Ekonomi

Gara-Gara Hal Ini, Menteri ESDM Usulkan Penambahan Kuota Pertalite dan Solar Subsidi

Gara-Gara Hal Ini, Menteri ESDM Usulkan Penambahan Kuota Pertalite dan Solar Subsidi
Petugas melayani konsumen saat membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu (18/11/2020). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan untuk penambahan kuota BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar kepada DPR, untuk menanggapi situasi harga minyak mentah dunia.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan bahwa minyak dunia saat ini mengalami kenaikan 98,4 dolar AS per barel, dimana angka tersebut jauh dari asumsi APBN sebelumnya sebesar 63 dolar AS per barel.

Untuk itu dalam strategi jangka pendek, Arifin mengusulkan, untuk penambahan volume kuota untuk pertalite dan solar karena terjadi terjadi disparitas antara BBM subsidi dengan non subsidi. 

baca juga:

"Dengan  memperhatikan terjadinya pemulihan ekonomi yang lebih cepat paska pandemi,terjadi  peningkatan konsumsi BBM serta adanya disparitas harga BBM menyebabkan peralihan penggunaan BBM di masyarakat," ujar Arifin saat rapat kerja dengan komisi VII DPR RI, Rabu (13/4/2022).

Adapun rencana penambahan kuota pertalite sebanyak 5,45 juta kiloliter menjadi 28,50 juta kiloliter karena kelebihan kuota realisasi penyaluran sebesar 14 persen pada periode Januari hingga Maret 2022.

Untuk kuota solar subsidi pemerintah mengusulkan 2,28 juta kililiter menjadi 17,39 juta kilo liter.

"Penambahan kuota solar subsidi dikarenakan mengalami kelebihan kuota realisasi penyaluran sebanyak 9,49 persen untuk periode Januari 2022 hingga Maret 2022 karena peningkatan aktivitas pertambangan dan perkebunan yang disebabkan karena kenaikan harga komoditas," katanya.

Pada APBN 2022, volume kuota Pertalite sebanyak 23,05 juta kiloliter dengan angka realisasi 6,48 jutakiloliter sampai dengan 2 April 2022, sehingga menyisakan 16,57 juta kiloliter. 

Sedangkan volume kuota solar subsidi sebanyak 15,10 juta kiloliter dengan realisasi penyaluran mencapai 4,08 juta kiloliter dan menyisakan11,02 juta kiloliter.