Ekonomi

Gara-gara Ini Kemarahan Fadel Muhammad Memuncak Sampai Getol Serukan Sri Mulyani Dicopot!

Beberapa waktu lalu publik diramaikan dengan munculnya kritik dari pimpinan MPR kepada Menkeu Sri Mulyani.


Gara-gara Ini Kemarahan Fadel Muhammad Memuncak Sampai Getol Serukan Sri Mulyani Dicopot!
Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad saat menggelar konferensi pers usai rapat evaluasi akhir tahun di ruang rapat pimpinan, Nusantara III, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu publik diramaikan dengan munculnya kritik dari pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dalam pernyataannya kepada awak media pada Selasa, 30 November 2021, ia bahkan meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mencopot Sri Mulyani.

Fadel Muhammad menyatakan anggaran belanja MPR RI untuk tahun 2022 kurang memadai. Namun Menkeu justru melakukan pemotongan anggaran MPR RI. 

Pasalnya pimpinan MPR RI saat ini sudah bertambah jumlahnya dari 4 orang jadi 10 orang. 

"Kami di MPR RI ini kan pimpinannya 10 orang, dulu cuma 4 orang. Anggaran di MPR RI ini malah turun, turun terus," tutur Fadel Muhammad.

Di samping soal anggaran, Fadel Muhammad juga menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani absen rapat dengan MPR RI setidaknya dua kali.

"Pimpinan MPR RI rapat dengan Menkeu, kita undang dia, sudah atur waktu semuanya, tiba-tiba dia batalin dua hari kemudian, atur lagi, dia batalin," tutur Fadel.

Tak lama kemudian, Sri Mulyani pun membuka suara. Terkait pemotongan anggaran, dia menjelaskan hal itu memang sulit dihindari. Pasalnya, keuangan negara masih fokus digunakan untuk menangani Covid-19 sehingga pihaknya mau tak mau memangkas anggaran sejumlah kementerian/lembaga (K/L), termasuk MPR RI.

"Seperti diketahui tahun 2021 Indonesia menghadapi lonjakan Covid-19 akibat varian Delta. Seluruh anggaran K/L harus dilakukan refocusing empat kali," tuturnya.

Lebih rinci dijelaskan, pemangkasan anggaran dilakukan untuk membantu biaya rawat pasien yang melonjak sangat tinggi dari Rp63,51 triliun menjadi Rp96,86 triliun, akselerasi vaksinasi Rp 47,6 triliun, dan pelaksanaan PPKM di berbagai daerah.

Anggaran juga difokuskan membantu rakyat miskin dengan meningkatkan bansos, membantu subsidi upah para pekerja, dan membantu UMKM akibat mereka tidak dapat bekerja dengan penerapan PPKM level 4.

Melalui akun instagram @smindrawati, ia juga menjelaskan penyebab ketidakhadirannya dalam undangan rapat dengan pimpiran MPR RI tersebut.

Sri Mulyani menyebut dua kali undangan rapat dari pimpinan MPR RI bersamaan dengan agenda lain yang harus dihadirinya. Misalnya, pada 27 Juli 2021 yang bersamaan dengan dengan rapat internal bersama Presiden Jokowi.

"Itu harus dihadiri, sehingga kehadiran di MPR diwakilkan Wamen (Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara)," ujar Sri Mulyani.

Selanjutnya, undangan rapat pada 28 September 2021 bersamaan dengan rapat Badan Anggaran DPR RI untuk membahas APBN 2022. Lantaran adanya kegiatan itu, rapat dengan MPR pun diputuskan ditunda.[]