image
Login / Sign Up

FOTO ESAI Berusaha Sehat dengan Terapi Musik

Abdul Aziz Prastowo

Terapi Musik

Image

Lina Santoso, 35 (kanan) sedang bermain musik bersama Saphira Hertha, 29 (kiri) saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta, Rabu (19/2/2020) | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Musik bagi sebagian orang merupakan hal yang begitu penting dalam kehidupan kesehariannya. Tak hanya dikenal sebagai sarana hiburan dan ekspresi diri, bermain musik atau mendengarkan musik dapat memberikan ketenangan dan sering kali juga mentransfer beragam energi.

Secara tidak langsung, musik juga diyakini sebagai penghubung dari suasana hati yang membuat kita merasa bahagia, energik, santai, atau bahkan sedih. Hal tersebut membuat setiap individu akan memberikan respons emosional dan perasaan yang berbeda terhadap musik.

Alvaro Nicholas, 6 (kiri) sedang bernyanyi bersama Suhirman Hay, 65 (kanan) saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Warga sedang mendengarkan musik melalui aplikasi di ponsel . AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Ini juga yang menjadi alasan mengapa musik telah dipelajari sebagai media terapi. Sehingga efektivitas terapi musik dapat dimanfaatkan untuk menjaga seseorang agar tetap rileks dan berpikir dengan tenang.

Rangsangan suara dari melodi, irama, dan harmoni yang dihasilkan dalam terapi musik memiliki kekuatan untuk memulihkan, memelihara kesehatan fisik, mental, emosional, sosial serta spiritual.

Sejarah Terapi Musik

Tanpa disadari proses pemanfaatan musik sebagai media terapi sudah dilakukan sejak zaman dahulu. Bahkan dibeberapa tempat, saat ini pun masih bisa ditemui. Seperti contohnya para dukun yang mengobati orang sakit, mereka mengucapkan mantra-mantra dalam bentuk nyanyian yang diiringi dengan alunan alat musik sebagai pengiringnya.

Alat musik angklung yang tersedia di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Lina Santoso, 35 (kanan) sedang bermain musik bersama Saphira Hertha, 29 (kiri) saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Menurut Direktur Music Therapy Centre Indonesia, Saphira Hertha mengatakan bahwa musik dari dulu dipercaya bisa menyembuhkan. Walaupun pertama kali dipercaya dapat mengusir roh-roh jahat, karena mereka percaya orang sakit itu disebabkan oleh roh jahat.

“Orang-orang kemudian meneliti dan melihat ada efeknya mengenai terapi musik dan pertama kali dipakai itu untuk prajurit perang. Ketika selesai perang kan biasanya ada yang namanya PTSD (Post Traumatic Stress Disorder). Nah musik dipakai saat itu untuk menolong mereka pertama kali itu dalam terapi,” tambah Saphira saat ditemui di kantornya di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.

Metode Terapi Musik

Terapi musik kegiatannya dirancang untuk setiap individu. Jadi, per individu tidak mungkin melakukan kegiatan yang sama. Karena setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, terlepas dari apapun kondisi dan latar belakangnya.  

Psikolog, Weny Pandia menerangkan, ketika dalam proses menjalankan terapi musik, semua harus dilakukan dengan perencanaan dan rancangan yang tepat. Pertama kali setiap individu harus diobservasi untuk melihat kepribadiannya.

Nah dari hasil pengamatan, kemudian biasanya terapis musik ini akan menentukan kegiatannya apa saja yang dilakukan. Karena kita sudah tahu minat kliennya, tahu kepribadiannya, kemudian prilakunya seperti apa, maka akan disimpulkan kegiatan apa yang tepat dilakukan dalam terapi musik,” ujar Weny ketika ditemui di rumahnya di kawasan Joglo, Kembangan, Jakarta Barat.

Alvaro Nicholas (6) sedang berlatih membaca saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Alvaro Nicholas (6) sedang berlatih menghitung saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Istilah terapi dalam penyembuhan, harus dilakukan oleh orang yang profesional. Diterapi musik ini, perlu adanya pendamping dalam proses penyembuhannya karena kaitannya adalah perlunya rancangan terapi yang menjadi tujuan akhirnya.

“Jadi kan kalau terapi musik sebenarnya yang diperlukan adalah seorang profesional. Dalam artian profesional yaitu menolong kita untuk mencapai tujuan akhir yang diinginkan, dan juga efeknya harus permanen. Jadi ketika sudah selesai, tanpa terapi musik pun semua permasalahan akan selesai,” pungkas Saphira, perempuan berumur 29 tahun ini.

Nathan Januar Tama, 14 (kiri) sedang bermain musik saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Nathan Januar Tama, 14 (kiri) sedang bernyanyi bersama Suhirman Hay, 65 (kanan) saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Saphira menambahkan dalam metode terapi musik sebenarnya semua jenis musik bisa digunakan. Hanya saja ada batasan-batasan yang harus kita pahami dalam proses penyembuhan tersebut.

