image
Login / Sign Up

KemenPPPA Hadirkan BERJARAK Guna Perlindungan dan Kesejahteraan Perempuan dan Anak

Abdul Haris

Wabah Corona

Image

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (22/4/2020). | KEMENPPPA

AKURAT.CO Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia saat ini berdampak sangat luas, baik secara sosial, ekonomi dan hak asasi manusia, terutama terhadap kelompok rentan. Dampak pandemi ini, juga memberikan pengaruh berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Banyak ketidakadilan yang dirasakan perempuan dan kelompok rentan terdampak (KRT) COVID-19 lainnya, seperti bayi, balita, anak-anak, ibu mengandung atau menyusui, penyandang disabilitas, orang lanjut usia (lansia), serta masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi. 

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, mengatakan bahwa berdasarkan hasil analisis dari London School of Economics pada 2008 di 141 negara yang mengalami bencana, jumlah korban perempuan empat kali jauh lebih besar dari korban laki-laki. Hal ini dikarenakan perempuan termasuk kelompok rentan.

"Dengan keterbatasan yang dimiliki, perempuan dan kelompok rentan lainnya memiliki beban yang berat, terutama jika mereka berada di wilayah yang memberlakukan isolasi ketat, karantina di rumah, karantina di rumah sakit hingga karantina wilayah, tetapi tidak diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan primer secara merata, kondisi ini tentu akan semakin memburuk,” ungkap Menteri Bintang dalam Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (22/4).

Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) melakukan upaya dalam mendorong terwujudnya keadilan gender saat pandemi COVID-19 ini, di antaranya memastikan agar protokol dan strategi penanganan COVID-19 menjadi lebih responsif gender dan ramah terhadap anak serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. 

Dikatakan oleh Menteri Bintang, KemenPPPA juga telah menyusun Program Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (Berjarak) sebagai upaya bersama untuk memastikan bahwa perempuan dan anak aman bersama keluarga dalam menghadapi bahaya paparan COVID-19.

"Program ini, dilaksanakan berkolaborasi dengan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah (Provinsi, Kab/kota), Desa/kelurahan, para pemangku kepentingan lainnya termasuk PKK, lembaga masyarakat, dunia usaha, akademisi, lembaga keagamaan dan lain-lain,” jelasnya.

Gerakan Berjarak ini terdiri dari 10 (sepuluh) aksi yaitu :
1. Tetap di rumah

2. Hak perempuan dan anak terpenuhi

baca juga:

3. Alat perlindungan diri tersedia

4. Jaga diri, keluarga dan lingkungan

5. Membuat tanda peringatan

6. Menjaga jarak fisik

7. Mengawasi keluar masuk orang dan barang

8. Menyebarkan informasi yang benar

9. Aktivasi media komunikasi online

10. Aktivasi rumah rujukan

Secara khusus gerakan ini akan merangkul jejaring Kemen PPPA, seperti Dinas PPPA Provisi dan Kab/Kota, anggota FAN dan Daerah, psikolog dan konselor Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), Fasilitator Sekolah Ramah Anak untuk bahu-membahu memastikan tepenuhinya hak-hak perempuan dan anak di keluarga, rumah dan lingkungannya.

Lebih lanjut Menteri Bintang menjelaskan berdasarkan Data COVID-19 terpilah yang didapat dari 18 Provinsi saat ini, ada sejumlah 13 anak positif dan 1.525 perempuan positif COVID-19 di Indonesia.

Data terpilah ini, merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui agar bisa ditindaklanjuti Pemerintah dengan memberikan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak seperti sabun antiseptik, makanan bergizi seimbang, biskuit, susu, vitamin, kebutuhan khusus seperti pampers, pembalut wanita, pampers lansia, maupun kebutuhan ekonomi dan non ekonomi yang tepat sasaran.

Terkait upaya dalam memberikan kebutuhan bagi perempuan dan anak KRT COVID-19 secara spesifik, Pemerintah juga telah merelokasi sarana dan prasarana milik Pemerintah/BUMN/BUMD menjadi Rumah Perlindungan bagi Perempuan dan Anak KRT.

Rumah perlindungan ini menyediakan ruang bagi KRT yang tergolong orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), positif COVID-19, yang dilengkapi pendamping dan pengawas, kebutuhan dasar dan spesifik, aktivitas penghuni seperti pemberdayaan perempuan, bermain dan belajar, kegiatan keagamaan.

"KRT yang dirujuk harus masuk ke dalam kelompok proritas, seperti keluarga miskin, tinggal di lokasi padat penduduk, dengan rumah tidak bersekat,” pungkas Menteri Bintang.

