Ekonomi

Gara-gara Penyelundupan Kendaraan Mewah, Negara Hampir Rugi Rp647,5 Miliar


Gara-gara Penyelundupan Kendaraan Mewah, Negara Hampir Rugi Rp647,5 Miliar
Kemenkeu dan Kemenhub bersama aparat penegak hukum menangkap dan menggagalkan penyelundupan kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok, Selasa (17/12/2019) (AKURAT. CO/Atikah Umiyani)

AKURAT.CO, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebutkan potensi kerugian yang dialami negara dari penyelundupan mobil dan motor mewah sepanjang 2019 mencapai Rp647,5 miliar. Adapun sepanjang 2019, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil dua kali menggagalkan penyelundupan kendaraan mewah yang diantaranya pada 29 Juli dan 29 September 2019.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi mengatakan potensi kerugian perpajakan baik dari bea masuk maupun pajak impor sebesar dua kali lipat dari nilai impor barang. Angka tersebut meliputi komponen bea masuk sebesar 40 persen-50 persen, lalu Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) 125 persen, dan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 2,5 persen-7,5 persen, kemudian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen.

"Kalau nilainya Rp10 miliar berarti yang potensial lost-nya Rp20 miliar," ujar Heru di Pelabuhan Tanjung Priok, Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (17/12/2019).

Berdasarkan Data Bea dan Cukai menyatakan perkiraan nilai barang mobil mewah yang diselundupkan sepanjang 2019 mencapai Rp312,92 miliar. Dengan demikian, potensi kerugian negara sekitar Rp625,84 miliar dimana terdapat 57 kasus penyelundupan mobil mewah yang berjumlah 84 unit selama 2019.

Sedangkan untuk motor mewah, DJBC Kemenkeu memperkirakan nilainya mencapai Rp10,83 miliar dengan potensi kerugian sebesar Rp21,66 miliar. Dimana total kasus sebanyak 10 dengan jumlah motor mencapai 2.693 unit.

Sebagai informasi, berdasarkan data DJBC itu terlihat tren penyelundupan mobil dan motor mewah meningkat drastis pada 2019 dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Pada 2016 dan 2017 tidak didapati kasus penyelundupan mobil mewah. Lalu pada 2018 Bea dan Cukai mendapati lima kasus penyelundupan mobil mewah, dan melonjak signifikan menjadi 57 kasus tahun ini.

Sementara itu, kasus penyelundupan motor mewah pada 2016 sebanyak tiga kasus dan satu kasus di 2017. Tahun lalu, penyelundupan motor mewah terpantau sebanyak 8 kasus dan meningkat menjadi 10 kasus tahun ini.[]

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co