image
Login / Sign Up

Tekan Angka Stunting, UI Dorong Pemanfaatan Pajak dan Cukai Rokok hingga Kawasan Tanpa Rokok

Bonifasius Sedu Beribe

Image

Peluncuran policy brief Universitas Indonesia di Hotel Akmani, Jakarta, Selasa, (18/2) | Dok. Humas UI

AKURAT.CO, Universitas Indonesia (UI) melalui Pusat Kajian Gizi Regional (PKGR) UI atau SEAMEO – RECFON (Southeast Asian Ministers of Education Regional Centre for Food and Nutrition) meluncurkan dua policy brief atau usulan kebijakan berupa “Percepatan Penanganan stunting dengan Pemanfaaatan Pajak dan cukai rokok” dan “Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Melalui Pengendalian Tembakau dan Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Lingkungan Sekolah.”

Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc (Wakil Rektor UI bidang Riset dan Inovasi), drg. Agus Suprapto, M.Kes (Kepala Deputi Koordinasi bidang Peningkatan Kesehatan, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI), dr. Cut Putri Arianie, MH. Kes (Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI) Adi Nuryanto (Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Iman Mahaputra Zein (Project Officer for Tobacco Control Advocacy, Center for Indonesias’s Strategic Development Initiatives (CISDI)), dr. Muchtaruddin Mansyur, PhD (Direktur PKGR UI/SEAMEO – RECFON) serta dr. Grace Wangge, Ph.D. (peneliti senior PKGR UI/SEAMEO RECFON) hadir dalam peluncuran policy brief tersebut pada Selasa, (18/2) di Hotel Akmani, Jakarta.

“Perguruan tinggi memiliki kekuatan sebagai think tank, demikian halnya UI berkomitmen menghasilkan inovasi maupun buah pemikiran yang bermanfaat bagi pemerintah maupun masyarakat luas. Melalui PKGR UI/SEAMEO-RECFON, UI melakukan kajian dan penelitian terkait isu penyalahgunaan rokok dan tembakau yang dapat memberikan dampak buruk bagi pembangunan SDM Indonesia yang unggul, aktif, sehat dan berprestasi,” Prof. Haris menuturkan, dalam keterangan tertulis Humas UI kepada AkuratHealth.

baca juga:

“Hal ini seturut pula dengan prioritas utama Presiden Jokowi yaitu pembangunan SDM Bangsa. Diharapkan usulan ini dapat menjadi masukan bagi kementerian dan lembaga terkait di dalam mengendalikan dampak bahaya yang ditimbulkan rokok dan produk tembakau lainnya khususnya bagi kesehatan dan kesejahteraan anak,” sambung dia.

Usulan kebijakan pertama berkenaan dengan “Percepatan Penanganan stunting dengan Pemanfaatan Pajak dan cukai rokok”, PKGR UI merekomendasikan empat poin.

1. stunting merupakan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh belanja rokok di masyarakat. Hal ini perlu disadari oleh masyarakat secara umum, dan secara khusus kepada para pemegang kebijakan di tingkat daerah dan petugas kesehatan.

2. Beranjak dari kesadaran akan keterkaitan stunting dengan konsumsi rokok, maka perlu ada prioritas anggaran terhadap program percepatan penanganan stunting yang dialokasikan dari pajak rokok dan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

3. Alokasi pajak rokok untuk percepatan penangangan stunting perlu dituangkan dalam rencana anggaran e-budgeting pemerintah daerah.

4. Pemda perlu melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin mengenai pemanfaatan pajak rokok dan DBHCHT untuk program kesehatan sehingga dapat dipantau apakah dana tersebut sudah digunakan secara tepat guna atau belum.

Dalam pemaparannya, dr. Grace menyampaikan bahwa berdasarkan data dari Pusat Kajian Jaminan Sosial UI (PKJS UI), anak dari keluarga perokok terbukti 5,4 kali lebih rentan mengalami stunting dibanding anak dari keluarga tanpa rokok.

“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk pemerintah terkait kenaikan cukai rokok sebesar rata-rata 23% pada 1 Januari 2020. Namun, diharapkan alokasi cukai rokok di bidang kesehatan perlu dikawal, khususnya pengalokasian pajak rokok dan DBHCHT untuk kesehatan, yang hingga kini belum diimplementasikan secara maksimal dalam program pencegahan dan promosi penanganan stunting,” bebernya.

