Ekonomi

Gaungkan Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Rame!

Presiden Jokowi kembali menyerukan tak suka terhadap produk asing. Menurutnya seruan tersebut merupakan tindakan wajar, sehingga tak perlu dibesar-besarkan.


Gaungkan Benci Produk Asing, Jokowi: Gitu Aja Rame!
Presiden Joko Widodo bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno saat memberikan keterangan mengenai virus Corona (Covid-19) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2020). Presiden Joko Widodo meminta kepada semua pihak untuk merahasiakan nama-nama pasien yang telah terinfeksi virus Corona agar tidak merasa dikucilkan. Jokowi juga meminta kepada para aparat penegak hukum melakukan tindakan terhadap para penjual masker yang telah melakukan penimbuhan sehingga harga masker mahal. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyerukan tak suka terhadap produk asing dan meminta masyarakat untuk mencintai produk-produk Indonesia. Menurutnya seruan tersebut merupakan tindakan wajar, sehingga tak perlu dibesar-besarkan.

"Masa' enggak boleh kita enggak suka, kan boleh saja tidak suka pada produk asing. Gitu aja rame," katanya saat Pembukaan Rapat Kerja Nasional XVII HIPMI 2021, Jakarta, Jumat (5/3/2021).

Meski Jokowi menyerukan untuk mencintai produk-produk dalam negeri, namun ia mengatakan produk lokal harus memperhatikan kualitas hingga harga yang kompetitif untuk dicintai masyarakat.

"Agar masyarakat loyal pada produk dalam negeri tentu ada syaratnya, harganya harus kompetitif, dan kualitas tentu saja harus baik, packaging dan desainnya agar bisa mengikuti tren," katanya.

Meski demikian, Jokowi menegaskan Indonesia tak menganut paham proteksionisme. Tetap melakukan keterbukaan ekonomi tapi menghindari persaingan tidak sehat (unfair practices) dengan pengurangan impor asing berlebihan.

Seperti diketahui, sebelumnya juga Jokowi menggaungkan untuk membenci produk asing saat Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021.

Menurutnya, 270 juta jiwa merupakan pasar yang sangat besar bagi sebuah negara. Pasar tersebut harus dijaga agar tidak dikuasai oleh produk-produk asing. []