP Corona per 29 Mei Ada 49.212 dan PDP 12.499

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

5 Jenis Makanan yang Mampu Beri Imunitas Kuat untuk Anak

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Hasil Pemeriksaan Spesimen, 25.216 Positif COVID-19 dan 179.949 Negatif

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Per 30 Mei, Lebih dari 6 Juta Orang Positif COVID-19 di Dunia

Mesiki demikian, total sembuh dari COVID-19 terus meningkat.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Peta Sebaran COVID-19 Per 30 Mei: 10 Provinsi Tak Ada Penambahan Kasus Positif

Jawa Timur terjadi penambahan kasus positif paling banyak yaitu 199 orang.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Kembali Rutinitas di New Normal, Barang-barang Ini Harus Ada di Tasmu

Beragam benda penunjang kesehatan harus ada di tas kamu ketika ingin kembali rutinitas.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Update Covid-19: Dalam Sehari, Kasus Sembuh Bertambah 532 Orang

Penambahan pasien sembuh terus meningkat tajam.

Image
Gaya Hidup

Viral Dekorasi Kamar Estetis Low Budget, Sulap Sarung Bekas Bapak jadi Taplak!

Menarik untuk dicoba nih

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Per 30 Mei, Total OPD 49.361 di Indonesia dan PDP 12.342

Sebelumnya, pada Jumat 29 Mei 2020, kasus ODP sebanyak 49.212 orang, dan PDP sebanyak 12.499 orang.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Akibat Pandemi COVID-19, Perjalanan Udara Internasional Baru Kembali Normal di 2023

Para pelancong akan cenderung memilih perjalanan domestik dibandingkan internasional.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Duh, Diperkirakan Angka Kehamilan di Indonesia Meningkat Akibat Corona

Hal ini terlihat pada bonus demografi di Indonesia.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Sebelum Kembali ke Kantor, Ini Tips Pencegahan COVID-19 di Tempat Kerja

Ada batasan umur yang boleh bekerja yakni di bawah 45 tahun.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Jubir COVID-19: Bepergian Keluar Rumah Harus Menjadi Sebuah Pertimbangan

Kalaupun terpaksa harus keluar rumah untuk suatu keperluan, protokol kesehatan wajib dilakukan.

terpopuler

  1. 13 Juli 2020 Hari Pertama Masuk Sekolah, Orang Tua Siswa: Gimana Cara Mereka Social Distancing Sama yang Lain?

  2. Lama Tak Terlihat, Ini 5 Gaya Rambut Baru Para Pemain Persik Kediri

  3. MS Kaban: Presiden Jokowi untuk Pertahankan Kekuasaan Gak Perlu Main Tangkap Orang yang Berbeda

  4. Banyak ART Ingin Kembali ke Jakarta, Pengajuan SIKM Ditolak Mentah-mentah Pemprov DKI

  5. 5 Modifikasi Sepatu Atlet American Football yang Kreatif dan Meriah

  6. Dari Wasit FIFA Hingga Legenda Serie A, Ini 5 Potret Rendra Soedjono Bersama Para Bintang Sepak Bola

  7. Tetap Bekerja Meski Berumur 100 Tahun! Ini 5 Fakta Menarik Biliuner Tertua di Dunia, Chang Yun Chung

  8. 3 Amalan Sunah yang Bisa Dilakukan di Bulan Syawal untuk Menggapai Keistimewaannya

  9. Ruslan Buton Ditangkap Usai Minta Jokowi Mundur, Fadli Zon: Standar Demokrasi Macam Apa yang Kita Pakai?

  10. Heboh Mobil PCR BNPB Dialihkan, Warganet ke Khofifah: Jangan Diboikot Bu!

Jamkrindo Lebaran

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Memaknai Silaturahim Virtual

Image
Azami Mohammad

Gaya Bengis Antirokok Memainkan Isu Anak

Image
Dr Idham Kholik

Menjadi (kan) Pemilih Antifobia Covid-19

Image
Ujang Komarudin

New Normal

Wawancara

Image
News

Interview Siti Fadilah, dari Keadaannya di Penjara yang Mengharukan, Blak-blakan Covid-19 sampai Fitnah yang Menyerangnya

Image
News

Interview Rizal Ramli: Indonesia Diberi Berkah Luar Biasa oleh Tuhan, Cuma Kita Harus Punya Visi Mau Ngapain ke Depan

Image
News

Interview Leony Si Driver Ojol Lulus Cum Laude Sampai Raih Beasiswa Ilmu Hukum

Sosok

Image
Ekonomi

Kiat Agar Bisnis Moncer Ala Bob Sadino

Image
News

Ikut Tren Gunakan FaceApp, Ridwan Kamil: Di Era New Normal Wajah Tak Perlu Dirawat, Cukup Diedit

Image
News

Pernah Terlibat Kasus Pembunuhan hingga Tuntut Jokowi Mundur, 5 Fakta Tak Terduga Ruslan Buton