Olahraga

Gara-Gara Raducanu, Juergen Klopp Ketagihan Nonton Tenis Putri

Juergen Klopp mengaku sudah lama tidak melihat permainan tenis putri semengesankan laga Emma Raducanu dan Leylah Fernandez.


Gara-Gara Raducanu, Juergen Klopp Ketagihan Nonton Tenis Putri
Petenis asal Inggris, Emma Raducanu, menjadi fenomena baru di tenis putri dunia. (TWITTER/Kerajaan Inggris)

AKURAT.CO, Pujian untuk juara Amerika Serikat Terbuka 2021 berusia 18 tahun, Emma Raducanu, belum juga berhenti. Dari cabang sepakbola, misalnya, Pelatih Liverpool, Juergen Klopp, menyebut bahwa Raducanu adalah bakat terbaik abad 21 yang ditempa melalui kerja keras.

Klopp bahkan ingin lebih banyak menyaksikan pertandingan tenis putri selepas melihat final AS Terbuka antara Raducanu versus petenis asal Kanada berusia 19 tahun, Leylah Fernandez, di New York, Amerika Serikat, Sabtu (11/9).

“Ketika Anda berusia 18 tahun dan memenangi AS Terbuka itu hanya bisa datang dari kerja keras. Dia (Raducanu) tentu saja bakat abad ini, tetapi tanpa kerja keras tidak mungkin dia bisa berada di sana dan melakukan hal itu,” ucap Klopp sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Kini dia ada di sana dan Anda lihat senyumnya sepanjang pertandingan, itu adalah hal termanis yang bisa saya bayangkan. Saya akan lebih banyak menonton tenis putri, tentu saja, ketimbang yang saya lakukan dalam beberapa tahun terakhir.”

Bukan hanya itu, pelatih asal Jerman tersebut juga terkesan dengan pertandingan final antara Raducanu dan Fernandez. Klopp mengatakan bahwa sudah lama ia tak menyaksikan tenis putri dengan kekuatan dan kecepatan seperti yang ditunjukkan Raducanu dan Fernandez.

“Tenis putri jelas sedang berada dalam momen brilian. Dua gadis ini, 18 dan 19 tahun, apa yang mereka tunjukkan dalam pertandingan benar-benar mengesankan,” ucap Klopp.

“Tetapi, kemudian ketika mereka mendapatkan trofi di seremoni, bagaimana kedua gadis tersebut bicara sejujurnya benar-benar menginspirasi. Bahkan lebih dari sekadar tenis.”

Pembicaraan yang dimaksud Klopp di antaranya adalah ketika Raducanu mengatakan bahwa ia berharap bakal kembali melawan Fernandez di banyak final di masa depan.

“Fernandez jelas kecewa dan Emma menunjukkan respek besar untuknya. Mereka tahu bahwa mereka akan saling berhadapan cukup sering di masa depan dan mungkin di lebih banyak final,” kata Klopp.

Kemenangan Raducanu juga menggema di tanah Inggris karena prestasi tersebut adalah grand slam pertama dari petenis putri negara itu dalam 44 tahun sejak Virginia Wade di Wimbledon 1977.[]