“Menurutku segala macam musik itu netral, tapi yang bikin nggak netral itu lirik-liriknya. Jadi kita sih nggak masalah menggunakan genre-genre musik apa aja, asalkan kita harus sortir lagi liriknya, bisa digunakan untuk terapi atau nggak. Atau juga mungkin musik yang terlalu keras dan kadang ada yang menjadi bergelora. nah itu mungkin harus dihindari,” ujar lulusan Musik Terapi di salah satu Universitas Swasta di Jakarta ini.

Terapi Musik dalam Psikologi

Kaitannya dengan psikologi, terapi musik menjadi salah satu alat untuk membantu dalam proses penyembuhan. Psikolog akan merasa terbantu untuk menyelesaikan permasalahan seseorang, jika bekerja sama dengan ahli-ahli dari bidang lainnya, salah satunya melalui metode terapi musik ini.

“Jadi sebagai contoh, kalo misalnya ada anak atau individu yang mengalami masalah dalam interaksi sosial, nah melalui kegiatan bermusik hal ini bisa dibantu untuk diperbaiki. Kemudian misalnya lagi ada anak yang mengalami masalah kesulitan belajar nah ini bisa dibantu juga melalui musik, supaya pembelajarannya lebih meningkat ke arah yang lebih positif,” tegas Weny.

Poster yang terpajang di dinding Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Lina Santoso, 35 (kanan) sedang bermain musik bersama Saphira Hertha, 29 (kiri) saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Umumnya ketika kita berbicara perbedaan apa yang dilakukan antara dokter dan psikolog, Weny menjelaskan bahwa seorang dokter itu yang ditangani adalah mengenai fisiknya, sedangkan psikolog adalah masalah kejiwaannya. Namun antara fisik dan psikis sangat erat sekali hubungannya.

“Saya pernah membaca suatu penelitian yang menyatakan bahwa sebetulnya musik ini bisa berpengaruh terhadap kekebalan tubuh manusia, nah itu kan berarti bersentuhan mengenai fisik seseorang. Ternyata dengan mendengarkan musik sehari-hari itu memberikan emosi positif pada diri seseorang, nah disitu berarti berpengaruh terhadap kejiwaan seseorang,” tambah dosen pengajar Terapi Musik di Universitas Swasta di Jakarta ini.

Efek Terapi Musik

Dalam terapi musik, efek yang akan diambil adalah proses yang menyenangkan dari kegiatan bermusik itu sendiri. Bernyanyi, mendengarkan atau bermain musik menjadi motivasi seseorang untuk bisa semangat dan mengembangkan diri mereka sendiri dalam menyelesaikan permasalahnnya.

“Aku ngeliatnya kayak anak-anak yang dateng. Mereka tuh nempelnya bukan terapinya, tapi pada kegitan musik yang menyenangkan. Padahal sebenarnya lewat menyanyi, mereka latihan vokal, latihan bagaimana melafalkan kata yang benar, melatih mereka juga menghafal. Semua kegiatan itu sebenernya ada dan diajarkan di sekolah umum,” ucap Saphira.

Lina Santoso, 35 (kanan) sedang bermain musik bersama Saphira Hertha, 29 (kiri) saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Alvaro Nicholas (6) sedang bermain alat musik saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Pengenalan dalam terapi musik membuat beberapa orang merasa efektif dalam proses perkembangannya. Hal ini dialami oleh ibu dari Alvaro Nicholas yang anaknya mengikuti terapi musik. Ia merasa anaknya sudah banyak perubahan dalam hal yang lebih positif semenjak mengikuti terapi musik.

“Sebelumnya, Nicho itu punya emosi yang memang nggak stabil, jadi kadang cepet marah. Namun saat ini sudah berubah, emosi lebih stabil dan perkembangan fokus terhadap pembelajaran mulai terlihat membaik,” pungkas Yolanda Felicia, ibu dari Alvaro Nicholas.

Nathan Januar Tama, 14 (kanan) sedang bermain alat musik bersama Suhirman Hay, 65 (kiri) saat sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Lina Santoso, 35 (kanan) sedang berdoa usai menyelesaikan sesi terapi musik di Music Therapy Centre Indonesia, Jakarta. AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Penyembuhan metode dalam terapi musik pada dasarnya adalah suatu alat pendukung dari terapi-terapi primer. Namun keberadaannya sangat membantu dalam proses untuk menyelesaikan permasalahan yang telah dihadapi seseorang.

