News

Garang di Kasus Ferdy Sambo, Anggota DPD RI: Komnas HAM Cari Popularitas?

Garang di Kasus Ferdy Sambo, Anggota DPD RI: Komnas HAM Cari Popularitas?
Anggota Komisi I DPD RI Filep Wamafma (Dok. DPD RI)

AKURAT.CO, Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Filep Wamafma memberikan kritik keras kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) karena terkesan hanya dominan dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang menjerat mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

Filep mengingatkan Komnas HAM tidak tebang pilih dalam melakukan penyelidikan kasus yang duga melanggar HAM. Kata dia, masih banyak kasus yang terkesan diabaikan Komnas HAM, salah satunya kasus mutilasi terhadap warga Papua.

“Jangan karena tekanan publik, Komnas HAM hanya totalitas melakukan penyelidikan kasus Sambo. Sementara di tanah Papua, kasus pelanggaran HAM sangat sering terjadi dan sepertinya belum pernah semua Lembaga turun tangan seperti kasus ini. Lembaga Negara sudah seharusnya tunduk pada amanat Undang-undang,” kata Filep dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/9/2022).

baca juga:

“Saya katakan demikian karena Komnas HAM sudah seharusnya mengetahui skala prioritas dimulai dari persoalan pelanggaran HAM berat, seperti pembunuhan secara sengaja disertai penyiksaan yang pernah terjadi di Papua saat ini, bukan hanya gencar pada kasus-kasus tertentu saja,” imbuhnya.

Filep menilai, kasus mutilasi terhadap warga Papua yang dilakukan oknum aparat jauh dari perhatian publik. Padahal, diduga adanya pelanggaran Ham berat di sana.

“Melihat Komnas HAM yang pasif di kasus mutilasi Orang Papua, dan gencar di kasus Sambo, saya jadi bertanya-tanya, yang dicari Komnas HAM itu popularitas kasus atau substansi kasus? Atau jangan-jangan pilih kasih saja," ketusnya.

“UU Nomor 26 Tahun 2006 tentang Pengadilan HAM menegaskan kategori pelanggaran HAM berat yaitu kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan, itu pun dengan catatan harus ada serangan yang meluas dan sistematik dan ditujukan secara langsung kepada penduduk sipil,” jelasnya.[]