News

Gara-gara Lockdown, Berat Badan Pria China Naik 100 Kg


Gara-gara Lockdown, Berat Badan Pria China Naik 100 Kg
Zhou, seorang pekerja di sebuah kafe internet, berhenti meninggalkan rumah ketika kota dikunci pada akhir Januari lalu (Zhongnan Hospital of Wuhan University)

AKURAT.CO, Selama lockdown atau penguncian wilayah, apakah kamu sering menghabiskan waktu hanya dengan rebahan sembari memegangi ponsel? Jika iya, mungkin kamu perlu berpikir ulang jika tidak ingin bernasib sama seperti pria di China ini.

Pasalnya, gara-gara gemar berdiam diri di dalam ruangan, pria ini justru mengalami kenaikan berat badan sangat drastis. Tidak tanggung-tanggung, berat badan pria ini bahkan meroket hingga menjadi sekitar 280 kilogram (kg)!

Sebagaimana dilansir dari Oddity Central, seorang pria yang hanya diidetifikasi sebagai Zhou, akhirnya mendapatkan label sebagai manusia paling gemuk di Wuhan.

Zhou yang berusia 26 tahun mengalami kenaikan berat badan hingga sekitar 100 kg selama menjalani penguncian. Lonjakan berat badan Zhou juga dilaporkan terjadi hanya dalam kurun waktu lima bulan saja.

Sebelum penguncian, Zhou sebenarnya bekerja di sebuah kafe internet lokal. Karena rutinitasnya inilah, Zhou terbilang masih bisa menjaga berat badannya.

Namun, gaya hidup normal pria bertubuh 170 cm ini akhirnya berubah drastis selama penguncian. Saban hari, Zhou hanya menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan. Tidak hanya itu, minimnya kegiatan fisik makin membuat pembakaran kalori di tubuh Zhou merosot tajam.

Alhasil, dalam hitungan bulan, tubuh Zhou menggelembung pesat menjadi 616 pound (279,4 kg), naik 224 pound (101,6) kg. Tidak hanya itu, dalam beberapa foto, Zhou juga terlihat sudah memakai selang infus hingga harus dipegangi oleh empat petugas medis.



Dilansir dari Daily Mail, kasus mengejutkan Zhou ini diungkap pekan lalu oleh salah satu dokter yang merawatnya di Zhongnan Hospital of Wuhan University. Sementara, menurut laporan, Zhou mulai dirawat di rumah sakit (RS) pada 1 Juni lalu.

Zhou mengaku kepada dokter bahwa ia belum meninggalkan rumah sebelum penguncian total diberlakukan, yaitu pada sekitar Januari lalu. Tidak hanya itu, pihak keluarga juga menuturkan bahwa meski Wuhan sudah mulai mencabut lockdown pada April, Zhou masih betah berdiam diri di rumah.

Selain itu, disebutkan pula bagaimana Zhou akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan medis lantaran ia sudah  mengalami gangguan tidur. Selain itu, keluarganya juga sudah menjelaskan bahwa Zhou mulai kesulitan bergerak karena berat badannya.

"Dokter, saya belum menutup mata selama 48 jam. Sangat tidak nyaman. Bisakah Anda membantu saya?" tanya Zhou pada Dokter Li Zhen, wakil direktur Pusat Bedah Obesitas dan Metabolik Zhongnan Hospital of Wuhan University.

Sementara itu, saat dirawat di unit gawat darurat atau ICU, tes awal Zhou mengungkapkan sejumlah gejala, seperti gagal jantung serta disfungsi pernapasan.

Namun, gejala penyakit lain belum bisa diselidiki lantaran ukuran tubuhnya menyulitkan dokter untuk melakukan tes lain, termasuk tekanan darah dan elektroensefalogram (EEG) untuk mendeteksi kelainan pada otak.

Gara-gara Lockdown, Berat Badan Pria China Naik 100 Kg - Foto 1
Zhongnan Hospital of Wuhan University



Meski begitu, setelah 10 hari, dokter akhirnya bisa menstabilkan kondisi Zhou. Ia dinyatakan telah terlepas dari bahaya kesehatan yang mengancam.

Menurut pihak RS, Zhou sendiri sebenarnya telah berjuang dengan berat badan seumur hidupnya. Pada akhir tahun lalu misalnya, Zhou juga sempat memiliki berat badan sebesar 392 pon (177 kg).

Dalam pernyataannya, Li Zhen menambahkan bahwa penyebab obesitas Zhou juga disebabkan oleh faktor genetik dan kelainan endokrin. Namun, kelainan bawaan ini akhirnya makin diperparah lantaran Zhou tidak aktif secara fisik selama penguncian.

Lebih lanjut, Li Zhen juga menjelaskan bahwa Zhou diharapkan bisa menurunkan setidaknya 50 pound (22,6 kg) sehingga dia dapat dengan aman menjalani operasi bypass lambung atau perut. Prosedur ini tentu saja dibutuhkan agar Zhou bisa menumpahkan sebagian besar kelebihan berat badannya.

"Saya hanya bisa berharap bahwa dengan menyesuaikan pola makan dan istirahat serta metode lain, itu (berat badan Zhou) bisa berkurang lebih dari 50 pound dalam tiga bulan sehingga risiko operasi akan sangat berkurang," ucap Li Zhen.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co