Ekonomi

Gara-gara Covid-19, Ekonomi RI 'Boncos' hingga Rp1.356 Triliun

RI kehilangan momentum meraih pertumbuhan ekonomi di 2020 sebesar 5,3 persen dengan potensi kehilangan pendapatan Rp1.356 triliun.


Gara-gara Covid-19, Ekonomi RI 'Boncos' hingga Rp1.356 Triliun
Sejumlah gedung yang berdiri di Jakarta, Senin (8/3/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan, pandemi Covid-19 telah membuat tekanan yang luar biasa terhadap perekonomian Indonesia.

Akibatnya, Indonesia kehilangan momentum untuk meraih pertumbuhan ekonomi di 2020 sebesar 5,3 persen dengan potensi kehilangan pendapatan sebesar Rp1.356 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi 2020 sebelum Covid-19 ditargetkan 5,3 persen dan berakhir dengan minus 2 persen. Maka nilai kerugian yang hilang diestimasi Rp1.356 triliun atau 8,8 persen dari GDP 2020," katanya dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 secara virtual, Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Oleh karena itu, lanjutnya, APBN sebagai instrumen utama yang melakukan countercyclical mengambil peran untuk menahan dampak Covid-19 agar ekonomi tidak semakim merosot. Salah satunya dengan menggelontorkan belanja untuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terealisasi Rp578,9 triliun.

Dengan demikian, kata Sri Mulyani, maka dilakukan pelebaran defisit mencapai sekitar 6 persen lewat Undang-Undang Nomor 2 tahun 2020.

"Maka APBN sebagai suatu instrumen menahan kemerosotan itu dengan panahnya yang ke atas. Dalam hal ini menyebabkan defisit kita mengalami peningkatan dan ini merupakan suatu perjalanan yang cukup panjang," jelasnya.

Menkeu menambahkan, di tahun 2021 ini pemerintah masih melanjutkan tren APBN tersebut yang bertujuan untuk tetap menopang perekonomian, dunia usaha dan masyarakat yang terdampak pandemi.

“Ini masih perjalanan yang cukup panjang. Pada 2021 kita juga masih melihat kebutuhan yang meningkat dan pendapatan yang belum pulih karena kita memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. []