Olahraga

Gara-gara F1 GP Abu Dhabi, Posisi Michael Masi Terancam

“Michael melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam banyak hal. Tapi juga ada kemungkinan akan ada direktur balapan baru,” kata FIA.


Gara-gara F1 GP Abu Dhabi, Posisi Michael Masi Terancam
Direktur balapan Formula One (F1), Michael Masi. (Formula1.com)

AKURAT.CO, Federasi Otomobil Internasional (FIA) tidak menutup kemungkinan untuk mencopot posisi Michael Masi sebagai Direktur Balapan Formula One (F1) jelang musim 2022 bergulir.

Michael Masi memang menjadi salah satu sasaran kritik banyak pihak menyusul keputusan kontroversialnya di Grand Prix (GP) Abu Dhabi 2021. Keputusan itu membuat pembalap Mercedes, Lewis Hamilton harus gigit jari karena gelar juara dunia F1 musim lalu direbut oleh Max Verstappen.

Setelah insiden tersebut, FIA menunjuk Peter Baer untuk memimpin penyelidikan. Masi  dianggap tidak melaksanakan aturan dan prosedur safety car dengan benar dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Yas Marina pada Desember lalu.

baca juga:

Akibatnya, masa depan Masi pun goyah. Bahkan, namanya kini sudah tidak tercantum lagi dalam struktur pengurus baru FIA.

 “Michael melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam banyak hal. Kami mengatakan itu padanya. Tapi juga ada kemungkinan akan ada direktur balapan baru,” kata Peter Baye, yang musim lalu menjabat Direktur Eksekutif Departemen Single-Seater FIA, dikutip dari BBC Sport, Sabtu (29/1).

“(Kami sedang melihat) membagi berbagai tugas direktur balapan, yang juga direktur olahraga, delegasi keselamatan dan trek. Itu terlalu berlebihan. Peran ini dibagi antara beberapa orang. Ini mengurangi beban direktur balapan.”

Bayer mengungkapkan bahwa FIA saat ini tengah mengerjakan struktur baru untuk mengontrol jalannya balapan. Ia menyebut kemungkinan nantinya akan ada pembagian tanggung jawab dan melibatkan beberapa orang.

Menurut Bayer, tugas seorang direktur balapan saat ini terlalu berlebihan. Oleh karena itu, dengan adanya pembagian tugas dan tanggung jawab, beban seorang direktur balapan akan berkurang. 

Bayer juga mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan untuk merevisi aturan mengenai safety car. Dia tidak menampik bila nantinya regulasi tersebut akan mirip seperti yang ada di NASCAR.

“Jika netralisasi diperlukan dalam dua putaran terakhir balapan, penghitungan putaran berakhir dan putaran ditambahkan pada akhir fase safety car. Ini dapat menyebabkan masalah bahan bakar di F1. Itu sebabnya mengapa hal itu dilihat lebih dekat,” tambahnya.

"Kami juga bertanya kepada tim apakah persyaratan mereka untuk tidak menyelesaikan balapan di bawah safety car masih relevan, dan mereka semua setuju."

Lebih jauh, dia menegaskan bahwa prinsipal tim tidak lagi diizinkan untuk berbicara langsung dengan direktur balapan lewat radio. Menurut Bayer, tanggung jawab komunikasi mestinya dilakukan oleh manajer tim dan direktur olahraga.

"Para manajer tim masih bisa-mereka harus bisa mengajukan pertanyaan. Kami ingin membangun buffer dengan karyawan yang menerima permintaan ini. Di masa depan, direktur balapan akan dapat berkonsentrasi pada tugasnya dan tidak lagi terganggu,” katanya.[]