Ekonomi

Gara-gara Digitalisasi, Saham Bank Ini Mencuat

Krisis pandemi Covid-19, memberikan berkah tersembunyi dalam mempercepat transformasi digital di lini bisnis bank


Gara-gara Digitalisasi, Saham Bank Ini Mencuat
Ilustrasi - pergerakan saham di Bursa Efek (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pandemi Covid-19 memaksa semua sektor termasuk perbankan untuk lebih gencar menyentuh digitalisasi.

Direktur IT, Treasury & International Banking bank bjb, Rio Lanasier mengklaim bank bjb senantiasa belajar dari setiap kondisi krisis yang melanda, tak terkecuali pada krisis keuangan 1998 lalu. Krisis pandemi Covid-19, memberikan berkah tersembunyi dalam mempercepat transformasi digital di lini bisnis bank bjb.

“Kami sudah siap sebelum ini tiba. Banyak penerapan inovasi digital yang telah dilakukan. Salah satu momen yang paling berpengaruh itu pada saat peluncuran transaksi non-tunai melalui QRIS bank bjb, sehingga warga bisa berbelanja secara mobile dengan e-wallet mereka. Hal ini sangat membantu performance bank bjb pada 2020-2021,” tutur Rio.

Sementara itu, Rio mengklaim pergerakan saham BJBR diperkirakan akan terus menghijau. Hal itu yampak dari kinerja saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) sepekan terakhir disinyalir mencuat.

Pada penutupan perdagangan Jumat 17 September 2021, BJBR masih menjaga tren positifnya dengan harga saham terakhir yakni Rp1.350/saham. Perkiraan itu ditopang dengan BJBR yang telah meluncurkan berbagai platform transaksi keuangan digital sejak 2019.

" Aksi korporasi ini dinilai memudahkan bisnis untuk beradaptasi di masa krisis," imbuhnya.

Analis Senior CSA Reza Priyambada menilai kinerja BJBR lumayan oke.

"Di mana sepanjang semester pertama dia punya pendapatan dan laba mengalami kenaikan saat itu ditopang oleh kredit. Di satu sisi dia mampu mengelola kreditnya dan pendapatan mereka berpengaruh ke pendapatan yang memberikan kinerja mereka," jelas Reza.

Ia menambahkan bahwa dari sisi beban juga, BJBR mampu terkelola dengan baik dan ada peningkatan laba.

"Kalau dilihat dari chartnya cukup menarik pergerakan dari bjbr sekarang posisi di 1.300 an kemudian waktu awal tahun sempat di 1.800 an masih memiliki potensi kenaikan yang cukup besar," ujarnya.

Menurut Reza, target BJBR Kalau dalam waktu dekat 1.450. Tapi kalau dilihat dari rekomendasi 1.800-1.900 itu bisa menjadi acuan target price mereka.

Senada, Analis Pasar Modal sekaligus Ekonom LBP Institute Lucky Bayu Purnomo memprediksi saham BJBR akan cenderung menguat hingga akhir tahun ini.

"Saya berikan target harga 1.345 sekarang hingga penutupan tahun cenderung menguat targetnya hingga 1.625 akhir tahun 1.650 itu adalah harga tertinggi sejak tahun 2011. Jadi ada tren menguat dari harga saat ini," kata Lucky.

Lucky mengungkapkan BJBR sebenarnya bank yang sudah memiliki market share yang identik. Jadi populasinya sudah memiliki yang sudah identik terhadap satu kegiatan keuangan misalnya kredit.

"Market share BJBR ini dominan pada konsumen yg sudah lama itu yang membuat saham BJBR cukup menarik. Tantangan di persaingan bank dan inovasi BJBR harus bergegas melakukan terobosan sehingga memberikan suatu perbedaan industri dan wilayah atau daerah," ucapnya.

Sekadar informasi, BJBR, pada periode semester I 2021, kredit KPR-nya tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 12,5% secara tahunan menjadi Rp7,2 triliun, dari sebelumnya berada di angka Rp6,4 triliun pada semester I 2020. Kinerja BJBR didukung dengan permintaan kredit dari masyarakat yang positif.

Kemudian dari penyaluran kredit untuk usaha dan lainnya sehingga memberikan tambahan kinerja pada BJBR. Dengan masuknya BJBR ke dalam era digitalisasi dapat menambah persaingan di industri perbankan.

Dari persaingan yang sehat, di mana nantinya masyarakat yang akan merasakan manfaatnya. Dengan adanya digitalisasi ini dapat menarik masyarakat sehingga sebaran nasabah BJBR pun kian bertambah yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja BJBR ke depannya.

Adapun pada 2019 bank BJB telah meluncurkan campaign Pasar Nga-Digi yang memungkinkan masyarakat untuk berbelanja ke pasar dari rumah.

Sistem pembayaran yang dilakukan memanfaatkan QRIS bank bjb. Hal tersebut sudah diujicoba di beberapa pasar di Kota Bandung, oleh karenanya saat pandemi melanda pihak BJBR tinggal melakukan penyesuaian pola.

BJBR juga menyesuaikan fokus perusahaan untuk mendorong financial inclusion lewat digitalitasi perbankan.

Selain menerapkan inovasi digital pada berbagai produk layanan perbankan, bank bjb juga memanfaatkan digital marketing sebagai upaya menjangkau nasabah.[]