Peluncuran policy brief Universitas Indonesia. Dok. Humas UI

Lebih lanjut, usulan kebijakan kedua berkenaan dengan “Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Melalui Pengendalian Tembakau dan Penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Lingkungan Sekolah” merekomendasikan kebijakan sebagai berikut:

1. Mengintegrasikan materi mengenai bahaya tembakau dan rokok bagi kesehatan dan gizi ke dalam kurikulum pendidikan anak sekolah sedini mungkin, selambat-lambatnya mulai pada level sekolah menengah tingkat pertama.

2. Upaya pengendalian tembakau dan penerapan KTR di sekolah dijadikan salah satu indikator kinerja dinas terkait, guru dan kepala sekolah dan dilakukan evaluasi secara periodik.

3. Upaya perbaikan gizi anak sekolah, terutama di daerah yang mempunyai angka prevalensi keluarga dengan perokok yang tinggi.

4. Membuat kebijakan mengenai pendidikan orangtua (parenting) mengenai akibat rokok bagi kesehatan dan kesejahteraan anak. Salah satunya melalui pertemuan orang tua murid dengan guru di sekolah untuk memberikan orientasi kepada orang tua mengenai dampak merokok terhadap kesehatan anak.

Terkait hal tersebut, dr. Grace menuturkan bahwa data di lapangan menunjukkan bahwa 32,1% anak sekolah (rentang usia 10-18 tahun) di Indonesia pernah mengonsumsi produk tembakau. Pihak Sekolah juga perlu menyadari bahwa terdapat hubungan erat antara prestasi belajar anak dengan pola konsumsi keluarga perokok.

“Salah satu aspek dalam yang erat kaitannya dengan peningkatan status kesehatan dan gizi anak sekolah adalah peningkatan pengetahuan siswa dan pencegahan menjadi perokok. Belanja bahan makanan pada rumah tangga perokok lebih rendah dibandingkan rumah tangga non-perokok,” katanya.

Hal ini menyebabkan berkurangnya asupan makanan bergizi dalam keluarga dan akhirnya berimbas pada kemampuan anak untuk berkonsentrasi pada pelajaran sekolah.

“Saat ini, upaya pengendalian tembakau di sekolah diatur dalam PP 109/2012 dan Permendikbud 64/2015, namun, pelaksanaan kedua peraturan tersebut di sekolah masih belum optimal. Demikian pula evaluasi maupun penelitian mengenai pelaksanaan pengendalian tembakau dan penerapan KTR ini belum pernah terdokumentasi dengan baik keberhasilannya,” sambung dia.[]

Editor: Irma Fauzia

berita terkait

Image

Gaya Hidup

Stunting

Konsumsi Sebutir Telur Sehari Dapat Jauhkan si Kecil dari Stunting

Image

Gaya Hidup

Tak Hanya Kurang Gizi, Masalah Kebersihan Juga Picu Stunting

Image

Gaya Hidup

12 Ribu Poster Tinggi Badan Dibagikan untuk Tekan Angka Stunting

Image

Gaya Hidup

Begini Cara Kementerian Kesehatan Mengeleminir Anemia dan Stunting

Image

Gaya Hidup

Angka Stunting Berhasil Diperkecil 5 Tahun Terakhir

Image

Gaya Hidup

Menkes Terawan Berharap Program KKS Bantu Tekan Stunting

Image

Gaya Hidup

Tak Hanya Soal Gizi, Sanitasi yang Buruk Juga Picu Stunting

Image

Gaya Hidup

Pentingnya Berikan MPASI Protein Hewani Tuk Cegah Stunting

Image

Gaya Hidup

Bun, Mari Cegah Stunting Pada Generasi Alpha Yuk!

komentar

Image

0 komentar

terkini

Image
Gaya Hidup

Kandung Vitamin C, YUZU Isotonic Sumbang 120 Ribu Botol ke Rumah Sakit

Tujuan kampanye #YUZUBerbagi bantu tenaga medis perangi penyebaran Corona.

