Ekonomi

Gara-Gara Hal Ini, Rusia Klaim Telah Lepas dari Krisis Keuangan

Klaim Rusia tak bisa sepenuhnya dipercaya. Bagi banyak analis, tindakan Rusia untuk mempertahankan mata uangnya sama saja dengan manipulasi.


Gara-Gara Hal Ini, Rusia Klaim Telah Lepas dari Krisis Keuangan
Rubel mata uang Rusia (Bussines news)

AKURAT.CO, Rusia mulai mengaku telah berhasil lepas dari krisis keuangan apabila dilihat dari nilai mata uang yang sudah menguat dan data ekonomi membaik. Namun, para ahli mengatakan, angka tersebut tak sesuai dengan fakta yang terjadi Rusia.

Tak hanya itu, pihak pemerintahan Putin mengklaim bahwa indikator kegiatan ekonomi membaik yang ditandai berhasilnya Rusia menghindari gagal bayar utang mata uang asingnya di tengah sanksi Barat yang telah membekukan sebagian besar simpanan keuangan.

Namun klaim Rusia tak bisa sepenuhnya dipercaya. Bagi banyak analis, tindakan Rusia untuk mempertahankan mata uangnya sama saja dengan manipulasi, di mana permintaan telah dibuat tidak ada dan kontrol modal mengubah rubel menjadi mata uang 'yang dikendalikan'.

baca juga:

Kepala investasi di Syz Bank yang berbasis di Swiss Charles-Henry Monchau, memberi masukan kepada bank sentral Rusia agar dapat mengerahkan berbagai alat untuk membuat rubel terlihat berharga. Sangat sedikit orang di luar Rusia ingin membeli satu rubel kecuali mereka benar-benar harus, dan para pedagang tidak lagi melihat rubel sebagai mata uang perdagangan bebas.

"Jika Rusia berhasil menemukan solusi untuk masalah Ukraina dengan akibat wajar dari penarikan sanksi dan memulihkan hubungan perdagangan dengan Barat, rubel berpotensi mempertahankan nilainya saat ini," kata Monchau.

Rusia juga telah mengambil langkah lain untuk menopang mata uangnya. Bank Sentral Rusia telah melanjutkan pembelian emas di pasar logam domestik setelah absen selama dua tahun. Harapannya dapat menyimpan nilai untuk melindungi kekayaan Rusia dari inflasi jika terjadi guncangan lebih lanjut terhadap likuiditas valuta asing.

"Sebuah langkah yang tidak perhatikan oleh Barat adalah: Bank Rusia sudah melanjutkan pembelian emas dengan harga tetap 5.000 rubel per gram antara 28 Maret dan 30 Juni," tambahnya.

Monchau memaparkan, saat ini emas diperdagangkan dalam dolar AS, sehingga ia memberi catatan bila hal ini memungkinkan Bank Sentral mereka untuk menghubungkan rubel dengan emas dan menetapkan harga dasar untuk rubel dalam dolar.

Karenanya, kenaikan rubel lebih lanjut dapat meningkatkan harga emas, dan Rusia telah mengumpulkan logam mulia dengan cepat sejak aneksasi Krimea pada tahun 2014, yang mana semenanjung tersebut memiliki cadangan emas terbesar kelima di dunia.

Selain itu, langkah tersebut memberikan perlindungan lebih lanjut bagi ekonomi Rusia terhadap kendala likuiditas akibat sanksi lebih lanjut, dan penurunan cadangan mata uang asing negara itu untuk membayar utang dalam mata uang dolar.[]

Sumber: CNBC, Reuters