Ekonomi

Garap Proyek SPAM, Anak Usaha PTPP Tandatangani Fasilitas Pinjaman Rp337,34 Miliar

Anak Usaha PTPP yakni PP Infra menandatangani fasilitas pinjaman senilai Rp337,34 miliar untuk Proyek SPAM Kota Pekanbaru 750 liter per detik (lpd). 


Garap Proyek SPAM, Anak Usaha PTPP Tandatangani Fasilitas Pinjaman Rp337,34 Miliar
Ilustrasi instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) PDAM (HUMAS KEMENTERIAN PUPR)

AKURAT.CO, PT PP (Persero) Tbk, melalui anak usaha yang bergerak di bidang investasi infrastruktur, yaitu PT PP Infrastruktur (“PP Infra”) melakukan Penandatanganan Fasilitas Pinjaman Berjangka Senior senilai Rp337.340.000.000 untuk Proyek SPAM Kota Pekanbaru 750 liter per detik (lpd). 

Direktur HCM & Strategi Korporasi PTPP Sinur Linda Gustina mengklaim acara tersebut dilakukan dalam rangka pemenuhan financial closed Proyek SPAM Kota Pekanbaru 750 lpd. Selain Penandatanganan tersebut, lanjutnya, PP Infra juga melaksanakan Kegiatan Serah Terima Aset dan Tanggal Efektif Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Sistem Penyediaan Air Minum Kota Pekanbaru (KPBU SPAM Kota Pekanbaru).

Adapun PT PP Tirta Madani merupakan perusahaan yang terbentuk dari konsorsium 3 (tiga) perusahaan, yaitu PT PP Infrastruktur, PT Memiontec Indonesia, dan PT Envitech Perkasa (Konsorsium PP INFRA-MION TECH) yang dibentuk untuk melaksanakan Proyek KPBU SPAM Kota Pekanbaru ini. Proyek ini akan mengolah air sungai Siak sebagai sumber air baku dengan kapasitas output sebesar 750 liter per detik pada tahun 2027. 

Jumlah layanan yang akan menerima manfaat dari investasi proyek ini adalah sekitar 48.000 sambungan rumah atau setara + 192.000 jiwa masyarakat Kota Pekanbaru di 7 (tujuh) kecamatan, yaitu: Kec. Senapelan, Kec. Pekanbaru Kota, Kec. Lima Puluh, Kec. Sail, Kec. Sukajadi, Kec. Payung Sekaki, Kec. Bukit Raya.

“Proyek KPBU SPAM Kota Pekanbaru membutuhkan nilai investasi sebesar Rp499 miliar dan didukung oleh PT Indonesia Infrastucture Finance (IIF) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai Pemberi Pinjaman serta Viability Gap Fund (VGF) dari Kementerian Keuangan. Pemerintah Kota juga akan membantu proyek ini dengan memberikan bantuan dalam pembangunan jaringan retikulasi untuk memastikan penyerapan sesuai dengan target yang direncanakan,” ujar Direktur PT PP Tirta Madani Achmad Sanusi dalam keterangan resminya, Sabtu (24/7/2021). 

Achmad menyampaikan bahwa PP Infra selaku shareholder utama saat ini merupakan satu-satunya investor dan perusahaan pertama di Indonesia yang menjalankan Proyek KPBU pada sektor Air Minum dimana perusahaan harus melaksanakan Rehabilitasi, Uprating dan Pembangunan Baru Instalasi Pengolahan Air sampai dengan kapasitas 750 liter per detik dalam 2 tahap.

" Namun tetap menjalankan Operasional Instalasi Pengolahan tanpa mengganggu pelayanan serta melakukan pembangunan jaringan distribusi sepanjang + 160 km selama 5 tahun pertama," papar Linda. 

Ia menambahkan, adapun waktu pelaksanaan proyek direncanakan akan dilakukan selama 6 tahun dan memerlukan perencanaan yang matang untuk melaksanakan proyek ini agar target pembangunan tercapai tanpa mengganggu pelayanan air pelanggan yang sudah mengalir saat ini.

Sekadar informasi, dalam acara penandatanganan tersebut diwakili oleh Sinur Linda Gustina selaku Direktur HCM & Strategi Korporasi PTPP, I Komang Sudarma sebagai Direktur Keuangan & HCM Infra, Achmad Sanusi sebagai Direktur PT PP Tirta Madani, Perwakilan Direksi PT Memiontec Indonesia, M Ramadhan Harapan dari PT Indonesia Infrastructure Finance (“IIF”), dan Silvy J. Gani dari PT Sarana Multi Infrastructure (“SMI”).