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Bertambah 1.209, 11 Provinsi di Indonesia Tak Miliki Kasus Baru COVID-19 per 6 Juli

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

4 Minuman Ini Dapat Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Hilangkan Gabut Anak Saat Masa Pandemi dengan Kegiatan Seru Ini

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Ilmuwan Anggap WHO Sepelekan Kemungkinan Penyebaran Virus Corona Melalui Udara

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Anak Penyandang Disabilitas Perlu Pendampingan Optimal di Masa Pandemi

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Ini Manfaat Beras Merah, Salah Satunya Dapat Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Syarat Kembali Belajar di Sekolah Sesuai Protokol Kesehatan

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

7 Kiat Sukses Bagi Anak yang Masih Bersekolah dengan Pembelajaran Online

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Jubir COVID-19: Masyarakat Bisa Kembali Beraktivitas Untuk Hal yang Produktif

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

5 Kata yang Membuyarkan Momen Ciuman dengan Istri

Jangan sampai kamu singgung tentang Corona saat berciuman, ya!

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Kasus Meninggal Akibat Corona Telah Merata di 34 Provinsi

Kasus meninggal karena Corona di Indonesia masih berada di atas rata-rata global

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Bertambah 1.209, 11 Provinsi di Indonesia Tak Miliki Kasus Baru COVID-19 per 6 Juli

Dari 64.958 kasus, ada sebanyak 29.919 pasien COVID-19 berhasil sembuh dan lepas dari perawatan.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

4 Minuman Ini Dapat Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Menjadi penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh di tengah pandemi COVID-19.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Hilangkan Gabut Anak Saat Masa Pandemi dengan Kegiatan Seru Ini

Banyak kegiatan yang dapat orangtua lakukan, salah satunya menggali hobi anak.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Ilmuwan Anggap WHO Sepelekan Kemungkinan Penyebaran Virus Corona Melalui Udara

Sebanyak 239 ilmuwan di 32 negara menguraikan bukti yang menunjukkan partikel yang lebih kecil dapat menginfeksi manusia.

Image
Gaya Hidup

Cara Romantis Bangunkan Pasangan di Pagi Hari

Menjadi romantis bisa dengan cara membangunkan pasangan di pagi hari.

Image
Gaya Hidup

Tingkah Chef Gordon Ramsay Saat Membuat Kue Bika di Sumatera Barat

Gordon Ramsay menjadi buah bibir masyarakat Tanah Air setelah ia diketahui pernah berkunjung ke Indonesia, tepatnya Sumatera Barat.

Image
Gaya Hidup

Tak Mau Rugikan Orang Lain! 5 Shio Ini Cenderung Paling Taati Peraturan

Apakah kamu termasuk?

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Anak Penyandang Disabilitas Perlu Pendampingan Optimal di Masa Pandemi

Sebanyak 70 persen penyandang disabilitas belum memahami protokol kesehatan terkait pandemi COVID-19.

terpopuler

  1. Dikabarkan Dekat dengan Susan Sameh, 5 Fakta Menarik Arysah Rasyid Mantan Pacar Maudy Ayunda

  2. Soal Kalung Antivirus, Ferdinand: Astaga! Pak Menteri, Tolong Jangan Bikin Alasan untuk Meresuffle Dirimu

  3. Dibully dan Disuruh Hengkang dari Tonight Show, Begini Curhatan Marshel Widianto

  4. Ramai-ramai Laporkan Sinetron Dari Jendela SMP ke KPI

  5. Dukung Kalung Antivirus Corona, Akademisi UGM: Saya Kira untuk Gejala COVID-19 Inovasi Ini Sangat Bagus

  6. China Wanti-wanti Daging Beku Bisa Simpan Virus Corona

  7. Dukung Uji Khasiat, FKUI: Saya Tak Setuju Kalung Minyak Kayu Putih Disebut Kalung Antivirus, Cukuplah Kalung Kayu Putih

  8. Pernah Tiga Kali Hampir Meninggal, Fadli Zon: Bagi Saya Hidup Itu Sebuah Hadiah

  9. Setahun Pacaran, Syifa Hadju Ungkap Alasan Jatuh Cinta dengan Rizky Nazar

  10. Alasan Kenapa Orang Kaya Iritnya Gila-gilaan!

fokus

Lebaran di Tengah Pandemi
Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona

kolom

Image
Achsanul Qosasi

Renasionalisasi BUMN

Image
Muhtar S. Syihabuddin

Kami Cinta Polisi Sekaligus NKRI

Image
UJANG KOMARUDIN

Marah-marah dan Ancaman Reshuffle

Image
Riyanda Barmawi

Lobster Edhy Dalam Bayang-Bayang Susi

Wawancara

Image
News

DPR RI

Interview Ketua Komisi X Soal Kisruh PPDB: Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi Kurang Sosialisasi

Image
Olahraga

Shin Tae-Yong

Ini Petikan Lengkap Wawancara Shin Tae-Yong yang Dipersoalkan PSSI

Image
News

Interview Mardani Ali Sera: Tidak Urgen, Stop dan Batalkan RUU HIP!

Sosok

Image
News

Terseret Kasus Bank Bali hingga Jadi Buronan, 5 Fakta Penting Djoko Tjandra

Image
News

Terjun ke Dunia Bisnis, 7 Potret Terkini Putra BTP Nicholas Sean Purnama

Image
News

Jadi Pengusaha Daging, 6 Potret Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan