Ekonomi

Gawat! Pertumbuhan Ekonomi Bisa Benar-benar Minus 0,4 Persen Jika Hal Ini Tak Berjalan


Gawat! Pertumbuhan Ekonomi Bisa Benar-benar Minus 0,4 Persen Jika Hal Ini Tak Berjalan
Suasana deretan gedung bertingkat dan pemukiman warga terlihat dari gedung bertingkat di kawasan Jakarta, Sabtu (30/9). Pemerintah meyakinkan target pertumbuhan ekonomi tahun 2018 sebesar 5,4 persen tetap realistis. (Handaru M Putra)

AKURAT.CO Pertumbuhan ekonomi dapat berada dalam skenario sangat berat dimana pertumbuhannya bisa mencapai -0,4% secara yoy jika stimulus ke masyarakat berpenghasilan rendah tidak terlaksana.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah. Menurutnya, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak akan cukup menopang pertumbuhan ekonomi.

“Kebijakan PSBB otomatis dapat mendorong geliat ekonomi masih berjalan. Namun, pertumbuhan dapat hanya -0,4% jika masih terjadi masalah pada stimulus ke masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Trubus kepada Akurat.co, Rabu (1/4/2020).

“Bantuan atau kemampuan daya beli ini kan semakin turun, nah ini kan persoalannya. Jadi, nantinya pertumbuhan tergantung bagaimana kebijakan apakah betul-betul terimplementasi sampai ke bawah,” tambahnya.

Menurutnya, selama ini banyak kebijakan yang bersifat top to down menyimpang, saat diterapkan ke bawah atau tidak tepat sasaran. Kebijakan yang sering diselewengkan khususnya terkait bantuan sosial atau bencana yang sering dikorupsi.

Namun, masyarakat berpenghasilan rendah kini tengah terhimpit pendapatannya akibat berkurangnya aktivitas masyarakat umum ditengah wabah Corona. Untuk itu, seharunya masyarakat berpenghasilan rendah mau tidak mau harus memperoleh stimulus.

Ketika stimulus ke masyarakat berpenghasilan rendah bisa terkontrol bisa berjalan dengan baik, Trubus menilai pertumbuhan baru bisa berjalan di 2,3%. Hal ini dapat dilakukan dengan penegakan hukum yang tegas.

“Kalau nanti semua stimulus jalan sampai ke bawah asal terkontrol dengan baik, pertumbuha ekonomi bisa 2,3% tetapi kalau syarat itu tidak berjalan hanya -0,4%,” pungkasnya.

Kemarin, Presiden Joko Widodo menegaskan pemerintah membuat langkah melindungi kehidupan sosial dan stimulus ekonomi ditengah pandemi Corona.

Langkah-langkah tersebut antara lain penerapan PSBB, stimulus untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan prioritas APBN ke penanganan wabah Corona. Total tambahan belanja dan pembiayaan APBN 2020 untuk penanganan Cofid-19 bahkan mencapai Rp.405,1 Triliun.[]

Denny Iswanto

https://akurat.co