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Peta Sebaran 2.738 Kasus Corona di Indonesia, Setengahnya Ada di DKI Jakarta

DKI Jakarta ada penambahan kasus baru sebanyak 135

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Hindari, 5 Kebiasan yang Dapat Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh Saat Hadapi Corona

Asupan kafein berlebihan tentu tidak baik untuk tubuh

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Update Corona di Dunia per 7 April: 1,36 Juta Orang Terinfeksi, 76 Ribu Lebih Meninggal

Untuk total kematian paling banyak masih terjadi di Italia dengan jumlah korban jiwa lebih dari 16 ribu

Image
Gaya Hidup

6 Gaya Berpakaian Pria untuk Samarkan Perut Buncit

Beberapa gaya busana ini akan efektif menyamarkan perut buncitmu.

Image
Gaya Hidup

Lakukan Physical Distancing, ini 5 Tips Memotong Rambut Sendiri untuk Pria biar Tetap Kece!

Bagi pria yang sudah risih dengan rambut yang sudah mulai panjang dan tebal, kamu bisa mencukurnya sendiri di rumah

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Kerja dari Rumah karena Corona, Ini Cara Terbaik Bersantai Setelah Hari yang Lelah

Cobalah berolahraga, tentu sangat positif!

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Bumil Masih Bisa Bekerja di Luar Rumah Saat Pandemi Covid-19?, Asal...

Selain makanan, juga bisa berjemur untuk mendapatkan vitamin D alami dari sinar matahari

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Saling Bantu di Masa Pandemi COVID-19, The Clinic Beautylosophy Turut Galang Donasi

Kamu bisa ikut menyumbang melalui program ini

Image
Gaya Hidup
Wabah Corona

Tata Cara Belanja Aman dan Bersihkan Makanan Selama Pandemi Corona

Ingat, cuci tangan sangatlah penting!

terpopuler

  1. Tembus Rp61 T! Ini Pesta Termahal yang Pernah Diadakan di Muka Bumi

  2. Haedar Nashir: Kalau Pemerintah Izinkan Warga Mudik Biarlah Tokoh Agama Berhenti Mengimbau

  3. Cerita Ketua RT Menteng Dalam, Malam-malam Pintu Rumahnya Diketuk Warga yang Panik Akibat Suhu Tubuh Tinggi

  4. Selalu Memohon Ampun Meski Bebas dari Dosa, Bagaimana Cara Nabi Beristigfar?

  5. Komisi VIII DPR Desak Diadakan Dzikir Nasional Hindari Covid-19, Anggota PKS: Saya Yakin Lebih Dahsyat Daripada Makanan-makanan Bergizi

  6. Kisah WNI di AS saat Pandemi Corona, Dirumahkan Tanpa Kepastian

  7. Ahmad Riza Jadi Wagub DKI, Dahnil: Selamat Bang, Tidak Ada Waktu Lagi untuk Berleha-leha

  8. Seorang ASN Pemda DIY yang Dinyatakan Positif Corona Meninggal Dunia

  9. 5 Tulisan 'Lockdown' Salah, Ada yang Malah Jadi 'Download'

  10. 5 Foto Cantik Petenis Eugenie Bouchard di Alam Bebas, Mendaki di Tengah Virus Corona

fokus

Pulih dengan Terapi Musik
Wabah Corona
Hutan Kecil Terarium

kolom

Image
Zainul A. Sukrin

Perppu Corona, Ujungnya Dimana?

Image
Prakoso Permono

Bayang-bayang Ancaman Teror di Tengah Pandemi

Image
Reza Fahlevi

Atas Nama Kemanusiaan, Stop Politisasi Covid-19

Image
Abdul Aziz SR

PKS dan Sindiran Partai Oposisi

Wawancara

Image
Video

Terapi Musik

VIDEO Pulih dengan Terapi Musik

Image
Asian Games

Pria Paruh Baya Diduga Epilepsi Ditemukan Tewas Tenggelam di Kolam Majalaya

Image
Gaya Hidup

Literasi

Kala Buku, Akses dan Minat Baca Orang Indonesia Belum Sinkron

Sosok

Image
Ekonomi

Besarkan Go-Life hingga Diakui Forbes, Ini 5 Fakta Menarik Windy Natriavi, Pendiri AwanTunai

Image
Hiburan

Resmi Diperistri So Ji-Sub, 5 Fakta Menarik Presenter Cantik Jo Eun-jung

Image
News

Wabah Corona

Olahraga hingga Donor Darah, 7 Potret Aktivitas Sandiaga Uno di Sela-sela WFH