Musik terapi digunakan untuk membantu terapi primer, dan keunggulannya karena musik itu sesuatu hal yang menyenangkan, jadi prosesnya tidak berasa seperti terapi. Namun saat berkegiatan musik, sebenarnya mereka sedang mengejar tujuan untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri. []

Foto dan teks: AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

Editor: Abdul Aziz Prastowo

berita terkait

Image

News

Meski Minim Ketersediaan APD, Putri Calonkan Diri Jadi Relawan Tenaga Kesehatan

Image

News

Wabah Corona

IDI Bantah Ancam Mogok Tangani Pasien Covid-19

Image

News

Satgas Pamtas

Bukan Corona, Tapi Gejala Malaria dan Penyakit Kulit yang Jadi Keluhan Warga Waris

Image

Ekonomi

Wabah Corona

BKPM Sebut Perusahaan Kesehatan Manfaatkan Fasilitas Perizinan Percepatan

Image

News

Wabah Corona

Penuhi Panggilan Pemprov DKI Jadi Relawan Tenaga Kesehatan, Arief: Saya Sudah Siap!

Image

Gaya Hidup

Wabah Corona

Surati Jokowi, Dewan Guru Besar FKUI Sarankan Ambil Opsi Lockdown

Image

Ekonomi

Wabah Corona

Bukit Asam Gandeng BUMN China Salurkan Bantuan Pencegahan COVID-19

Image

Iptek

Halodoc Ajak Pengguna Cek Resiko COVID-19 Mandiri Melalui Platform

Image

News

Wabah Corona

20 Ton Alkes dari Tiongkok Tiba di Bandara Soetta

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Corona Paksa AirAsia Indonesia Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan Mulai 1 April

Yang punya kebutuhan mendadak, disarankan segera berangkat

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Lawan Virus Corona di Rumah dengan Disinfektan Buatan Sendiri, Mudah!

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Please, Tak Perlu Tambah Materi Belajar Anak di Rumah Saat Corona!

"Saya harap, semua sekolah dan bagian pendidikan memberikan tugas secukupnya"

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Update Corona Per Sabtu, 28 Maret: 1.155 Positif, 102 Meninggal, 59 Sembuh

Jika Jumat, (27/3) kemarin total kasus positif COVID-19 adalah 1.046, maka ada kenaikan sebanyak 10,42% sampai hari ini

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Sepi Pengunjung, Kemenparekraf Ajak Jaringan Hotel Jadi Tempat Istirahat Tenaga Medis dan Gugus Tugas Corona

Kemenparekraf membiayai cost pelaksanaan dengan harga yang dibawah harga pasar

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Peduli Sesama Saat Corona, Ezeelink Beri Makanan pada Driver Ojol

Bantuan makanan ini diberikan dalam bentuk voucher digital

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Tips Simpel Agar Bebas Infeksi Corona Saat Tak Bisa WFH

Jangan malas konsumsi buah-buahan

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Bahan Makanan yang Penting Dipenuhi Selama Isolasi Corona di Rumah

Chef Degan menyarankan untuk membeli sayuran dalam keadaan beku

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Surati Jokowi, Dewan Guru Besar FKUI Sarankan Ambil Opsi Lockdown

"Tenaga kesehatan garis depan pun satu per satu akan berguguran. Sungguh tragis"

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Tak Jaga Pola Belajar Anak Selama Karantina Corona, Ini yang Akan Terjadi

Pastikan si kecil tetap disiplin, ya!

terpopuler

  1. Pasien Terus Bertambah, Jubir Covid-19: Ini Menandakan Proses Penularan Masih Berlangsung Terus Menerus di Tengah Masyarakat

  2. Bantah Hoax, SOHO Buktikan Imboost & Imboost Force Baik untuk Imun Tubuh

  3. Telkomsel Berikan Kuota Gratis kepada Pelanggan untuk Akses ke Situs Resmi Informasi COVID-19

  4. Kelebihan Kapasitas, Sebagian Tenaga Medis yang Diinapkan di Hotel Grand Cempaka Dipindahkan

  5. Daerah-daerah Mulai Lakukan Isolasi, Pemerintah Pusat Godok Aturan Mainnya

  6. Rupiah Makin Semringah Berkat Ada Upaya Lockdown

  7. Tak Kuat Lawan Corona, Wakil Ketua DPD PDIP Jabar Meninggal

  8. Mengenal Muezza, Kucing Peliharaan dan Kesayangan Rasulullah

  9. Pasien Positif Corona Sembuh: Jangan Percaya Berita Hoaks, Nyatanya Bisa Sembuh

  10. Makin Mengkhawatirkan, Komnas HAM Desak Jokowi Berlakukan Karantina Wilayah

ibunda jokowi

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A Sukrin

Pandemi Covid-19 dan Keseimbangan Kekuasaan dalam Budaya Jawa Tradisional

Image
Reza Fahlevi

Gotong Royong Melawan Covid-19

Image
Azhar Ilyas

Video Call Jadi Komunikasi ‘Normal’ Sejak Pandemi Covid-19

Image
Ujang Komarudin

Pilkada di Tengah Corona

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Masuk Forbes hingga Hobi Berkebun, Ini 5 Fakta Menarik Amanda Susanti, Pendiri Sayurbox

Image
News

Diberhentikan Secara Tidak Hormat, 5 Fakta Penting Komisioner KPU Evi Novida Ginting

Image
News

Wabah Corona

Sri Mulyani hingga Retno Marsudi, 8 Potret Menteri Srikandi Jalani WFH