News

Gara-gara Beli Koran saat Isolasi Corona, Pria di Britania Raya Divonis Penjara 3 Bulan

Gara-gara membeli koran saat pandemi COVID-19, seorang pria dari Britania Raya akhirnya dijebloskan ke penjara


Gara-gara Beli Koran saat Isolasi Corona, Pria di Britania Raya Divonis Penjara 3 Bulan
Shields mengatakan dia melanggar karantina karena dia 'membutuhkan koran dan makanan' ( Shutterstock / Wozzie)

AKURAT.CO, Gara-gara membeli koran saat pandemi COVID-19, seorang pria dari Britania Raya akhirnya dijebloskan ke penjara.

Seperti diwartakan Metro, Peter Shields kembali dari Inggris ke asalnya di Pulau Man pada 7 April, dan menurut aturan, ia harusnya dikarantina.

Semua penduduk Pulau Man yang kembali dari luar memang wajib mengisolasi diri di rumah-rumah yang terpisah. Dalam aturan isolasi ini, warga yang baru datang bahkan tidak boleh tinggal dengan anggota keluarga lain, kecuali mereka dulunya pergi bersama-sama ke luar negeri.

Adapun sama seperti aturan di negara lainnya, warga Pulau Man juga wajib melangsungkan isolasi mandiri setidaknya selama 14-21 hari. Selama itu juga, warga yang dikarantina wajib menjalani tes COVID-19 secara berkala.

Namun, pada praktiknya, undang-undang ketat karantina itu justru berulang kali dilanggar oleh Shields yang berusia 64.

Menurut catatan polisi, Shields terbukti berkeliaran di toko-toko. Pada suatu kesempatan misalnya, Shield kepergok membeli teh dan roti panggang.

Kemudian di kesempatan lain, Shield kedapatan membungkus surat kabar alias koran.

Polisi awalnya menerima informasi pelanggaran Shield pada 10 April. Saat itu, Shield dilaporkan tidak ada di rumah dan pergi ke toko sebelum pukul 11 pagi.

Mendapati laporan itu, polisi bergegas ke rumah Shield dan bertanya apakah dia telah keluar. Dicecar pertanyaan itu, Shields pun akhirnya mengaku memang keluar karena sangat butuh koran dan makanan.

Shield juga mengaku sadar betul bahwa dia mungkin saja bisa menularkan virus saat keluar. Namun, Shield bersikeras berkilah bahwa tidak ada yang membantunya untuk membeli keperluan yang dibutuhkan.

Kendati demikian, Shield kemudian dibebaskan dengan jaminan, dengan persyaratan bahwa isolasi dirinya dilanjutkan setidaknya sampai 29 April.

Namun, setelah dibebaskan, Shield justru kembali berulah. Pada 15 April, Shield lagi-lagi keluar dari karantina dan kedapatan menunggu dalam antrean di toko lain.

Mendapati itu, polisi kembali menindak Shield. Dalam upaya ini, polisi bahkan sampai memasang papan di pintu rumah yang intinya bahwa Shield dilarang keras keluar dari isolasinya.

"Peter, jangan keluar, Anda diisolasi!" bunyi papan yang diberikan oleh polisi.

Setelahnya, Shield kembali ditangkap polisi. Sementara, dalam sidangnya, Shield dinilai egois karena melanggar karantina.

Terlebih, kepada polisi, ia sempat mengaku kabur dari karantina lagi jika tidak kepergok polisi. Diketahui pula bagaimana Shield ternyata sempat tersandung masalah serupa dan pernah disidang pada September tahun lalu.

Akhirnya, hakim memvonis Shield dengan hukuman penjara selama 14 minggu atau sekitar 3 bulan lebih.

"Orang yang egois seperti Anda layak mendapatkan hukuman setimpal. Pada saat kami akan berpikir untuk mencabut pembatasan, Anda justru telah menyebarkan risiko untuk menyebarkan COVID," kata Kepala Pengadilan Tinggi Jayne Hughes.

Sementara, pengacara Paul Glover telah meminta keringanan karena Shield telah mengaku bersalah. Dalam pembelaannya, Glover juga mengklaim bahwa Shield telah menerima dukungan dari layanan kesehatan mental. Dia juga menambahkan Shields telah dites negatif virus corona.[]