Ekonomi

Gara-gara Ini Donald Trump Semprot Mark Zuckerberg!

Presiden Donald Trump mengeluhkan karena ditendang dari Facebook dan platform media sosial utama lainnya


Gara-gara Ini Donald Trump Semprot Mark Zuckerberg!
CEO Facebook Mark Zuckerberg (REUTERS/Erin Scott)

AKURAT.CO Presiden Donald Trump mengeluhkan karena ditendang dari Facebook dan platform media sosial utama lainnya, Donald Trump mengatakan dia akan mengekang Big Tech jika dia masih menjabat.

"Jadi saya pikir dia khawatir kami melakukan sesuatu," kata Trump tanpa merinci peraturan atau tindakan eksekutif apa pun. "Kami melakukan banyak hal. Seandainya kami memiliki masa jabatan kedua, kami akan memiliki kendali sebanyak itu, sungguh, cukup banyak. Kami memiliki beberapa hal luar biasa yang direncanakan untuk Big Tech."

Untuk diketahui, akun sosial media Donald Trump telah ditangguhkan di beberapa platform sosial media, seperti Facebook hingga Twitter.

Nampaknya kekesalan Donald Trump terhadap Mark Zuckerberg tak main-main. Hingga pihaknya dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara Fox News Sean Hannity pada Selasa malam seakan menyindir pendiri Facebook dan CEO Meta Mark Zuckerberg.

Setelah bersinggungan dengan klaim penipuan pemilu yang tidak berdasar, Donald Trump mengatakan dia telah melakukan hal-hal besar untuk mengekang pengaruh Big Tech dan menyebutkan kunjungan rahasia Mark Zuckerberg ke Gedung Putih.

"Dia sering datang ke Gedung Putih untuk mencoba mendapatkan 'barang', dia tidak melakukannya dengan baik," kata Trump sebagaimana dikutip dari Yahoo Finance di Jakarta, Kamis (25/11/21).

Sekadar informasi, sebelumnya CEO Facebook Mark Zuckerberg dituntut mundur dari perusahaan oleh mantan karyawan Facebook, Frances Haugen.

Pasalnya mantan karyawan itu membuka puluhan ribu halaman dokumen internal dari perusahaan media sosial itu.

Mark Zuckerberg memiliki kontrol yang kuat atas arah perusahaan berkat struktur saham kelas ganda Facebook, yang memberinya mayoritas saham suara dan membuat hampir tidak mungkin bagi dewan atau pemegang saham aktivis untuk memaksanya keluar. Dia tidak pernah memberikan indikasi berniat untuk minggir dalam waktu dekat. Saham perusahaan naik hampir 21 persen tahun ini.

Ini adalah langkah terjauh yang dilakukan Haugen untuk meminta Zuckerberg mundur dari memimpin perusahaan yang ia dirikan di kamar asrama kampusnya hampir dua dekade lalu.

Dilansir dari CNBC International di Jakarta, Selasa (2/11/21) Haugen telah berulang kali mengatakan bahwa dia membuat keputusan untuk membocorkan dokumen karena dia peduli dan percaya pada Facebook dan kapasitasnya untuk berubah.

“Saya pikir tidak mungkin perusahaan akan berubah jika dia tetap menjadi CEO. Dan saya berharap dia dapat melihat bahwa ada begitu banyak hal baik yang dapat dia lakukan di dunia dan mungkin ini adalah kesempatan bagi orang lain untuk mengambil kendali.”

Haugen mengatakan dia masih percaya Mark Zuckerberg sendiri bisa tumbuh juga.

"Itu tidak membuatnya menjadi orang jahat untuk melakukan kesalahan," katanya. “Tetapi tidak dapat diterima untuk terus membuat kesalahan buruk yang sama setelah Anda tahu bahwa itu adalah kesalahan. Jadi saya yakin dia bisa berubah.”

Haugen juga membahas rebranding perusahaan Facebook baru-baru ini menjadi Meta.

"Berkali-kali Facebook memilih ekspansi di area baru daripada tetap berpegang pada apa yang telah mereka lakukan," kata Haugen.

“Dan saya merasa tidak masuk akal bahwa, ketika Anda membaca dokumen, itu menyatakan dengan sangat jelas perlu ada lebih banyak sumber daya pada sistem keselamatan yang sangat mendasar. Dan alih-alih berinvestasi untuk memastikan bahwa platform kami memiliki tingkat keamanan minimal, mereka akan menginvestasikan sepuluh ribu insinyur dalam video game dan saya tidak dapat membayangkan bagaimana ini masuk akal.” lanjutnya lagi.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.