Ekonomi

Gara-gara Minyak Goreng, Jokowi Didesak Beri Teguran Keras ke Mendag!

Gara-gara Minyak Goreng, Jokowi Didesak Beri Teguran Keras ke Mendag!
Pembeli memilih minyak goreng kemasan di salah satu pasar di Jakarta, Jumat (7/1/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Pemerintah akhirnya memutuskan untuk menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng dengan rincian, minyak goreng curah sebesar Rp11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana sebesar Rp13.500/liter, dan minyak goreng kemasan premium sebesar Rp14.000/liter yang berlaku mulai 1 Februari 2022.

Dengan demikian, maka kebijakan minyak goreng satu harga sebesar Rp14.000/liter tetap berlaku hingga 31 Januari 2021.

Kelangkaan minyak goreng di sejumlah daerah menjadi salah satu fokus perhatian anggota Komisi VI DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, yang menyoroti kinerja Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang dinilai kurang maksimal.

baca juga:

Demer, panggilang akrabnya, mendesak Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan seluruh jajarannya untuk melakukan operasi pasar. Demer juga meminta agar Kemendag melakukan upaya-upaya untuk mencegah penimbunan komoditas oleh oknum yang tak bertanggung jawab, serta mengawasi rantai pasokan minyak goreng di sejumlah daerah.

"Mendag harus bisa memastikan ketersediaan minyak goreng di pasaran," ujar Demer, Senin (7/2/2022).

"Bagaimana masyarakat tidak marah, sudah harga minyak goreng mahal, kebijakan di dalam berubah terus dan operasi pasar tidak berjalan dengan baik. Presiden dan Menko Ekonomi harus segera memanggil dan memberi teguran keras kepada Mendag," tukas Demer.

Demer menjelaskan bahwa blunder terbesar Mendag adalah kebijakan menghilangkan minyak goreng curah di pasaran dan memaksanya penjualan menggunakan kantong sederhana.

"Apa ini tidak dipikirkan secara matang? Minyak goreng curah adalah cara paling mudah mendistribusikan kepada masyarakat. Kalau produsen harus menggunakan proses packaging baru, kapan akan selesai masalah ini?" jelas Demer.

Politisi Senior Golkar ini juga meminta seluruh pejabat eselon Kemendag bergerak dan turun ke lapangan. Demer juga meminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) bergerak ke lapangan untuk mengecek penerapan HET tersebut.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi