News

Gaspol Berantas Korupsi, KPK Tambah 61 Jaksa Baru

Penambahan jaksa penuntut umum penting untuk membantu penyelesaian perkara di KPK.


Gaspol Berantas Korupsi, KPK Tambah 61 Jaksa Baru
Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan korupsi (KPK) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat tambahan jaksa di bidang penindakan untuk menambah daya gedor pemberantasan korupsi di Indonesia. Sebanyak 61 jaksa dinyatakan lulus setelah melalui proses seleksi ketat.

"KPK telah merampungkan rekrutmen bagi 61 orang Jaksa yang terpilih selama proses seleksi untuk ditempatkan pada Kedeputian Bidang Penindakan," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu (26/1/2022).

Ali mengatakan, proses seleksi jaksa tersebut dilakukan oleh pihak ketiga yang berkompeten dan independen dengan menggunakan instrumen standar kompetensi sebagaimana kebutuhan KPK. 

baca juga:

Tambahan 61 orang jaksa KPK itu akan mendukung upaya pemberantasan korupsi melalui strategi represif. Khususnya, pada tugas penuntutan dan asset recovery di unit Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi).

"Kebutuhan personel ini sangat mendesak untuk menyelesaikan berbagai perkara yang sedang ditangani KPK," ucap Ali.

Menurut Ali, peran dan sumbangsih jaksa di KPK tidak hanya untuk menjalankan fungsi penuntutan.

Pada praktiknya, tim jaksa juga dibutuhkan untuk melaksanakan tugas pelacakan aset, pengelolaan barang bukti, dan eksekusi putusan pengadilan.

Hal itu, dilakukan dalam rangka mengoptimalkan asset recovery sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Tim Jaksa juga telah memperkuat KPK di berbagai lini tugas dan fungsi, di antaranya pada Biro Hukum, Sekretariat Dewan Pengawas, Koordinasi dan Supervisi, serta tim Juru Bicara.