News

Gara-gara Cerita Haru Soal Kasus Covid-19, Mahfud MD Malah Disentil Fadli Zon

Sebelum wafat, diceritakannya, profesor itu meminta kepada juniornya yang juga dirawat menggunakan oksigen yang masih tersisa satu-satunya.


Gara-gara Cerita Haru Soal Kasus Covid-19, Mahfud MD Malah Disentil Fadli Zon
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendengarkan penjelasan dari terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE Buni Yani saat melakukan pertemuan di Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (2/11). Pertemuan tersebut guna menyampaikan perkembangan kasus dan rencana mengundang Fadli Zon hadir dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Bandung pada 14 November mendatang (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Politikus Partai Gerindra Fadli Zon mengkritik Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD karena pernyataan soal kasus Covid-19. 

Awalnya Mahfud MD menceritakan kisah meengharukan pada seorang profesor kedokteran yang sudah tua rela mengorbankan dirinya bagi keselamatan dokter muda dari infeksi virus tersebut.

"Mengharukan. Ada seorang kaya raya di Jatim meninggal ketika sedang menunggu antrean penanganan. Ada juga profesor kedokteran senior menyerahkan kesempatan kepada yuniornya untuk menggunakan satu-satunya oksigen yang tersisa ketika keduanya sama-sama terserang Covid. Sang profesor kemudian wafat," Kata Mahfud MD sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @mohmahfudmd pada Senin (26/7/2021).

Sebelum wafat, diceritakannya, profesor itu meminta kepada juniornya yang juga dirawat menggunakan oksigen yang masih tersisa satu-satunya. Profesor itu beralasan, dirinya sudah terlalu tua untuk mengabdi kepada masyarakat.

"Sebelum wafat, profesor itu bilang kepada yuniornya, 'Kamu muda, masih punya kesempatan lama untuk mengabdi. Pakailah oksigen itu”. Itu cerita haru," ujar Mahfud.

Namun disisi lain, masih banyak cerita bagus ketika orang terinfeksi Covid-19 dan tertangani yang akhirnya bisa sembuh.

"Tapi banyak cerita bagus dimana orang yang terinfeksi Covid-19 dan sempat ditangani dan menjalani perawatan dengan tenang dan ikut prokes bisa sembuh," ungkapnya.

Cuitan ini yang lantas memantik Fadli Zon untuk berkomentar dan mengatakan bahwa seharusnya tak perlu mendramatisir.

"Tak perlu didramatisir seperti sinetron Ikatan Cinta," kata @fadlizon.

Seharunya, cerita seperti ini yang menjadi gambaran untuk pemerintah meminta maaf karena harus terjadi. Apalagi jika sampai salah satunya meninggal dunia.

"Harusnya katakan “Mohon maaf ini terjadi”. Twit seperti ini macam reaksi orang di luar pengambil keputusan/pemerintah," katanya.

Cuitan Mahfud, menurutnya, malah mempertegas bahwa pemerintah tak bisa berbuat apa-apa atas kejadian itu. Rakyat seperti disuruh selamatkan diri masing-masing," imbuhnya.[]